
"Aku adalah kepala keluarga di salah satu keluarga terbesar di dinasti ini", ujar Xio Bio.
"tetapi mereka memanggil kakek dengan sebutan Daeng Lin. Kenapa kakek memperkenalkan diri sebagai Xio Bio?", tanya Jordan heran.
"Hmmmm......Tidak baik berbohong dengan mu", ujar Xio Bio yang sembari menarik sebuah jarum di sekitar wajahnya dan juga jarum yang lain.
Pada saat si kakek menari jarum tersebut, wajah si kakek langsung berubah. Jordan mengamati dengan seksama perubahan wujud wajah si kakek yang tiba-tiba saja kembali muda.
"K....k.....k.....Kau......?", ujar Jordan sembari menunjuk kakek tersebut.
"Maaf telah membohongimu. Namaku sebenarnya adalah Daeng Lin. Aku adalah kepala keluarga Lin", ujar pria itu.
"*Wah wajahku masih ganteng ternyata", ujar roh Daeng Lin.
"Hei orang tua. Kenapa kau memiliki ilmu seperti itu", ujar Jordan meneriaki arwah Daeng Lin
"Wuahahaha. Kau akan mendapat penjelasan darinya", ujar Daeng Lin*.
"Sebenarnya, aku sedang ingin berangkat dari sekte menuju ke kediamanku. Tetapi kami di serang dan semua orang yang aku bawa telah terbunuh oleh parah penjahat tadi", ujar Daeng Lin.
"Di keluarga Lin. kami memiliki beragam macam ilmu. Mulai dari ilmu pedang, ilmu pengobatan, dan salah satunya yang kamu liat barusan, ilmu penyamaran", sambung Daeng Lin.
"Tetapi apa yang menyebabkan anda sangat ingin di bunuh oleh mereka?", ujar Jordan.
"Keluarga Lin mempunyai banyak musuh. Banyak musuh yang menginginkan ilmu dari keluarga kami, sehingga kami yang masih belajar ini banyak di incar oleh orang orang dari segala sekte", jelas Daeng Lin.
"*Hei kakek tua. Apa benar yang dia katakan", ujar Jordan.
"Memang benar. Selama bertahun tahun, keluarga kita selalu melahirkan jagoan jagoan yang hebat dan berbakat. Tidak banyak dari sebuah sekte yang melahirkan jagoan hebat seperti keluarga Lin", ujar Daeng Lin.
"Ahhh...Itu sebabnya banyak yang mengincar nyawa kalian?", tanya Jordan.
"Benar sekali*",
"Siapa namamu anak muda?", ujar Daeng Lin.
"aku belum sempat berterima kasih",sambung Daeng Lin.
"jangan beritahu margamu. Sebutkan saja namamu", ujar arwah Daeng Lin.
"namaku Jordan. Aku seorang pengelana", ujar Jordan berbohong.
"Boleh kah aku bertanya anak muda?", tanya Daeng Lin.
"Darimana kamu mengetahui jurus peninggalan dari keluarga Lin?",tanya Daeng Lin.
Jordan yang mendengar pertanyaan itu langsung terkejut. Tidak ada kata-yang keluar dari mulutnya demi menjelaskan pertanyaan itu.
"Ahh.....aku.....Ahhhh.....anu.....Itu.....", ujar Jordan gugup.
"Apakah kau rengkarnasi dari keluarga Lin?",tanya Daeng Lin lagi.
"Ehhh.....itu.....",
"*Hei kakek tua. Apa yang harus aku katakan?", tanya Jordan.
"Hmmmm. Sebaiknya kamu meng iya kan pernyataan diriku itu. Karena di masa ini banyak yang percaya akan rengkarnasi", ujar arwah Daeng Lin.
"Ahhh...benar sekali", ujar Jordan*.
"Melihat kemampuanmu, setidaknya kamu sudah mencapai pendekar Dewa Langit?", ujar Daeng Lin.
"Sebenarnya ini adalah rahasia. Dewa memintaku untuk menyelesaikan perselisihan antara keluarga Lin dengan sekte-sekte lain", ujar Jordan gugup.
Daeng Lin merenung sejenak dan sesekali memandangi wajah Jordan.
Jordan mencoba untuk tetap memasang wajah seriusnya. Ia tidak ingin rahasianya terbongkar.
"Menurutku memang benar kamu adalah rengkarnasi dari keluarga Lin. Maukah anda pergi denganku ke kediamanku?", tanya Daeng Lin.
Jordan terkejut dengan pernyataan itu. Seorang yang baru mengenal dirinya mau mengajak dia untuk masuk ke lingkungannya.
"Apakah kau ingin menjebaku?", tanya Jordan dengan wajah serius.
"Ah tidak. Aku bukan orang yang kurang ajar untuk menjebak leluhur ku", ujar Daeng Lin sembari menarik kepalanya yang tidak gatal.
"Hei. terima tawarannya. Kita akan bisa melaksanakan misi ini dengan sukses", ujar arwah Daeng Lin.
"Baiklah. Aku akan ikut dengan mu. Tetapi bila kau menjebakku, Aku tidak akan segan-segan menghancurkan keluarga Lin walau aku yang ikut mendirikan keluarga ini", ujar Jordan dengan nada serius.
"Trima kasih. akhirnya. aku bisa mendapatkan guru yang baik", ujar Daeng Lin.
***Btw di cerita ini Daeng Lin merupakan seorang pria yang masih terbilang muda***