Devil Eyes

Devil Eyes
Kegelapan Menguasai Langit



Jordan merasakan sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Walau Jordan bersama dengan Daeng Lin di Ruang Jiwa, Jordan bisa merasakan perubahan besar di dalam tubuhnya.


"Kakek. Apa yang dia lakukan pada tubuhku itu?", tanya Jordan penasaran.


Daeng Lin hanya terdiam menanggapi pertanyaan Jordan. Daeng Lin sudah bisa menebak seperti apa berikutnya.


"Kau tidak perlu berkata banyak. Berusahalah untuk mendapatkan kendali tubuhmu kembali. Kalau tidak, tubuhmu tidak akan kuat menahan sakit yang sudah di buat oleh Iblis Jiwa", jelas Daeng Lin.


Jordan merasa binggung akan penjelasan dari Daeng Lin. Tampa perlu banyak bertanya lagi, Jordan bermeditasi dan mengumpulkan kekuatan untuk mendapatkan kembali tubuhnya.


Disisi lain, Iblis Jiwa sedang bertarung sengit dengan Xiu Weng. Jurus demi jurus mereka keluarkan untuk menumbangkan satu sama lain.


"Kau hebat juga", ujar Xiu Weng.


"Terima kasih manusia", ujar Iblis Jiwa.


'Sial aku harus mengakhiri ini. Anak ini mau mengambil alih kembali tubuhnya. Aku harus membunuhnya supaya bisa menyerap aura kematian darinya', gumam Iblis Jiwa.


"Mari kita lanjutkan kembali. Aku belum kalah darimu", ujar Xiu Weng.


Xiu Weng membentuk kuda-kuda untuk bersiap menyerang atau pun menyambut serangan dari Iblis Jiwa.


"Cukup sampai di sini saja. Aku akan mengakhiri ini semua", ujar Iblis Jiwa.


Iblis Jiwa mengangkat pedang Kegelapan ke atas dan mengaliri begitu banyak Chi dan tenaga dalam milik Jordan dan meneriaki satu jurus.


"Kegelapan Menguasai Langit"


Aura yang mengerikan muncul seketika dari pedang Kegelapan milik Jordan. Seketika langit menjadi gelap gulita seperti langit malam tanpa bintang.


"Aku akan mengakhiri ini", ujar Iblis Jiwa sembari mengayunkan pedang Kegelapan ke arah Xiu Weng.


Seketika angin bertiup melewati tubuh Xiu Weng dengan lembut. Tetapi setelah itu, Xiu Weng merasa di dalam tubuhnya seperti di potong-potong oleh pedang tertajam di dunia.


Saat yang sama, Di seluruh lubang yang ada di tubuh Xiu Weng mengeluarkan darah segar serta perlahan-lahan membetuk banyaknya sayatan di tubuhnya.


"Uagh......A......apa, y.......yang terjadi pad.......?",


Perkataan Xiu Weng tidak terdengar lagi setelah dengan ajaib tubuhnya berubah menjadi seperti daging sapi giling.


Bahkan tidak akan ada seorang pun yang bisa mengenali wujud serta rupa dari Xiu Weng.


"Orang yang terkena jurus ku ini tidak pernah ada yang selamat", ujar Iblis Jiwa yang kemudian berangsur-angsur menghilang dari tubuh Jordan.


"Ternyata anak ini memang tuan yang cocok denganmu. Begitu kuat dan haus darah. Kau akan bangga menjadi budaknya", ujar Iblis Jiwa sembari memandang pedang Kegelapan di tangannya.


Pada saat yang sama, jiwa Jordan sudah kembali ke tubuhnya.


"Mahluk itu? apa yang telah di........",


Perkataan Jordan terputus akibat Jordan merasakan sakit yang luar biasa menyerang tubuhnya. Jordan memuntahkan darah segar dari mulutnya menandakan dirinya mengalami luka yang berat.


"a......Apa....... apa yang di lakukan mahluk itu semasa di tubuhku?", ujar Jordan.


Jordan langsung duduk bersila mengobati penyakit dalamnya dan menetralisir kekuatan jahat yang bersarang di tubuhnya.


Jordan menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk mengontrol luka di dalam tubuhnya.


Setelah selesai mengobati luka dalamnya, rona wajah Jordan mulai menampakkan hasil yang luar biasa.


"Mahluk itu bisa membuat tubuhku menjadi tidak berguna seperti tadi? Mengerikan", gumam Jordan dalam hati.


"Kakek apa yang terjadi pada tubuhku?", tanya Jordan heran.


Dengan wajah yang murung, Daeng Lin mencoba menjelaskan situasinya pada Jordan.


Daeng Lin memberitahukan bahwa, jurus yang Iblis Jiwa gunakan adalah jurus terlarang dari pedang kembar yang tidak lain adalah pedang Cahaya dan pedang Kegelapan.


Daeng Lin menjelaskan bahwa jurus tersebut membuat penggunanya merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena pastinya jurus itu membutuhkan Chi dan tenaga dalam yang besar untuk mengeluarkannya.


Jordan mendengar setiap penjelasan Daeng Lin dengan fokus.


Betapa terkejutnya Jordan mendengar penjelasan tersebut. Bahwasanya jurus Kegelapan Menguasai Langit adalah jurus terlarang dari Keluarga Lin yang telah Daeng Lin segel di pedang Kegelapan.


Pedang tersebut akan menyerap sebagian energi kehidupan penggunanya sehingga penggunanya akan merasakan dampak yang sangat mengerikan dari jurus tersebut.


Kemudian Daeng Lin menunjuk tempat tubuh Xiu Weng tewas. Jordan dengan cepat memalingkan wajahnya dan mengeluarkan isi perutnya seketika.


Kenapa tidak, tubuh Xiu Weng hancur bagaikan daging sapi yang di haluskan.


"Menjijikkan. Bagaimana bisa mahluk tersebut bisa membuat tubuh musuhnya seperti itu?", gumam Jordan dalam hatinya sembari menahan diri untuk tidak mengeluarkan isi perutnya lagi bisa melihat hal tersebut.


"Jurus itu sangat berbahaya, bahkan orang yang terbunuh oleh jurus tersebut akan merasa menjijikkan bila terkena serangan dari jurus tersebut", jelas Daeng Lin.


Jordan kembali menatap lokasi tempat Xiu Weng terbunuh dan mencoba menahan diri agar tidak mengeluarkan isi perutnya lagi.


Jordan yang sudah mendapatkan ketenangan dirinya, mencoba untuk melihat apa yang terjadi.


"Bahkan tulang belulang pun tidak terlihat sama sekali", gumam Jordan dalam hatinya sembari menyelidiki lebih jauh.


Pada saat yang sama, Jordan kembali memuntahkan dara segar dari mulutnya. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya yang ia keluarkan.


"Jangan-jangan dia menghabiskan Chi mu?", tanya Daeng Lin.


"Apa maksudmu kakek?", raya Jordan heran sembari memengang dadanya yang begitu sakit.


"Karena kamu bukan asli dari dunia persilatan ini kamu mungkin tidak tahu", ujar Daeng Lin.


"Seorang pendekar akan mengalami luka dalam yang berat bila ia memaksa dirinya untuk menggunakan semua Chi dan tenaga dalamnya.Karena Chi dan tenaga dalam bisa menyerap aura kehidupan penggunanya menjadikan itu kekuatan bila sudah menghabiskan Chi dan tenaga dalamnya", Jelas Daeng Lin dengan nada marah.


"Iblis Jiwa ini memang benar-benar ingin menguasai dan membuang jiwamu. Sehingga dia bisa mendapatkan kembali tubuh yang sempurna", ujar Daeng Lin lagi.


Jordan kembali di kejutkan oleh Daeng Lin atas penjelasan barusan. Jordan tidak mengetahui pasti apa yang di rencanakan oleh Iblis Jiwa pada dirinya.


"Jika kau tidak ingin menghilang dari dunia ini, kau harus bisa menghapus Iblis Jiwa sepenuhnya dari dirimu", ujar Daeng Lin.


Jordan mencerna setiap nasehat dan arahan dari Daeng Lin. Membuat Jordan semangat ingin menjadi kuat untuk melindungi keluarganya.


Pada saat yang sama, sebuah ledakan terdengar dari daerah tersebut.


"Apa lagi ini?", tanya Jordan emosi.


Jordan melangkah pelan dan memastikan apa yang terjadi di daerah tersebut.


Segerombolan orang mendatangi Jordan yang sudah mengalami luka di tubuhnya.


"Kami menemukannya", ujar seseorang berpakaian lengkap tersebut.


Mereka membujuk seseorang yang tidak lain adalah Jordan yang sedang melangkah pincang akibat kekurangan banyak darah dan tenaga untuk melangkah dan tersungkur di tempat tersebut.