Devil Eyes

Devil Eyes
Kekuatan Murni Chi Yin dan Yang



Hallo teman-teman pembacaku. Terimakasih atas suportnya. Maaf sudah 10 hari gak update. Saya harap kalian memakluminya karena pekerjaan saya di laut. Saya harap kalian tidak menganggap saya pemalas ya.


Jika kalian suka boleh tinggalkan Like dan apabila kalian punya saran, tinggalkan di kolom komentar. Jika tidak yah, ngak apa-apa.


Jordan berusaha fokus untuk memperhatikan setiap gerak gerik dari pasukan batu tersebut. Walaupun berbentuk batu, tetapi pasukan manusia batu tersebut sangat lihai dan cepat seakan-akan bisa membaca setiap inti serangan dari Jordan.


"Kau tidak memiliki saran kakek?", teriak Jordan yang baru saja menghindar dari salah satu serangan pasukan manusia batu tersebut.


"Dasar bodoh. Gunakan akalmu. Di alam ini kau tidak akan kehabisan tenaga dalam. Dasar payah", teriak Daeng Lin dongkol.


"Dasar kakek tua", Gumam Jordan dalam hati.


Jordan kemudian mengambil jarak dari para pasukan batu tersebut. Mengambil nafas perlahan dan memejamkan matanya serta memusatkan energi di tubuhnya.


Pasukan batu tersebut tidak memberikan jeda untuk Jordan bernafas. Mereka lalu menyerang Jordan dengan membabi buta.


Saat pedang mereka hendak menyentuh Jordan, tiba-tiba saja Jordan menghilang dari tengah-tengah kepungan pasukan batu tersebut dan muncul beberapa saat di belakang mereka.


Pasukan batu tersebut dengan cepat berpindah dan mulai menyerang Jordan tapi lagi-lagi Jordan menghilang dari hadapan mereka dan tidak muncul di belakang mereka. Pasukan batu tersebut merasa heran akan hal itu dan mencoba mencari keberadaan Jordan.


"Hei....", teriak Jordan.


Mendengar panggilan itu, sontak pasukan batu tersebut menoleh ke atas dan mendapati Jordan sedang melayang di atas mereka.


"Mencariku?", ujar Jordan yang kemudian berbalik menyerang pasukan batu tersebut.


Seakan mengerti akan di serang, pasukan batu tersebut melompat dan menahan serangan Jordan. Namun sayang dua dari lima pasukan batu yang menyerang hancur hingga berkeping-keping.


"Kekuatan ini?",, ujar Jordan sambil mengepalkan tangannya setelah dia mendarat dengan mulus membelakangi pasukan batu tersebut.


"Kekuatan yang luar biasa. Bukan hanya melewati Pendekar Bumi, Aku bisa merasakan kekuatan pendekar Mengubah Langit", teriak Jordan kagum.


"Baiklah Maju yang berikutnya?", teriak Jordan semangat.


Pasukan batu tersebut menyerang Tampa mendengar aba-aba dari Jordan. Setiap serangan yang mereka berikan sukses di hindari oleh Jordan Tampa melukai Jordan sedikitpun. Serangan tersebut sukses membuat daratan di sekitar mereka rusak parah, tetapi semua kembali normal karena mereka berada di alam Jiwa.


"Baiklah sekarang giliran ku", ujar Jordan sembari menyerang balik.


"Jurus Harimau Surgawi"


Sebuah cakar terbentuk di tangan Jordan. Jordan kemudian menyerang pasukan batu tersebut dengan berani Tampa keraguan sedikitpun.


Satu persatu pasukan batu tersebut hancur berkeping keping. Dari puluhan pasukan batu yang di buat Daeng Lin, tidak ada satupun yang tersisa akibat serangan Jordan.


"Bagaimana kakek? Aku hebat tidak", ujar Jordan mengejek.


"Dasar bodoh. kau tidak tahu berapa lama waktu yang kau habiskan untuk mengalahkan mereka?", ujar Daeng Lin kesal.


"Kau telah menghabiskan hampir 3 hari untuk mengalahkan mereka", ujar Daeng Lin.


"Tiga hari?", teriak Jordan kaget.


Jordan merasa waktu cepat berputar membuatnya tidak menyadari bahwa mereka sudah melewati waktu tiga hari Tampa berhenti di ruang Jiwa.


"Baiklah. Kau sudah lumayan berkembang tapi tidak cukup", ujar Daeng Lin serius.


"Pelatihan sebenarnya baru akan di mulai", ujar Daeng Lin melotot ke Jordan.


Jordan menelan ludahnya sendiri, yang tanpa iya sadari bahwa ujian yang barusan saja ia selesaikan ternyata hanya tes saja.


Daeng Lin kemudian mengajak Jordan untuk keluar dari Alam Jiwa untuk sementara waktu beristirahat. Saat Daeng Lin menghempaskan tangannya, mereka berdua meninggalkan Alam Jiwa tersebut.