
"Yamato. Keluar kau. Bayar semua utangmu", teriak seorang pemuda berbadan kekar.
Yamato yang mendengar teriakan itu bergegas menemui si pemilik suara tersebut.
"Keluar juga akhirnya. Sudah hampir nunggak empat bulan kau tidak bayar utangmu. Bayar sekarang atau anak gadismu yang menjadi jaminannya", ujar pria tersebut.
Jordan yang sedang tidur pulas, terbangun dikarenakan suara berisik dari depan rumah Yamato.
Jordan perlahan-lahan bangkit dari tempat tidurnya dan menghampiri sumber keributan yang membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Beraninya kau melawan. Sudah bosan hidup ya?", ujar pria itu sembari memerintahkan bawahannya untuk menghajar Yamato.
Satu persatu luka mulai timbul di tubuh Yamato. Ketidak berdayaan Yamato membuatnya lemah tidak berkutik menghadapi pukulan bawahan pria itu.
Jordan yang sampai di lokasi keributan itu, terkejut melihat Yamato yang sedang di pukul oleh beberapa orang. Dengan cepat Jordan berlari dan mengeluarkan serangan tapak.
"Jurus angin:Pedang angin"
Seketika angin berkumpul di tangan Jordan, dan membentuk sebuah pedang. Dengan cepat Jordan menyerang orang yang menghajar Yamato.
Bawahan pria itu terkejut dan tidak siap menerima serangan dari Jordan. Pedang angin memotong kedua tangan mereka.
"Uaghh......Tangan ku", teriak salah satu bawahan pria tersebut.
Tidak terkecuali bawahan yang lain, mereka meronta-ronta kesakitan sambil memegangi tangan mereka yang sudah terpotong.
Melihat hal itu, pria kekar tersebut menjadi waspada dan berhati-hati. Melihat bawahannya meronta kesakitan, pria itu memberanikan diri untuk bertanya kepada Jordan.
"Hei anak muda. Siapa Kau? Jangan ikut campur urusan kami", ujar pria itu.
Jordan menatap pria itu dingin. Dengan tatapan yang di berikan Jordan, pria itu sampai mengucurkan keringat.
"Aku? Kau tidak perlu tau siapa aku. Kau sudah menindas orang lemah, tidak akan ku biarkan", ujar Jordan.
"Kau sombong sekali bocah. Aku akan memberikan pelajaran berarti padamu", ujar pria itu sembari melesat cepat memberikan serangan tapak kepada Jordan.
Jordan tersenyum sinis menghadapi serangan tersebut. Dengan mudahnya Jordan menghindari setiap serangan yang datang padanya.
"Lumayan juga. Tidak sia-sia Kau memiliki badan yang kekar", ujar Jordan sembari tertawa lantang.
"Masih bisa tertawa ya? Rasakan jurusku ini", ujar pria itu sembari memberikan serangan.
"Jurus tanah: Penghancur Gunung"
Seketika gumpalan batu menyelimuti tangan pria itu. Jordan yang merasakan kekuatan besar tersebut, dengan cepat menghindar.
DUARRR........
Suara ledakan yang besar, membuat tanah di sekitar pria itu rusak parah hingga radius puluhan meter.
"Wah wah wah. Luar biasa. Serangan yang mematikan. Untung saja aku cepat menghindar", ujar Jordan sambil melompat ke belakang.
Pria itu tidak mengindahkan perkataan Jordan dan terus menyerang Jordan dengan membabi buta.
"Cih.. Ternyata bukan serangan sembarangan. Aku harus menghentikannya", Gumam Jordan dalam hati.
"Apa kabar cucuku. Kau perlu bantuan?",
Kata-kata tersebut sontak membuat Jordan terhenti sejenak.
"Siapa kau? apa yang kau inginkan dariku", ujar Jordan.
Pria tersebut terheran melihat Jordan. Sebab Jordan berkata-kata Sendiri seperti orang gila.
"Hei bocah. apakah kau takut sehingga menjadi gila",Ujar pria tersebut.
Jordan tidak menanggapi perkataan tersebut. Jordan terfokus dengan asal suara yang yang memanggilnya sebagai cucu.
"Aku akan membantumu",
Jordan tidak memikirkan apa-apa. Pikirannya kosong seketika. Pria yang menjadi lawan Jordan sontak tambah heran melihat reaksi dari Jordan. Tampa pikir panjang, dia kemudian menyerang Jordan yang sedang lengah.
"Matilah kau bocah", ujar pria itu lantang.
Jordan yang terdiam, tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menangkis serangan tersebut.
Mata Jordan kemudian berubah seperti mata ular dan hawa yang di keluarkan Jordan menjadi sangat menekan.
"Ingin membunuhku? jangan harap", ujar Jordan sembari memukul mundur pria itu.
Dengan cepat pria itu menghindar ke belakang.
"Ada apa dengan bocah ini. Kenapa kekuatannya bertambah besar? Hawa yang dia keluarkan juga sepertinya sangat berbahaya?", gumam pria itu dalam hati.
"Ahh...Aku sudah lama tidak berolahraga. Aku harus menggerakkan tubuhku", ujar Jordan.
"Sepertinya kesombonganmu bertambah ya bocah. Aku akan membunuhmu sekarang", ujar pria itu sembari menyerang kembali.
"Haaa....Dasar", ujar Jordan yang kemudian bergerak cepat sembari mengeluarkan sebuah jurus.
"Cakar Harimau Surgawi"
Serangan Jordan sangat mendadak. Pria itu tidak sempat menghindar dan pasrah ketika serangan itu menyentuh dirinya.
Tangan Jordan bercahaya membentuk sebuah cakar yang amat besar dan menyerang pria itu. Serangan yang di berikan Jordan sukses membuat pria itu meregang nyawa.
Pria itu tidak menyangka, akan terbunuh oleh sosok anak kecil.
Setelah pertarungan itu, Jordan kemudian mendapatkan kembali kesadarannya. Tetapi kali ini dirinya tidak pingsan seperti biasa.
"Apa yang terjadi?", Gumam Jordan dalam hati.
Dengan perasaan campur aduk, Jordan kembali mendengar suara yang sama ketika dirinya kehilangan kesadaran.