FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
64. Kesalahan dafa



Dimas dan Caca baru saja sampai rumah setelah dia menagih uang bulanan kost kostan . Melihat Ken yang sedang melamun di halaman rumah sambil mengigit jarinya


Dimas megendong keponakan nya itu sambil membawa masuk


" Kenapa melamun ? Nanti ada hihi loh "


" Kakak, kakak ninggalin mas main sama temennya . Kakak gak mau ajak mas main "


" Kemana ? Naik apa ? "


" Naik sepedah "


Dimas menaruh ke di ruang tamu . Dia juga menyalakan tv untuk Ken menonton


" Kakak main sebentar aja kok . Nanti mas di ajak main sama kakak ya "


Ken mengagguk dia memeluk Dimas . Ken sedih kakaknya main dengan temen temennya . Ken cemburu kakaknya punya temen


" Nanti sore kita jalan jalan sama adek sama mama juga ya . Udah jangan sedih" Dimas menyemangati keponakan nya itu


Ken mengagguk , sambil makan cemilan sambil nonton tv tak lama kemudian Ken tertidur di lengan Dimas . Hal itu membuat diva yang melihat anaknya tidur di sofa meminta tolong suaminya untuk memindahkan di kamar


" Kak , nanti sore mau ikut gak . Aku punya voucher makan gratis "


" Dimana ? " Tanya Dimas


" Ada deh kak. Dia restoran baru . Steak gitu . Kalo harga normalnya mah 900 an kak "


" Yaudah kalo di ajak mah ayu Ayuk aja "


Diva mengagguk dia lalu ke lantai dua menuju kamarnya . Diva dan Aldo main kesini juga ingin mengajak kakak nya makan . Karena diva belanja kebutuhan semalam dia mendapatkan voucher mendapatkan 10 tiket


Dari pada sayang akhirnya diva mengajak kakak nya lagi pula sekalian malam mingguan . Pikir diva


**


Sore harinya semuanya telah siap malam mingguan


" Jemput Dafa sana dim suruh pulang anaknya "


Dimas mengagguk dia segera keluar mengambil motornya untuk kerumah temen Dafa. Sampai di sana orang tua temen Dafa . Mereka bilang sedang bermain di sekolahan


Akhirnya Dimas ke sekolah Dafa . Tak ada anaknya itu . Dimas langsung menghubungi Caca kalo anak nya itu gak ada di rumah temennya atau di sekolah. Siapa tahu Dafa sudah pulang


Dimas menyuruh Caca untuk turun kebawah siapa tahu anaknya itu udah pulang . Kenyataan nya belum juga pulang


( Yaudah , aku telpon Dafa dulu . Dia bawa hp nya nih )


( Yaudah , aku pulang ya yang )


( Hem )


Caca langsung menghubungi Dafa . Dan untung nya anak itu langsung mengangkat . Caca mengajak Dafa untuk malam mingguan di restoran . Tapi Dafa. Bilang dia lagi bersama temen temennya warnet


( Jadi kamu gak mau ikut ? ) Tanya Caca


( Engak maa)


( Yaudah , ada Oma sama oppa disini ya . Ingat ya sebelum magrib harus pulang )


( Iya maa )


( Oh iya di warnet mana ? ) Tanya Caca


( Belakang kampung maa ) jawab Dafa


( Oh disitu, yaudah mama tutup ya . Ingat sebelum magrib harus pulang )


Caca langsung mematikan panggilannya dia mengajak Ken, dara , Vania untuk turun . Sambil menunggu diva dan Aldo yang sedang siap siap untuk berangkat malam mingguan


" Dimana Dafa ? " tanya dimas baru aja sampai


" Di warnet , dia lagi asik kali ya dim . Dia gak mau ikut kita . Anak kita udah besar dim dikit lagi pasti dia gak mau ikut kita kemana mana "


Dimas hanya diam , lalu dia kembali ke kamar untuk menganti baju nya supaya terlihat keren nanti


Berjalan dengan satu mobil . Aldo dan Dimas duduk di depan keduanya saling ngobrol satu sama lain sedangkan di belakang cewek cewek dan anak anaknya yang asik bernyanyi


Sampai lah mereka di restoran yang akan mereka makan gratis . Semuanya telah duduk sedangkan diva ke kasir dia memberikan kupon gratis nya . Daging steak datang membuat semuanya senang apalagi Caca dan diva . Dia menyukai diskon dan gratisan seperti ini


Setelah dari restoran itu . Mereka bejalan jalan keliling kota . Supaya bisa malam mingguan . Jam pukul 8 malam anak anak di belakang sudah pada tidur


Saat kembali kerumah . Caca tak menemukan Dafa . Akhirnya Caca ke kamar mama dan ayah mertuanya menanyakan Dafa


" Dafa belum pulang ma? " Ucap Caca terkejut


" Belum , tadi ayah suruh mbak cari Dafa kerumah temennya dia bilang Dafa main . Gak tau main kemana " ucap mama


Caca langsung memanggil Dimas lewat telpon rumah


" Tolong cari Dafa di warnet . Bawa dia pulang !!" Marah Caca


Dimas langsung turun dia mengambil kunci motornya menjemput Dafa di warnet


Sampai warnet Dimas langsung mengubrak meja komputer membuat Dafa terkejut


" PULANG !!!"


Seketika warnet menjadi hening . Begitu juga dengan Dafa . Dia terlalu takut sampai sampai barang yang dia bawah terjatuh


Dimas mengikuti Dafa dari belakang karena anaknya itu membawa sepeda . Sampai di rumah Caca habis habisan marahin Dafa karena tak menempati janjinya pulang sebelum magrib


Dafa terus menangis . Dia di marahin Caca dan Dimas


" Kalo kamu gak ingat pulang , sekalian bawa baju kamu tinggal di warnet !! Gak usah pulang sekalian ! " Ancam Caca


Dafa semakin menangis . Setelah itu Caca menyuruh Dafa untuk mandi dan sholat isya . Gimana Caca gak marah kalo anaknya itu melalaikan kewajibannya


" Temani Dafa makan . Aku mau ke atas temani dara " ucap Caca kepada Dimas


Dimas mengagguk dia menunggu di meja makan . Dafa masih menangis cuma di tahan aja sama Dafa supaya tak keluar lagi


" Kamu masih ingat pulang kan ? " Tanya Dimas


Dafa mengagguk . Dafa menjadi gak mood makan bahkan dia gak habis karena terlalu takut . Akhirnya Dimas mengecup kening Dafa dan memeluk anaknya itu


Dafa langsung menangis memeluk Dimas . Dia juga meminta maaf membuat mama dan ayahnya marah


" Jangan di ulangi lagi ya . Mama itu lagi hamil . Emosi nya turun naik . Kalo kamu nurutin apa yang mama mau gak akan kaya gini . Sekarang ayo makan . Ayah suapin "


Dafa mengagguk dia menghapus air matanya dan membuka mulut . Sesekali Dimas mengajaknya bercanda supaya Dafa gak sedih lagi


Setelah selesai makan dan minum susu yang Caca buat . Dimas menemani Dafa untuk tidur karena jam sudah pukul 10 malam


Setelah sholat subuh Dafa menemani adiknya itu sedang main . Dafa menjadi sangat baik kepada adiknya gara gara semalam Dafa di marahi oleh mamanya


Dafa mengikuti adiknya kemana pun . Sampai akhirnya dara bermain di area kolom berenang


" Nanti kita berenang sama dedek Ken juga dedek Vania ya . Sini duduk . Mama lagi buat susu juga sarapan buat adek "


Dara mengagguk kaki mereka berdua ke arah kolom berenang tak lama kemudian Caca datang membawa sarapan untuk mereka berdua


" Maa "


Caca masih diam


" Dara harus menjadi anak yang nurut ya . Kalo adek nurut mama sama ayah gak akan marah "


Dafa memeluk mamanya dia bener bener menyesal


" Iya mama maafin . Sekarang duduk "


Dafa duduk lagi dia menyiram air ke kaki dara . Membuat keduanya tertawa . Tak lama kemudian Caca membawa sarapan lagi untuk Dafa


" Biar mama suapin " Dafa mengagguk


Dara menatap kakaknya yang sedang di suapin lagi . Dara juga membuka mulutnya dia juga mau makan apa yang kakaknya makan


" Gitu dong . Makan pagi itu nasi . Biar badannya kaya kakak " ucap Caca


Dara dan Dafa hanya diam . Mendadak kalo makan berdua dengan adiknya menjadi *****


" Kalo makan berdua sama kakak mau ya makan nasi ? " Tanya Caca


Dara mengagguk bahkan dia membuka mulut lagi setelah belum lama Caca menyuapi


" Nambah ya ! Mama demen nih kalo kakak sama adek makannya ***** "


Keduanya mengagguk . Tak lama kemudian Ken dan Vania baru aja datang . Mereka berdua juga sudah rapi dengan pakaian berenang


Mereka juga ikut duduk di pinggir dengan kaki di gantung di kolom berenang


Melihat Dafa dan juga dara makan begitu lahap . Caca menawarkan kedua keponakanya itu lagi


" Astaga mas , liat mas anak kamu malah makan lagi "


Ucap diva kepada Aldo yang ikut ke halaman belakang , melihat kedua anaknya makan lagi di suapin oleh Caca


Setelah keempat anak itu menyudahi makannya. Mereka meminta untuk berenang di pagi hari . Keempat anak itu juga memakai pelampung masing masing


" Padahal di rumah kolom berenang nya lebih besar , kenapa mau disini " ucap diva sombong kepada kakaknya


" Jangan sombong belum aja rumah lu kebakaran "


Aldo dan Caca juga hanya bisa tersenyum . Mulai lah adik kakak itu saling meninggikan derajat nya


" Loh aku ngomong kenyataan kan . Bukannya apa apa ya . Rumah ini sama rumah aku . Mobil nya kebanyakan rumah aku "


Ck !


Dimas langsung kesel kepada adiknya


" Ntar gue beli sama showroom nya . Kalo perlu gue beli sama pabrik nya "


Diva tertawa geli akhirnya dia bisa sombong juga kepada Dimas


" Bukannya kamu jadi mau naruh helikopter aku di atas mas ? "


Ck !


" Helikopter kena angin juga jatuh "


" Apa sih iri aja lu " ejek diva sama memeluk suaminya itu


" Lu boleh bangga bangga harta . Tapi liat . Kost kostan gue dimana mana . Perusahaan bisa aja bangkrut atau kendaraan bisa aja satu persatu rusak . Tapi engak dengan kost kostan " kali ini Dimas yang sombong kepada adiknya


Ck !


" Kost kostan juga kak Caca yang ngurus. Kak Dimas taunya tiap bulan duit ada aja "


" Mana ada ! Gue juga ikut adil . Iya kan sayang " ucap Dimas tersenyum kepada Caca juga mengecup pipi istrinya


Dimas mendekati adiknya lalu dia rangkul dan menjitak kepalanya diva gemas


" Hahaha . 1 kosong " ucap diva sambil tertawa


Dimas hanya tersenyum dia tahu adiknya itu sama jailnya dengan Dimas . Maka dari itu Dimas bener bener gemes dengan adiknya yang gak mau kalah