
Tepat jam 3 pagi . Putri terus menghubungi argo . Sampai akhirnya beberapa panggilan argo mengangkat nya
" Pe perut aku sakit hiks hiks hiks "
Argo langsung terbangun dia mengambil jaket dan memakai celana pendeknya . Argo segera keluar berlari turun tangga
Beberapa menit kemudian argo telah sampai di apartemen putri . Di buka pintu itu lalu Putri langsung memeluk argo
" Perut aku sakit hiks hiks hiks "
Huh !
Argo memundurkan tubuhnya supaya putri bisa duduk di sofa . Membantu putri mengelus perutnya
" masih sakit ?" Tanya argo
Putri mengagguk
Argo di buat bingung pasalnya dia belum ada pengalamannya seperti ini . Argo membopong ala bridal style untung nya putri sangat kecil dan pendek
" Tidurlah . Aku temani " ucap argo sambil merebahkan tubuhnya . Dia masih mengelus perut putri
Cup cup
Entah kenapa argo menjadi sosok pria yang menyayangi perempuan nya sedang mengandung . Walaupun perut putri belum terlalu buncit banget tapi sudah sedikit mengembang
Argo mengambil ponselnya dia menyetel surat Yasin supaya putri bisa tidur nyenyak . Setelah putri sudah mendengur argo segera keluar dan tidur di sofa
Pagi harinya argo menjadi koki mendadak . Dia membuat kan telur dadar andalannya saat masih kuliah di Singapore dulu
Tak lupa membuat kan susu hamil untuk putri . Makanan selesai di hindangkan di meja makan . Argo segera masuk ke kamar . Mengelus kepala putri menaruh nya di atas paha
" Hei . Bangun . Kamu harus sarapan dan seharusnya juga kamu olahraga berjalan supaya kandungan kamu itu bagus . Ayo bangun . Aku mau antar kamu ke rumah sakit "
Argo terus mencium pipi putri agar dia bangun . Argo juga mengelus perut putri
" Memang beda kalo perempuan sudah hamil . Bikin gemesh " ucap argo
Argo terus menoel noel pipi putri . Sampai akhirnya putri bangun
" Masih sakit gak ? "
" Udah engak kok " jawab putri
" Yaudah bangun . Aku udah siapin sarapan buat kamu "
Pelan pelan argo membantu putri untuk bangun . Berjalan dari kamar ke ruang depan terus bergandengan
Argo juga yang mengambil mangkok dan menyendok . Sebelum itu dia mencicipi panas atau tidak . Argo meniup niup sebelum masuk kedalam mulut putri
" Gimana enak ? "
Putri mengangkat jempolnya enak
" Aku mau antar kamu ke rumah sakit . Sekalian kita cek kandungan " argo mengelus kepala putri
Putri mengagguk memang sudah waktunya putri harus mengecek . Sekalian juga ada beberapa pertanyaan mengenai kehamilan nya
**
" Baby " panggil putri
Argo menoleh . Kenapa jadi Putri memanggil nya dengan baby . Tapi argo engak protes . Biarlah sesuka putri
" Semalam kamu kemana ? Aku udah masak banyak loh. Aku masak cumi balado dan soup ayam " tanya putri
" Aku ? Kemarin ada pekerjaan . Kenapa ya . Emang aku ada janji ? " Tanya argo menoleh
" Kamu lupa ? Kamu kan mau cicipin makanan aku "
" Ya ya maaf ya . Aku janji lain kali kita kita makan malam lagi , lagian kenapa semalam kamu gak kabarin aku aja ?"
" Aku takut kamu lagi perjalanan ke tempat aku . Makanya aku tungguin sampai malam . Akhirnya aku bagi bagi tetangga aja dari pada di buang "
" Baiknya " argo tersenyum sambil mengelus kepala putri
" Kamu tau gak sih aku nyaman banget kalo di elus elus "
" Oh ya ? " Tanya argo
" Ya . Aku merasa ada yang jagain . Di sayang "
Argo tersenyum . Lalu tangan turun ke arah perut yang sudah mulai buncit
" Aku penasaran sama anak ini . Mirip siapa kira kira " ucap argo
Putri langsung terdiam
Terpaksa putri tekekeh . Kirain argo akan menuduh putri berhubungan bebas s*x lagi
" Sabar ya dek ya . Ini papa lagi perjalanan kerumah sakit sama mama kamu " argo berbicara kepada bayinya
" Oh iya . Kamu engak ke kampus ? "
" Mana sempat . Cium parfum orang lain aja langsung mual . Jadi aku memutuskan untuk ambil cuti "
" Baguslah . Aku takut kamu kenapa kenapa " jawab argo
Saat sampai di rumah sakit . Argo terdiam menatap putri yang saat ini sedang merias bibir nya
Argo memegang perut putri lagi dia bener bener gemes . Pantas aja Dimas meminta Caca untuk hamil lagi . Ternyata perempuan hamil begini
Cup
" Dek , mau makan apa ? "
" Apa aja pah " Jawab putri
" Aku tanya adek kok kenapa yang jawab mama " argo tekekeh
Keduanya turun dari mobil . Tangan putri tak lepas dari lengan argo untuk masuk kedalam rumah sakit
" Bosan juga ya nunggu antrian " ucap argo
Putri juga sangat bosan padahal dia sudah datang pagi . Putri menaruh kepalanya di bahu argo . Di kecup kening putri oleh laki laki yang bersedia menjadi sandarannya
Setelah mengecek beberapa pertanyaan yang di jawab oleh dokter kandungan akhirnya mereka keluar . Argo menebus obat putri sedangkan putri hanya duduk manis karena tadi saat turun dari tempat tidur perut nya keram lagi
" Masih sakit ? " Tanya argo sambil mengelus perut putri
" Udah engak , udah selesai . Yuk " ajak putri
Kedua nya berjalan menuju lift untuk turun
" Bunda , uncle ..." Ujuk mas Ken
Diva dan Ken juga berada di rumah sakit itu juga
" Mana mas ? Gak mungkin uncle ada disini "
Diva melihat kanan kiri . Dan saat diva melihat pandangan ke arah lift . Argo sudah lebih dulu masuk
Kedua ibu dan anak itu masuk ke dalam ruangan konsultasi
" Mas Ken jangan berisik ya . Nanti dokter nya marah . Duduk yang manis "
" Iya bunda " ucap duduk di samping diva di saat mereka sudah masuk kedalam ruangan
Keduanya tersenyum bahagia saat keluar dari rumah sakit . Argo membuka pintu mobil untuk putri segera masuk terlebih dahulu . Lalu dia memutar dan duduk di samping putri
" Aku harus ke kantor put "
" Argo ..."
Argo menoleh ke arah belakang saat dirinya ingin kembali memakai jaket nya
" Boleh nggak aku itu kerja di tempat kamu "
" Kenapa ? " Tanya argo mendekat
" Aku butuh pekerjaan "
Argo tersenyum dia mengelus kepala putri
" Kamu butuh pekerjaan atau uang ? "
Putri kesal dia melepaskan tangan argo di kepalanya
" Segitu buruk nya aku di mata kamu ! " Ucap putri kesel
" Astaga , kenapa jadi marah marah begitu . Ah maklum lah yang ada di hadapan ku ibu hamil " batin argo
" Ya ya ya . Maaf . Tapi kenapa kamu mau bekerja ? Aku bisa nafkahin kamu . Udah masalah kebutuhan kamu gak usah pikirin . Yang kamu harus pikirin itu diri kamu , anak kita ! "
Putri terdiam dia ngak bisa membalas ucapan argo sampai akhirnya argo mencium pipi putri
" Aku berangkat ya . Jangan lupa makan yang banyak biar tambah gendut "
Hish !
" Bercanda put ..." Ejek argo