
Jordan menyadari ada yang salah dengan pria yang dia hadapi. Kekuatan yang luar biasa yang dia tunjukan menandakan dirinya berada di peringkat Pendekar Langit.
"Kekuatan Mu luar biasa. Aku lengah saja bisa terlempar karenanya", ujar pria tersebut.
"Hahaha. Pendekar Langit Awal saja sangat sombong", ujar Jordan sembari mengelap darah yang keluar dari tepi bibirnya.
"Anak muda, jangan mengujiku. Kau hanya seperti kacang bagiku. Jangan membuang kesempatan kau mati Tampa siksaan", ujar pria itu yang kemudian menghilang kembali dan muncul di hadapan Jordan sekali lagi.
"Apa-apaan ini?", gumam Jordan yang menghindar setiap serangan pria itu.
"Kekuatan yang mengerikan. Aku harus mencari celah untuk menyerang dan melindungi teman-teman ku", gumam Jordan.
Seakan mengerti dengan jalan pikiran Jordan, pria itu kembali menyerang Jordan dengan membabi buta. Setiap serangan yang ia berikan mengandung tenaga dalam yang besar.
"Mana kesombongan mu tadi anak muda......Hahahaha", ujar pria itu menertawakan Jordan yang di paksa ke posisi bertahan.
Efek dari serangan itu menimbulkan retakan besar di lantai lapangan sekolah yang membuat guru dan siswa siswi yang lain menjauh dari lokasi tersebut.
Tidak beberapa saat, Shion mendatangi asal suara pertarungan yang terjadi dan menyaksikan Jordan kewalahan menghadapi pria yang ada di hadapannya.
**************
Sebuah pukulan telak mengenai perut Jordan dan membuat dirinya terlempar menghancurkan tembok pagar sekolah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Sial dia kuat sekali. Aku harus mencari tempat yang jauh dari sekolah sebelum berimbas ke gedung sekolah", gumam Jordan sembari berusaha bangkit tetapi sesuatu yang aneh terjadi padanya.
"Apa ini? kekuatan leluhur merasuki Jordan", ujar seorang sesepuh yang tidak lain adalah Daeng Lin.
Tubuh Jordan mengeluarkan aura mencekam serta berbahaya. Tubuhnya mengeluarkan asap putih dan matanya berganti warna menjadi merah serta berbentuk seperti mata ular.
Pria tersebut tidak menyadari perubahan Jordan dan mendekatinya Tampa waspada.
"Dasar lemas. Hanya begini saja kekuatanmu? Tidak pantas untuk melawanku", ujar pria itu yang kemudian ingin memberikan serangan terakhir untuk Jordan.
"JANGANNNN", Teriak Shion yang berlari menghampiri Jordan tetapi sesuatu terjadi.
"Apa?", teriak pria itu dalam hatinya.
Berasa seperti di tatap oleh monster mengerikan, pria itu kemudian terlempar jauh puluhan meter akibat aura yang di keluarkan Jordan dari dalam tubuhnya. Tidak terkecuali Shion yang walaupun tidak terluka parah hanya luka ringan.
"Apa yang terjadi dengan mu anak muda? kekuatanmu tidak seperti ini sebelumnya", teriak pria itu.
"Bawahan pria itu sontak merasakan kengerian yang luar biasa menghantui mereka. Sontak saat mereka merasa lengah, Jordan kemudian menghilang dan muncul kembali di hadapan salah satu bawahan pria itu.
"Apa yang......",
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, pria di hadapan Jordan sudah kehilangan kepalanya dan terjatuh di tanah tidak bernafas lagi.
Jordan memperhatikan setiap orang suruhan pria itu dan tersenyum mengerikan ke hadapan mereka semua.
"Kalian Akan aku habisi", ujar Jordan.
Setelah berkata demikian, sebuah pedang muncul dari tangan Jordan. Sepasang pedang kembar yang sangat menawan bilang dilihat. Satu berwarna putih dan satu lagi berwarna hitam seperti gelapnya malam.
Pada saat mereka terbius dengan keindahan pedang Jordan, dirinya sudah menghilang dan tiba-tiba muncul dari belakang beberapa pria yang menyerang dirinya.
Jordan bahkan tidak terlihat bergerak saat melewati mereka semua tetapi belasan orang telah kehilangan kepala mereka dan meregang nyawa.
"Sampah tidak berguna", ujar Jordan.
Pria yang menjadi pimpinan mereka merasa terkejut dengan apa yang dia lihat. Bawahan yang ia sangat andalkan kini sebagian besar sudah tidak bernyawa dan kehilangan kepala mereka.
"Apa-apaan ini?", teriak pimpinan tersebut.
"Selanjutnya kau", ujar Jordan yang kemudian menghilang dari hadapan mereka.
"Lindungi aku", teriak pria tersebut yang langsung di laksanakan bawahannya.
"Malam Bulan Purnama"
Jurus yang Jordan keluarkan membuat kedua pedangnya bercahaya. pedang berwarna putih bercahaya seperti terang bulan sedangkan pedang hitamnya memancarkan aura hitam seperti hitam nya malam.
Saat yang sama, jurus itu mengenai para pengawal pria itu seperti tidak memiliki efek khusus saat sebuah awan hitam melewati mereka dan mereka menjadi gumpalan daging serta tidak bisa di kenali lagi.
"Anak ini bukan anak biasa. Kekuatannya mengerikan. walau tidak bisa membunuhku. Aku harus menghindar setiap serangannya yang barusan agar bisa menyerang balik", gumam pria itu.
Jordan bisa membaca pikiran pria itu dan kembali menyerang pria itu Tampa pikir panjang. Jordan menyerang pria itu sembari membasmi setiap bawahan pria itu yang dia jumpai nya.
"Lindungi ketua", ujar salah satu bawahan pria itu.
" Kalian pikir bisa menghentikan ku saat aku seperti ini?", ujar Jordan sambil tersenyum ganas.
Jordan mempercepat langkahnya. Tanpa mereka sadari, Jordan sudah melewati mereka semua Tampa kesulitan.
Saat Jordan sudah sampai di belakang mereka, bawahannya sudah menjadi gumpalan daging tetapi tidak dengan pria tersebut. Dalam hitungan menit, lapangan yang awalnya bersih kini di penuhi oleh aroma amis darah dan banyak gumpalan daging.
"Kau harus di musnahkan. Karena kau anak yang sangat berbahaya", teriak pria itu yang kemudian menyerang saat Jordan melemah.
" Dasar tidak berguna", ujar Jordan tersenyum kepada pria itu yang kemudian memberikan serangan telak ke perut pria itu.
Pria itu terlempar hingga puluhan meter menghancurkan tembok serta pepohonan di sekitar sekolah.