FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
29. Uncle



Tepat jam 3 pagi . Putri terus menghubungi argo . Sampai akhirnya beberapa panggilan argo mengangkat nya


" Pe perut aku sakit hiks hiks hiks "


Argo langsung terbangun dia mengambil jaket dan memakai celana pendeknya . Argo segera keluar berlari turun tangga


Beberapa menit kemudian argo telah sampai di apartemen putri . Di buka pintu itu lalu Putri langsung memeluk argo


" Perut aku sakit hiks hiks hiks "


Huh !


Argo memundurkan tubuhnya supaya putri bisa duduk di sofa . Membantu putri mengelus perutnya


" masih sakit ?" Tanya argo


Putri mengagguk


Argo di buat bingung pasalnya dia belum ada pengalamannya seperti ini . Argo membopong ala bridal style untung nya putri sangat kecil dan pendek


" Tidurlah . Aku temani " ucap argo sambil merebahkan tubuhnya . Dia masih mengelus perut putri


Cup cup


Entah kenapa argo menjadi sosok pria yang menyayangi perempuan nya sedang mengandung . Walaupun perut putri belum terlalu buncit banget tapi sudah sedikit mengembang


Argo mengambil ponselnya dia menyetel surat Yasin supaya putri bisa tidur nyenyak . Setelah putri sudah mendengur argo segera keluar dan tidur di sofa


Pagi harinya argo menjadi koki mendadak . Dia membuat kan telur dadar andalannya saat masih kuliah di Singapore dulu


Tak lupa membuat kan susu hamil untuk putri . Makanan selesai di hindangkan di meja makan . Argo segera masuk ke kamar . Mengelus kepala putri menaruh nya di atas paha


" Hei . Bangun . Kamu harus sarapan dan seharusnya juga kamu olahraga berjalan supaya kandungan kamu itu bagus . Ayo bangun . Aku mau antar kamu ke rumah sakit "


Argo terus mencium pipi putri agar dia bangun . Argo juga mengelus perut putri


" Memang beda kalo perempuan sudah hamil . Bikin gemesh " ucap argo


Argo terus menoel noel pipi putri . Sampai akhirnya putri bangun


" Masih sakit gak ? "


" Udah engak kok " jawab putri


" Yaudah bangun . Aku udah siapin sarapan buat kamu "


Pelan pelan argo membantu putri untuk bangun . Berjalan dari kamar ke ruang depan terus bergandengan


Argo juga yang mengambil mangkok dan menyendok . Sebelum itu dia mencicipi panas atau tidak . Argo meniup niup sebelum masuk kedalam mulut putri


" Gimana enak ? "


Putri mengangkat jempolnya enak


" Aku mau antar kamu ke rumah sakit . Sekalian kita cek kandungan " argo mengelus kepala putri


Putri mengagguk memang sudah waktunya putri harus mengecek . Sekalian juga ada beberapa pertanyaan mengenai kehamilan nya


**


" Baby " panggil putri


Argo menoleh . Kenapa jadi Putri memanggil nya dengan baby . Tapi argo engak protes . Biarlah sesuka putri


" Semalam kamu kemana ? Aku udah masak banyak loh. Aku masak cumi balado dan soup ayam " tanya putri


" Aku ? Kemarin ada pekerjaan . Kenapa ya . Emang aku ada janji ? " Tanya argo menoleh


" Kamu lupa ? Kamu kan mau cicipin makanan aku "


" Ya ya maaf ya . Aku janji lain kali kita kita makan malam lagi , lagian kenapa semalam kamu gak kabarin aku aja ?"


" Aku takut kamu lagi perjalanan ke tempat aku . Makanya aku tungguin sampai malam . Akhirnya aku bagi bagi tetangga aja dari pada di buang "


" Baiknya " argo tersenyum sambil mengelus kepala putri


" Kamu tau gak sih aku nyaman banget kalo di elus elus "


" Oh ya ? " Tanya argo


" Ya . Aku merasa ada yang jagain . Di sayang "


Argo tersenyum . Lalu tangan turun ke arah perut yang sudah mulai buncit


" Aku penasaran sama anak ini . Mirip siapa kira kira " ucap argo


Putri langsung terdiam


Terpaksa putri tekekeh . Kirain argo akan menuduh putri berhubungan bebas s*x lagi


" Sabar ya dek ya . Ini papa lagi perjalanan kerumah sakit sama mama kamu " argo berbicara kepada bayinya


" Oh iya . Kamu engak ke kampus ? "


" Mana sempat . Cium parfum orang lain aja langsung mual . Jadi aku memutuskan untuk ambil cuti "


" Baguslah . Aku takut kamu kenapa kenapa " jawab argo


Saat sampai di rumah sakit . Argo terdiam menatap putri yang saat ini sedang merias bibir nya


Argo memegang perut putri lagi dia bener bener gemes . Pantas aja Dimas meminta Caca untuk hamil lagi . Ternyata perempuan hamil begini


Cup


" Dek , mau makan apa ? "


" Apa aja pah " Jawab putri


" Aku tanya adek kok kenapa yang jawab mama " argo tekekeh


Keduanya turun dari mobil . Tangan putri tak lepas dari lengan argo untuk masuk kedalam rumah sakit


" Bosan juga ya nunggu antrian " ucap argo


Putri juga sangat bosan padahal dia sudah datang pagi . Putri menaruh kepalanya di bahu argo . Di kecup kening putri oleh laki laki yang bersedia menjadi sandarannya


Setelah mengecek beberapa pertanyaan yang di jawab oleh dokter kandungan akhirnya mereka keluar . Argo menebus obat putri sedangkan putri hanya duduk manis karena tadi saat turun dari tempat tidur perut nya keram lagi


" Masih sakit ? " Tanya argo sambil mengelus perut putri


" Udah engak , udah selesai . Yuk " ajak putri


Kedua nya berjalan menuju lift untuk turun


" Bunda , uncle ..." Ujuk mas Ken


Diva dan Ken juga berada di rumah sakit itu juga


" Mana mas ? Gak mungkin uncle ada disini "


Diva melihat kanan kiri . Dan saat diva melihat pandangan ke arah lift . Argo sudah lebih dulu masuk


Kedua ibu dan anak itu masuk ke dalam ruangan konsultasi


" Mas Ken jangan berisik ya . Nanti dokter nya marah . Duduk yang manis "


" Iya bunda " ucap duduk di samping diva di saat mereka sudah masuk kedalam ruangan


Keduanya tersenyum bahagia saat keluar dari rumah sakit . Argo membuka pintu mobil untuk putri segera masuk terlebih dahulu . Lalu dia memutar dan duduk di samping putri


" Aku harus ke kantor put "


" Argo ..."


Argo menoleh ke arah belakang saat dirinya ingin kembali memakai jaket nya


" Boleh nggak aku itu kerja di tempat kamu "


" Kenapa ? " Tanya argo mendekat


" Aku butuh pekerjaan "


Argo tersenyum dia mengelus kepala putri


" Kamu butuh pekerjaan atau uang ? "


Putri kesal dia melepaskan tangan argo di kepalanya


" Segitu buruk nya aku di mata kamu ! " Ucap putri kesel


" Astaga , kenapa jadi marah marah begitu . Ah maklum lah yang ada di hadapan ku ibu hamil " batin argo


" Ya ya ya . Maaf . Tapi kenapa kamu mau bekerja ? Aku bisa nafkahin kamu . Udah masalah kebutuhan kamu gak usah pikirin . Yang kamu harus pikirin itu diri kamu , anak kita ! "


Putri terdiam dia ngak bisa membalas ucapan argo sampai akhirnya argo mencium pipi putri


" Aku berangkat ya . Jangan lupa makan yang banyak biar tambah gendut "


Hish !


" Bercanda put ..." Ejek argo