Devil Eyes

Devil Eyes
Naga Mengarungi Langit



Yo Hallo teman-teman ku. Saya minta maaf karena udh mulai jarang update buat kalian.


Belakangan ini saya sibuk kerja karna menulis bukan kerjaan utama saya, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk update. Dikarenakan keterbatasan jaringan dan faktor pekerjaan saya di laut, saya harap kalian mau memaafkan saya.


Saya tidak pernah meminta kalian untuk stay di cerita saya atau menunggu setiap chapter yang ada. Itu semua hak kalian, karena kalian adalah pembaca.


Trima kasih buat suportnya.


Nafas pria itu memburu. Tidak pernah ia bayangkan akan menghadapi monster sekuat Jordan.


"Aku harus menghindar, setidaknya untuk mengulur waktu memulihkan diri........",


Dengan kecepatan tinggi, Jordan melakukan serangan tendangan kearah pria itu seolah tidak memberi kesempatan pria itu menyusun strateginya.


Secara reflex pria itu menahan serangan Jordan mengakibatkan suara retakan tulang dari tangannya.


"arrghh......",


"Segitu saja? Aku pikir akan menyenangkan, ternyata membosankan", ujar Jordan sambil tersenyum.


"Anak ini sangat berbahaya. Serangan fisik menggunakan tenaga dalam dapat membunuh pendekar Langit dalam satu kali serang?", pikir pria itu.


"Mari kita selesaikan sekarang. Lebih cepat lebih baik", ujar Jordan yang seketika itu juga mengeluarkan aura keemasan beserta aura merah darah. miliknya.


Sebuah energi melapisi tangan Jordan sepenuhnya.


Pria yang ada di hadapan Jordan bisa merasakan bahaya yang besar bila terkena serangan tersebut.


"Selamat tinggal",, ujar Jordan yang seketika menghempaskan tangannya ke arah pria itu.


"Aku merasa terhormat bisa mati di tanganmu anak muda. Setidaknya beritahu aku namamu?", ujar pria itu.


pernyataan pria itu membatalkan niat Jordan sementara.


"Apakah nama itu penting?",, ujar Jordan heran.


"Setidaknya, aku mengetahui nama orang yang membunuhku", ujar pria itu lemas.


Luka yang di sebabkan serangan Jordan sebelumnya membuat banyak darah mengalir dari luka-luka yang belum tertutup.


"Baiklah Jordan. Aku akan menunggumu di neraka", ujar pria itu.


Energi yang di lepaskan Jordan sangat besar. Kekuatan aura serta tenaga dalam membuat siapa saja yang mendapat serangan Jordan bisa kehilangan banyak ataupun mati.


"Naga Mengarungi Langit"


Hempasan tangan Jordan memunculkan sosok seekor naga besar yang siap menelan musuhnya.


Ketika sosok Naga itu menyentuh tubuh pria itu dan melewatinya, pria itu sudah tidak terlihat lagi.


"Aku telah menghilangkan semua penderitaan yang kau alami sehingga debu pun tidak tersisa", ujar Jordan.


Pada saat yang sama, mata Jordan kembali seperti mata orang pada umumnya. Karena terlalu kelelahan, Jordan kemudian pingsan di lokasi tersebut.


"Dimana aku?", *tanya Jordan dalam hatinya sendiri.


"Apakah ini surga?", gumam Jordan*.


Jordan merasakan sesuatu sedang menahan kekuatanya. Jordan kemudian sampai di sebuah air terjun di hiasi oleh banyak pepohonan yang rindang nan indah.


"Ah. setidaknya aku bisa melindungi mereka yang aku sayang", ujar Jordan sambil menutup kedua matanya.


"Hei. Apa yang kau lakukan dasar pemalas", ujar seseorang di hadapan Jordan, yang sontak Jordan memandang dan meningkatkan kewaspadaan nya.


"Ahh.... kakek, kenapa kau tidak datang membantuku?", tanya jordan.


"kau sudah melewati Alam Suci. Kau akan bisa melakukan sesuatu yang luar biasa,", ujar pria itu sembari duduk bersila.


"Haaa. Apa itu kakek?", ujar Jordan heran.


"Kau hanya perlu berlatih dengan pasukan yang lain.


"Aku masih kurang paham kakek?", ujar Jordan lagi.


"Ah nanti aku akan menjelaskannya. Lebih baik kita berlatih Chi sekarang", ujar Daeng Lin.