
Disaat Jordan keluar dari alam Jiwa, segerombolan polisi sedang membopongnya ke sebuah ambulan yang berada di dekat mereka.
"Apa-apaan ini? Turunkan aku?", teriak Jordan meronta di atas tandu.
Mendengar perkataan Jordan, para polisi itu terkejut bukan main dikarenakan sadarnya Jordan yang sedang mereka tandu.
"Bagaimana kau?", tanya petugas itu heran.
"Apanya bagaimana pak polisi? Kalian pikir aku sudah mati? Turun aku?", teriak Jordan meronta.
"Apa kalian penjual organ tubuh manusia? Jika benar, kalian menghadapi orang yang salah", teriak Jordan dengan nada kejam.
Dengan cepat mereka menurunkan tandu yang membawa Jordan di atasnya.
"Siapa namamu nak?", tanya seorang perwira.
Jordan sedikit kebingungan dengan pertanyaan si polisi. Dengan nada sedikit jengkel, Jordan menyebutkan nama lengkapnya.
"Jordan Lin? Bukankah kau anak yang hilang setahun silam?", tanya sang polisi.
"Hilang? Aku tidak pernah mendengar hal itu?", ujar Jordan ketus.
Sang polisi semakin kebingungan dengan perkataan Jordan. Sebab kasus hilangnya Jordan adalah kasus yang ia tangani. Awalnya dirinya menganggap sepele kasus ini. Tetapi lambat laun, kasus ini semakin menarik baginya.
Kenapa tidak, di rekaman CCTV terlihat tubuh Jordan lenyap bagai di telan bumi. Membuat polisi itu semakin penasaran dengan kasus Jordan ini.
"Ahh.Maafkan aku yang kurang sopan. Namaku Zuan Song. Aku adalah kepala Agent polisi dari Tokyo", ujar Zuan sembari menyalam Jordan.
Jordan merasa binggung dengan aksi polisi tersebut. Memang benar adanya Jordan menghilang satu tahun silam dikarenakan gelang giok yang diberikan oleh Daeng Lin. Semenjak kembali ke dunia asalnya, giok itu menghilang entah kemana.
"Baiklah pak Zuan. Maaf atas kesalah pahaman ini", ujar Jordan menunduk meminta maaf.
"Ahhh. Tidak perlu sungkan. Kami juga meminta maaf atas apa yang terjadi", ujar Agent Zuan Song sembari memberikan kartu namanya.
"Ini adalah kartu namaku. Jika kau ada masalah katakan saja padaku. Aku akan membantu sebisaku", ujar Agent Zuan Song.
Sembari menerima kartu nama tersebut, Jordan berpamitan kepada Agent Song untuk kembali ke kediamannya.
Dengan Tenang Jordan meninggalkan lokasi itu. Dia tidak ingin para polisi itu mengetahui bahwa dirinya memiliki ilmu tenaga dalam yang tinggi.
***************
Tiga hari semenjak kejadian yang mempertemukan Jordan dengan Agent Song, Jordan tidak menemukan sesuatu yang membuat dirinya merasa aneh. Malah semenjak belajar menggunakan Chi, Jordan semakin lincah dan hebat dalam mengendalikan kekuatannya.
"Kau lemah sekali, Baru segitu saja sudah lapar?", ujar Daeng Lin mengejek.
"Hei hei kakek tua. Tubuhku bukan sepenuhnya pendekar terlatih. Aku hanya anak muda yang membutuhkan energi untuk berlatih", teriak Jordan kesal.
Sambil menutup telinganya, Daeng Lin hanya mengangguk akan permintaan Jordan dan segera mengibaskan tangannya. Tidak lama mereka kembali ke kehidupan sehari-hari.
"Dasar kakek tua. Dia pikir aku robot yang tidak butuh makan?", gumam Jordan kesal.
Pada saat selesai berkata demikian, sebuah tangan menjitak keras kepala Jordan yang tidak lain adalah Daeng Lin.
"Hei hei anak kurang ajar. Aku mendengar semua apa yang kau katakan", Ujar Daeng Lin kesal.
Sambil memengang kepalanya yang benjol, Jordan pergi menuju dapur untuk memasak sesuatu tetapi tidak menemukan sesuatu untuk di masak.
"Aih. aku harus keluar untuk makan", Ujar Jordan.
Langsung Jordan mengganti pakaiannya dan bergegas pergi mencari makanan.
Selama di perjalanan Jordan terus memikirkan apa yang harus dia katakan kalau terbukti Jordan memang benar adanya menghilang waktu kejadian tersebut. Sampai sesuatu menyita perhatiannya.
Seorang pria paruh baya sedang terluka di bagian perutnya dikarenakan sebuah pisau menancap di perutnya.
Dengan cepat Jordan menghampiri pria itu dan mengaliri tenaga dalam nya untuk menghentikan pendarahannya.
"Si......si.......siapa.....ka......ka......mu?", tanya pria paruh baya tersebut.
"Tenang dulu kakek. Aku harus menghentikan pedarahanmu terlebih dahulu baru kita berbicara", ujar Jordan yang kembali berkonsentrasi mengaliri tenaga dalamnya.
Jordan menghabiskan hampir tiga puluh menit untuk menghentikan pedarahan pria tersebut dikarenakan Jordan belum sepenuhnya memahami cara menggunakan tenaga dalamnya.
"Trima kasih anak muda. Kalau orangtua ini bisa tau. siapa namamu?", tanya pria itu.
"Nama saya Jordan Lin kakek, kakek bisa memanggil saya Jordan atau Lin terserah", ujar Jordan sambil tersenyum hangat.
"Masih muda sangat berbakat. Kau memiliki ilmu beladiri yang hebat serta tenaga dalam yang lumayan besar", ujar pria itu sambil memperhatikan Jordan.
Jordan merasa terkejut dengan perkataan kakek tersebut dan secara reflex mundur beberapa langkah kebelakangnya.
"Hahahaha. Anak muda yang menarik. Perkenalkan namaku adalah Law Yu", ujar sang kakek memperkenalkan diri.
Mendengar nama Law Yu, Jordan bagai tersambar petir. Seluruh orang di Jepang pasti mengetahui siapa Law Yu ini yang merupakan Bos Besar Yakuza yang terkenal bijaksana dan hebat.