
"Aku harus mencari celah agar bisa menyelamatkan saudara Jordan dari mereka", ujar Daeng Lin.
Daeng Lin kemudian melompat tinggi sembari mengeluarkan jurus,
"Jurus Api:Naga Api"
Di saat yang sama Daeng Lin menyemburkan kobaran api dari telapak tangannya dan membentuk Naga yang siap menerkam apa saja.
Jurus yang Daeng Lin keluarkan, sontak menyerang para siluman yang menyerang Mereke dan penduduk kota.
"Saudara Lin, jangan biarkan mereka memasuki kota", teriak Jordan.
"Baik saudara Jordan", ujar Daeng Lin.
Di saat yang sama keduanya meneriakkan salah satu jurus.
"Jurus Tanah:Tembok Tanah"
Di saat itu, sebuah tembok menjulang tinggi ke atas dan membentuk pertahanan yang kuat mengelilingi kota kecil itu.
"Mari serang bersama-sama", ujar Daeng Lin.
Sambil mengangguk Jordan dan Daeng Lin menyerang secara bersama-sama.
"Jurus Angin:Tornado pisau angin"
Daeng Lin menghempaskan tangannya ke arah para siluman itu, seketika itu juga sebuah pusaran angin terbentuk dan mulai mendekati para siluman itu.
"Berhati-hatilah dengan mereka, mereka bukan lawan yang bisa kita remehkan", ujar pemimpin pasukan siluman itu.
"Jurus Tanah:Gunung Penghancur"
Pemimpin pasukan itu mengeluarkan jurus yang dimana sebuah gundukan menjulang tinggi seperti gunung menahan serangan Daeng Lin.
"Sial. Dia bisa menahan serangan ku. Aku harus berfikir untuk mengalahkan nya", ujar Daeng Lin dalam hati nya.
Di sisi lain, Jordan yang sedang bertarung di bantu oleh arwah Daeng Lin sedang di sibukkan oleh para siluman.
"Bunuh di jangan biarkan dia hidup", ujar salah satu siluman.
Mendengar hal itu, para siluman yang lain menjadi bersemangat untuk segera menyerang Jordan.
"Sial. Kakek apa yang harus aku lakukan?", tanya Jordan kepada arwah Daeng Lin.
"Mereka tidak bisa di serang dengan sembarang jurus. Dimasa lalu aku selalu bertemu dengan banyak siluman. Kau harus menggunakan tenaga dalam untuk melumpuhkan mereka", ujar Daeng Lin.
"Baiklah. Aku mengerti", ujar Jordan.
Sambil mundur ke belakang Jordan mencoba mengambil jarak dengan para siluman tersebut.
Kemudian, gumpalan tanah mulai melekat di sekitar tangan Jordan membentuk sebuah tinju yang besar.
"Mari maju.Aku akan menghajar kalian semua", ujar Jordan mengejek.
Mendengar perkataan Jordan, para siluman itu menjadi tersulut emosinya dan bergerak bersama-sama menyerang Jordan.
"Menyerang bersama-sama? Memang tidak salah kalian disebut sebagai siluman", ujar Jordan.
Saat serangan parah siluman itu tinggal berkarang dua puluh meter dari Jordan, dengan cepat Jordan mengeluarkan jurusnya.
"jurus Tanah:Tanah Penghancur"
Tiba-tiba saja tanah bengetar dan tidak beberapa saat tanah itu membentuk sebuah lubang yang lumayan besar.
"Ingin membunuhku? Bermimpi lah?", ujar Jordan.
Para siluman yang hendak menyerang Jordan, Tampa mereka sadari mereka telah masuk ke dalam lubang yang di buat oleh Jordan.
Para siluman itu terjatuh dan menimpa rekan rekan mereka. Walau yang terjatuh tidak terlalu banyak, tetapi Jordan dengan cepat mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Tanah:Tanah Peremuk"
Tanah yang berlubang yang awalnya terbuka, kini dengan cepat menutup sehingga menimbun para pasukan siluman yang hendak menyerang Jordan.
"Ya setidaknya aku sudah membuat kuburan buat rekan-rekan kalian", ujar Jordan mengejek.
"Sial tuan. Mereka terlalu banyak. Kita tidak mungkin bisa menang melawan dia", ujar salah satu siluman.
"Benar sekali di berada pada tingkat Pendekar langit. Kita tidak akan mampu", ujar wakil.pimpinan penyerangan itu.
"panggil bantuan. Kita membutuhkan semua bantuan yang ada", ujar wakil pimpinan itu.
Tampa menunggu lama, salah satu anggota siluman itu mengeluarkan sebuah tabung yang memiliki sumbu dan dengan cepat menyulut sumbu itu dengan api dan mengarahkannya ke langit.
Sebuah cahaya melesat kelangit dan meledak dengan indahnya. Sebuah cahaya kemerahan seperti merah darah menghiasi langit.
"Sial. Tanda bantuan. Berarti masih banyak lagi pasukan siluman di belakang mereka", gumam Jordan.
Sama hal nya yang di pikirkan oleh Daeng Lin.
"Saudara Jordan. Kita harus membuat tembok penghalang untuk menahan mereka?", ujar Daeng Lin.
Dengan cepat mereka berdua mengeluarkan jurus mereka.
"Jurus Tanah:Tembok Labirin"
Sebuah tembok yang membentuk labirin keluar dari dalam tanah dan menjulang tinggi ke langit.