
Keesokan paginya, Shion sengaja bangun lebih awal membantu menyiapkan sarapan bagi penghuni rumah tersebut.
"Selamat pagi", ujar Shion menyapa Jordan dan Law Yu.
Law Yu terkejut melihat hidangan yang di masak oleh Shion dan terkagum akan aromanya. Tidak terkecuali Jordan.
"Wahhh.........Menantu idaman. Jordan kamu harus membahagiakan dia", ujar Law Yu menasehati Jordan.
Jordan menatap ayah angkatnya dengan tatapan malas. Sebaliknya Shion hanya tersenyum sambil menutup mulutnya melihat tingkah konyol ayah angkat Jordan.
"Paman Yu. Sudah bertengkar nya, mari sarapan", ujar Shion menawarkan keduanya.
"Aku sangat penasaran dengan makanan ini. Mulai hari ini jangan panggil aku Paman. Panggil aku ayah saja, Hahahaha", ujar Law Yu yang tertawa terbahak-bahak.
Jordan hanya bisa menutup wajahnya melihat tingkah ayah angkatnya tersebut.
"Pam.......Ehhh magsudku ayah. Silakan di cicipi. Maaf makanan sederhana ini", ujar Shion.
"Apa yang kamu katakan. Sesuatu hal luar biasa yang di lakukan oleh menantuku seperti ini sungguh luar biasa", ujar Law Yu sembari mengambil sendok untuk mencoba salah satu masakan Shion.
Setelah merasakan sup buatan Shion, Law Yu merasa sangat bahagia.
"Rasa ini. Rasa masakan yang hampir ku lupakan", ujar Law Yu sembari meneteskan air matanya.
Tidak ada yang memperhatikan Law Yu terlarut dalam nostalgia. Masakan rumahan yang pernah di masak oleh istrinya dan makan bersama di ruang makan membuat hatinya bahagia kembali saat merasakan hal yang sama saat ini.
"Ayah kenapa kamu menangis?", tanya Shion penasaran.
Saat berkata demikian, Law Yu tersadar dari lamunannya dan tersenyum hangat kepada Shion.
"Tidak apa-apa menantu. Aku hanya teringat masa dulu", ujar Law Yu.
Jordan tidak memperpanjang masalah itu lebih jauh. Dia hanya menikmati dan menghabiskan makanannya.
Setelah semua selesai makan, Jordan memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan kelengkapan berkemah untuk mereka berdua. Sedangkan mereka mempersiapkan diri mengganti pakaian mereka.
Saat semua selesai, mereka akhirnya di antar oleh beberapa pengawal ke sekolah mereka.
Di perjalanan, Shion merasa kebingungan melihat reaksi ayah angkat Jordan saat menyantap masakannya. Shion merasa kesedihan mendalam di tatapan ayah angkat Jordan tersebut.
"Jika kamu mengkhawatirkan ayah, tidak perlu cemas. Ayah hanya mengingat masa-masa indah saat bersama ibu. itu saja", ujar Jordan.
Setelah mendengar perkataan Jordan, Shion tidak memikirkan hal tersebut lagi.
Setibanya di sekolah, seperti biasa Jordan di sambut tatapan kagum oleh siswa-siswi yang melihat mereka turun dari mobil mewah.
Mereka lalu masuk bersama-sama ke dalam lingkungan sekolah. Pada event camping, banyak siswa maupun siswi yang sudah mempersiapkan diri mereka. Peralatan yang mereka bawa sangat lengkap untuk berkemah.
Saat Jordan sampai di lapangan, kembali tatapan yang tidak enak ke arah Jordan dan Shion.
Saat para siswa-siswi menatap Jordan dan Shion, kepala sekolah memecah keheningan mereka.
"Baiklah siswa dan siswi ku yang tersayang. Pada hari ini event camping tahunan akan kita lakukan serempak bersama seluruh kelas", ujar pak kepala sekolah.
"Jadi selama berkemah berhati-hati lah dan jangan mencoba mencelakai satu sama lain. Mengerti?",, tanya kepala sekolah tersebut.
"MENGERTI PAK", Ujar para murid serempak.
"Baiklah. Bus telah menunggu di depan gerbang sekolah. Tapi saya ingin memberitahukan, Bahwa ada sponsor yang membiayai semua kegiatan kita hari ini", ujar kepala sekolah.
Murid-murid bertanya tanya siapa orang yang mampu membiayai kegiatan camping tersebut.
"Sambut lah dengan hangat. Bapak Law Yu. Beliau adalah sponsor untuk kegiatan tahunan kita kali ini", ujar kepala sekolah.
Jordan begitu kaget saat melihat ayah angkatnya melambaikan tangan kepada semua murid-murid yang ada.
"Terima kasih pak kepala sekolah. Untuk siswa-siswi yang hendak melakukan kegiatan ini, kalian tidak perlu panik saat berada di alam terbuka. Kami telah menyewa penyelamat handal bila ada salah satu di antara kalian yang kehilangan Arah. Tetapi saya mohon kalian tetap mengikuti instruksi yang ada. Mengerti?", Ujar Law Yu.
"MENGERTI Pak Yu", ujar mereka serempak.
"Baiklah. Kami telah menyiapkan bis untuk perjalanan kalian. Selamat menikmati", ujar Law Yu saat puluhan bis memasuki gerbang sekolah.
Kemewahan bis dan kerenya memukau mata para siswa dan siswi di sana. Tidak terkecuali para guru-guru.
Mereka akhirnya menaiki bis tersebut dan berangkat menuju lokasi camping. Berbeda dengan Jordan dan Shion, mereka menaiki mobil Camping pribadi ayah angkat nya.
"Ayah apakah harus begini?", ujar Jordan.
"Tenanglah Jordan. Ayah tidak ingin ada yang menyakiti menantu ayah. Setidaknya tidak akan ada yang membully nya", ujar Law Yu.
"Ayah telah mendengar bahwa ada beberapa anak yang sering membully Shion dan dirimu. Oleh sebab itu ayah ingin kalian berdua aman-aman saja", jelas Law Yu.
Jordan hanya bisa terdiam mendengar perkataan dari ayah angkatnya tersebut. Karena benar adanya sering sekali mereka berdua mendapat bully dari teman-teman mereka.
"Baiklah. Mari berangkat", ujar Law Yu.
Seketika mobil yang di naikin oleh Jordan Shion dan ayahnya berangkat menuju lokasi camping di susul oleh rombongan bis sekolah mereka.