FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
45. Gilanya Dimas



Dimas tersenyum sambil memegang tali dan juga gesper . Semua pakaian Caca sudah Dimas lepaskan


" Dim kali ini aja , aku gak mau pake gituan ! "


" Jangan berisik ! " Jawab Dimas


" Dim , aku sakit tau leher aku . Dimas , aku mohon sekali ini aja "


Dimas menggeleng kepalanya . Dia mulai mengikat tangan Caca dengan gesper lalu talinya di tubuh Caca


" Ngedumel aku Jambak ya ! " Ancam Dimas


Caca hanya diam tak jadi ngedumel lagi . Sedangkan dimas tersenyum saat Caca telah siap Dimas makan


Dimas mulai menaiki ranjang . Dan melebarkan kaki caca


" Astaghfirullah pelan pelan bisa gak . Sakit tau tubuh aku " keluh Caca


Dimas tersenyum dia mulai mengecup bagian tubuh Caca


Mmmmmhh


" Dim , plis lepasin mmmmhhhh "


Dimas tak peduli dengan ucapan Caca. Dimas juga tahu kok sebenarnya Caca menyukai hal ekstrim ini . Walupun Dimas sedikit kasar tapi Caca terus meminta lagi dan lagi . Banyak gaya juga Dimas melakukannya membuat Caca sangat puas


" Dimas , kamu minum apa sih . Aktif banget gak ada capek nya "


" Gak ada , aku gak minum "


" Bohong banget . Biasanya kita main 10 menit tau gak . Ini udah dua jam dan udah 3 kali ronde kamu belum puas juga"


" Aku di kasih obat sama Aldo . Supaya kamu cepat hamil "


" Hemm sudah ku duga . Bekerja keras lah sayang. Aku akan terima anak ketiga . Aku mmmmhhh "


" Dimas sialan ! Gak bisa kamu pelan pelan ! " Caca sangat sakit dadanya saat Dimas bersikap kasar mendidih


Sedangkan Dimas hanya tertawa saja melihat istrinya itu kesal


" Sa , sakit jangan di Jambak sayang "


Mmmmhhh


" Dimas ......"


" Caca ....."


Mereka saling menyebutkan nama pasangan masing masing


" Aku mau pipis " ucap Caca


Dimas bangkit dia membopong Caca untuk ke kamar mandi . Karena Dimas tak melepaskan ikatannya akhirnya terpaksa setelah Caca pipis dan di siram oleh Dimas . Mereka bermain lagi di dalam kamar mandi . Hanya suara indah di dalam kamar mandi itu membuat keduanya sangat gila


" Sering sering ya Vania tidur sama diva " bisik Dimas di telinga Caca


Mmmmhh


" Iya sayang " jawab Caca


Mmmhhhhhh


" Pelan pelan dim . Kalo kamu kasar begini bisa bisa besok aku enclek "


Dimas tertawa , dia mengigit leher Caca gemas dan memberikan tanda cinta juga


" Buatin aku dong yang di dada aja . Tapi agak bawahan biar besok aku meeting engak kelihatan "


Caca mengagguk dia mencium dada Dimas terlebih dahulu dan memberikan salivanya setelah itu Caca menghisap dan mengigit nya . Membuat Dimas semakin gila


" Argh sayang " desah Dimas


Keduanya masih lanjut dan kali ini permainan terpanjang mereka . Entah obat apa yang di kasih Aldo hingga membuat Caca cukup puas puas banget dengan Dimas


" Kamu sudah ngantuk sayang ? " Tanya Dimas


" Iya sayang . Aku ngantuk banget " jawab Caca


" Yaudah aku lepasin . Kita tidur ya sayang "


Caca mengagguk dia siap di lepaskan semuanya pada Dimas . Saat semuanya lepas Caca meregangkan kan otot otot nya


" Sakit tau gak tangan aku , rambut aku . Gila kamu dim "


" Hahaha . Tapi kamu puas puas aja tuh"


" Coba aku mau liat . Obat apa yang di kasih Aldo " pinta Caca


Dimas membuka lemarinya , memberikan obat itu kepada Caca . Caca memotret nya dia ingin membicarakan obat ini kepada diva besok pagi


" Pakai dulu baju lu ca, takut nya besok anak anak masuk " Dimas melempar pakaian Caca


" Pake in kek , gue udah ngantuk banget"


Dimas mengambil baju Caca dia mulai memakaikan Piyama di tubuh istrinya


" Oh iya dim "


" Ada apa sayang ? "


" Untuk malam ini makasih , aku puas . I love you Dimas "


" I love you sayang ku , muach "


Caca tersenyum


" Selamat malam suami ku "


" Selamat malam juga istriku "


Keduanya tertawa bersama . Biasanya mereka gak pernah mengucapkan selamat malam . Karena Caca puas banget dengan Dimas . Dia sedikit berlebihan


***


" Mas , kamu dapat dari mana obat itu ?"


" Obat ? Obat apa sayang ? " Tanya Aldo bingung


" Itu mas , yang buat itu " ujuk diva dengan matanya ke arah bawah mas Aldo


" Ah itu . Dapat dari Kevin sayang . April kan lagi hamil dia juga minum obat itu sebelum nya. Aku bilang sama Kevin kok diva belum hamil juga . Dan ternyata bener . Kamu hamil sayang " jawab aldo sambil tersenyum juga mengecup bibir diva


" Mas , aku kok gak sadar ya kamu minum gituan ? Kata kakak . Obat itu bertahan lama "


" Kamu mau coba aku minum gituan ? "


Diva mengagguk malu


" Tapi kan kamu lagi hamil sayang . Kata Tante juga kemarin jangan dulu berhubungan "


Diva langsung beranjak berdiri


" Bilang aja mas gak mau nurutin aku. Mas turutin tuh cewek cewek mas . Biar puas sekalian "


" Diva . Aku itu gak punya cewek diva . Kamu harus percaya "


" Dari dulu juga ngomong nya gitu . Gak punya cewek tapi diam diam bawa ke hotel . Licik kamu mas "


" DIVA !!!" Bentak Aldo


Diva menoleh dia sangat kesal dengan suaminya . Diva menantang Aldo


" Apa ? Mau pukul ? Ayo pukul ! "


Aldo memegang perut diva dia mengusap perut yang masih rata itu


" Tahun ini aku bener bener berubah diva . Anak aku cewek . Aku gak mau karma ke Vania . Aku itu takut banget punya anak cewek " lirih Aldo


" Kalo anak ketiga cewek gimana ? "


Argh !


" Gak ! Pokonya harus cowok ! Aku gak mau kalo nanti anak ketiga cewek . Aku bener bener sewa bodyguard untuk kedua anak aku "


Diva tersenyum


" Aku mau tanya . Kalo suatu saat nanti tiba tiba Vania di deketin cowok dan meminta izin sama kamu untuk malam mingguan gimana ? " Tanya diva


Aldo terdiam dia gak tahu harus jawab apa . Kenapa Aldo gak mikir kesana sejak dulu .


" Mas ... Jawab ..." Rengek diva


" Aku injek leher nya . Apa apaan ngajak anak gadis papa jalan malam mingguan ! "


" Kenapa emangnya ? Aku juga dulu kaya gitu malam mingguan jalan sama mantan aku "


Aldo menepuk tangan


" Jadi bahas mantan nih , ayo kalo mau bahas mantan . Asal kamu jangan ngambek "


Diva menggeleng kepalanya


" Gak. Gak boleh kamu bahas mantan . Kamu itu lebih banyak . Dan lebih banyak kamu pakai "


Aldo tersenyum miring


" Makanya jangan coba coba macam macam bahas mantan "


" Ya ya ya , kalo misalkan anak kita pacaran dari SD gimana ? "


" WAH UDAH GILA ! SIAPA YANG NGAJARIN ! " teriak Aldo membuat diva terkejut sekaligus tertawa


" Aku ? Kamu lupa aku itu pacaran dari SD "


" Aku akan nasehat in sama anak anak aku . Kalo pacaran itu makan waktu . Mending sekalian nikah aja . Tapi nanti setelah mereka sudah lulus kuliah . Seperti aku sama kamu . Kita gak pacaran tapi langsung nikah . Padahal dari kita masih kecil udah dijodohkan . Tapi kita masih cari sana sini . Padahal jodoh di depan mata "


" Em benar mas . Tapi kalo kita engak begitu . Kita gak ada pembelajaran mas . Gak tau cara sakit hati itu gimana . Terus kita juga belajar perhatian dan kasih sayang "


" Benar diva ! "


" Mas , aku pengen kaya kak Caca . Mas minum obat nya "


" Kamu itu masih awal awal sayang . Nanti aja ya . Aku konsultasi dulu sama Tante "


" Janji ya mas , aku penasaran gimana rasanya "


" Ya biasa aja rasanya . Gak ada istimewa seperti martabak telor 3 "


" Hahaha . Kamu lucu mas " ejek diva sambil keluar dari kamar


Aldo tersenyum lalu dia segera keluar dari kamar dan ikut sarapan