Devil Eyes

Devil Eyes
Kekuatan Misterius 2



Saat di perjalanan, tiada hentinya Jordan memikirkan kejadian yang barusan di alami oleh dirinya siang tadi. Jordan merasa heran sekaligus bingung, entah apa yang membuat dia menjadi kuat seperti itu.


Jordan yang berjalan sambil termenung, tidak sengaja menabrak sekumpulan motor yang di miliki anggota geng motor di daerah itu. Dengan cepat Jordan langsung menabrak salah satu motor yang sedang parkir dan mengakibatkan motor yang lain ikut terjatuh beriringan.


"Hei. Apa yang kau lakukan pada motor kami?", teriak salah satu anggota geng motor tersebut.


Mendengar teriakan tersebut, Jordan tersadar dari lamunannya. Dia tidak menyadari bahwa dia telah menabrak salah satu motor anggota geng tersebut.


"Kurang ajar. Apa yang telah kau lakukan? Kau menghancurkan motor kami", teriak mereka.


Jordan langsung menundukkan kepala lalu meminta maaf kepada mereka.


"Heeee. Meminta maaf tidaklah cukup. Kau harus mengganti semua kerusakan ini", ujar salah satu anggota geng.


Mendengar hal itu, Jordan mulai kebingungan. dirinya tidak memiliki uang untuk mengganti semua kerusakan yang ia perbuat.


"Maafkan aku kak. Aku tidak memiliki uang untuk mengganti kerusakan motor kalian", ujar Jordan.


Mendengar hal itu, mereka marah dan langsung menangkap kedua tangan Jordan.


"Kalau tidak ada uang, terpaksa kami akan memberimu pelajaran", ujar salah satu anggota geng.


"Maafkan aku kak. sungguh aku tidak memiliki uang. Jangan pukul aku", ujar Jordan sembari meminta maaf.


anggota geng tersebut tidak mengindahkan perkataan Jordan dan langsung melayangkan sebuah pukulan.


Secara ajaib, sebelum pukulan itu bersarang di tubuh Jordan, anggota geng tersebut tiba-tiba terlempar beberapa meter dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Anggota yang melihat kejadian itu sontak terkaget dan langsung bergegas menolong temannya itu.


"Siapa bocah ini?", ujarnya.


Jordan yang sedang mereka pandang sontak tertawa lantang.


"Hahahaha. Kalian tidak akan bisa menyentuhku", ujarnya sembari menggerang dan membuat anggota geng yang memegang tangannya terlempar beberapa meter.


Anggota geng yang lain merinding melihat tingkah Jordan. Mata yang merah seperti mata ular dan hawa membunuh yang dasyat membuat mereka gemetar ketakutan.


"Kalian ingin mati? Mari serang aku beramai-ramai", ujarnya sambil menggerakkan telunjuknya menandakan dirinya menantang anggota geng tersebut.


Merasa direndahkan, mereka lalu menyerang Jordan. Jordan yang melihat anggota geng tersebut datang menyerang, sontak dirinya tertawa terbahak-bahak.


"Mau kalian semua pun yang menyerang ku, tidak akan bisa menyentuhku", ujar Jordan sembari bergerak cepat ke arah lawannya.


"Banyak bicara tidak bagus bocah", ujar salah satu anggota geng sembari melayangkan pukulan.


Jordan yang melihat hal itu, langsung bergerang dengan sangat cepat menghindari pukulan tersebut dan menyerang balik. Serangan yang di berikan musuh sangat mudah di baca oleh Jordan sehingga dirinya bisa menghindari setiap serangan.


Jordan yang menghindar, langsung menyerang balik dengan melayangkan satu pukulan telak ke tubuh salah satu anggota geng motor tersebut. Alhasil, pukulan itu telak mengenai perut si anggota dam membuatnya terlempar hingga mengenai hampir setengah anggota mereka.


"Monster. Kita tidak akan bisa menang melawan dirinya komandan",


Mendengar hal itu, mereka lalu menghubungi ketua naga mereka.


"kami ada sedikit masalah. mohon bantuan ketua menyelesaikan masalah ini","


"baiklah. Tunggulah di situ"