
Selama di perjalanan, Jordan terus memikirkan siapa tuan besar yang di magsud orang-orang yang membawa dirinya.
Perjalanan yang di tempuh Jordan dan rombongannya terbilang cukup lama. Perjalanan tersebut menghabiskan waktu selama dua jam perjalanan.
"WOW........ Besar sekali", ujar Jordan takjub melihat rumah yang mereka datangi.
Jordan merasa terpukau dikarenakan luasnya rumah yang dirinya datangi.
"Besar sekali. Ini rumah atau istana", begitulah yang Jordan pikirkan.
"Silahkan tuan muda", ujar salah satu pelayan di rumah tersebut.
Kekaguman Jordan tidak hanya sampai di sana saja. Saat memasuki pintu yang lumayan besar, Jordan di sambut hormat para pelayan yang berjejer rapi memanjang hingga ke ujung ruangan.
"Rumah ini luar biasa luas. Memang kehidupan orang kaya luar biasa", gumam Jordan dalam hatinya.
"Tuan Muda,Perkenalkan nama saya Yunbi. Saya asisten Tuan Besar yang memanggil anda kemari. Tuan Besar sudah menunggu di ruangan khusus. Mari ikut dengan saya", ujar asisten pribadi bos besar tersebut setelah memecah kekaguman Jordan.
"Hmmmm. Baiklah", ujar Jordan sembari mengikuti asisten pribadi tersebut.
Butuh waktu beberapa menit sebelum mereka sampai di sebuah ruangan yang tampak seperti perpustakaan besar nan luas. Jordan kembali di buat kagum akan besar dan luasnya ruangan tersebut.
"Selamat datang nak Jordan. Mari duduk dan minum teh bersamaku", ujar seorang pria.
Mendengar perkataan orang itu, sontak Jordan mencari dan telah mendapati seseorang yang tidak asing baginya.
"Tuan Yu?", teriak Jordan kaget bukan main.
Jordan tidak menyangka, akan di undang langsung oleh sang Bos Mafia terkenal dan terkaya di seluruh Jepang.
"Hahahaha. Tidak perlu kaget seperti itu. Mari duduk denganku dan nikmati teh ini", ujar Tuan Yu.
Jordan merasa tidak enak hati dan merasa minder karena orang yang paling terkenal di seluruh Jepang menawarinya minum teh.
"Tuan Yu. Apakah anda menginginkan bantuan dari saya?", tanya Jordan penasaran.
Jordan tampaknya sudah merasakan sesuatu saat dirinya di undang ke kediaman Tuan Yu.
"Hahaha. Tidak perlu terlalu formal. Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu", ujar Tuan Yu yang langsung di balas dengan tatapan fokus oleh Jordan.
"Maukah kau menjadi anak ku nak Jordan?", tanya tuan Yu yang sontak membuat Jordan terkejut bukan main.
"Mengapa anda ingin saya menjadi anak dari Tuan Yu?", tanya Jordan penasaran.
Tuan Yu hanya tertunduk sembari memandang foto keluarganya yang ia pengang.
"Ingatkah kau akan ceritaku waktu itu? Sebenarnya anakku tewas akibat pertarungan kami dengan kelompok Chiu Weng. Mereka menyandra dan membunuh istri ku juga", ujar tuan Yu.
Jordan bisa merasakan kesedihan mendalam di mata tuan Yu.
"Aku ingin membalas dendam tapi aku tau bukan itu yang di inginkan oleh anak serta istriku", ujar tuan Yu yang tidak bisa lagi membendung air matanya.
"Tapi mengapa saya yang ingin anda angkat menjadi anak?", tanya Jordan lagi.
"Kau memiliki sesuatu yang spesial yang tidak di miliki pendekar lain nak Jordan. Dan juga wajahmu sangat mirip dengan putraku", ujar tuan Yu.
Jordan yang mendengarkan kisah Tuan Yu menjadi sedih. Dia juga pernah merasakan kehilangan yang membekas di benaknya sampai sekarang.
"Aku memiliki tiga orang anak. Putri ke dua dan ke tigaku sedang aku ungsikan ke rumah nenek mereka", tambah tuan Yu.
"Aku sudah tua. Tidak bisa vit seperti muda dulu. Aku ingin mencari penggantiku dan menjaga kedua putriku", ujar tuan Yu.
Jordan merasa tersentuh hatinya mendengar perkataan tersebut.
"Baiklah Tuan Yu. Aku terima penawaran anda", ujar Jordan tegas.
Mendengar jawaban Jordan, Tuan Yu merasa beban yang berada di pundaknya terangkat.
"Anakku", ujar tuan Yu sambil berlari memeluk Jordan dengan erat.
"Tuan Yu....... Magsudku...... ayah aku baru sembuh jangan membunuhku", ujar Jordan kesakitan.
Tuan Yu kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Jordan dan berterima kasih karena Jordan mau menjadi anaknya.
Dari sinilah. Kehidupan menjadi orang kaya dimulai.
***Note: Buat teman-teman pembaca setia DE, saya mohon maaf bila saya jarang update dikarenakan banyak tugas yang harus saya kerjakan belakangan ini. Tetapi akan saya usahakan tetap update sebelum kapal saya berangkat kembali ke Papua.
Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa like di setiap chapter ya***. 🙏🙏🙏🙏