
Setelah beberapa hari di rumah Yamato, Jordan memutuskan untuk pergi dari kediaman tersebut.
"Apakah kau yakin dengan keputusanmu?" ,tanya Yamato hati-hati.
"Paman. Aku harus pergi sekarang. Masih banyak hal yang harus aku lakukan", ujar Jordan.
Dengan raut wajah yang lesuh, Yamato cuma mengangguk pelan. Betapa beruntungnya dia mengenal sosok pendekar yang kuat seperti Jordan.
"Baiklah paman, aku pergi dulu. Titip salam buat Liu'er", ujar Jordan sembari mengucapkan salam perpisahan.
Semenjak Jordan memutuskan untuk pergi gadis itu lebih memilih menghindar dari dirinya. Liu'er merasa Jordan adalah laki-laki yang sangat spesial dalam hidupnya.
Setelah Jordan tidak terlihat lagi, barulah Yamato menghampiri Liu'er.
"Ada apa denganmu? apakah kau mencintainya?", ujar Yamato pada putrinya tersebut.
Mendengar hal itu, sontak wajah Liu'er memerah. Dia tidak menyangka ayahnya akan mengajukan pertanyaan tersebut.
"Jangan bersedih putriku. Dia pasti akan datang lagi", ujar Yamato menyemangati putrinya itu.
Dengan tatapan sedih, Liu'er cuma bisa menganggu pelan menjawab perkataan ayahnya itu.
**********
"Sial, mereka kuat sekali. Aku harus menghindari serangan dari mereka", ujar seorang pria paruh baya.
Pria tersebut di kejar oleh segerombolan orang. Memungkinkan pria itu menjadi target yang harus di lenyapkan.
"Daeng Lin. Jangan kabur", ujar seorang pria kekar berotot yang mengejarnya.
Pria itu hanya bisa berlari Tampa henti demi menghindari pertarungan tersebut.
"Sial. mereka punya tekat kuat untuk membunuhku. Aku harus berlari secepat yang aku bisa" ujar Daeng Lin dalam hati.
Tampa dia sadari, sebuah bola berwarna hitam melesat kearahnya. Tampa basa basi Daeng Lin menghindari serangan tersebut.
Suara ledakan terdengar cukup keras hingga radius beberapa ratus meter dari lokasi Daeng Lin.
Jordan yang sedang istirahat terkejut oleh suara ledakan tersebut. Dengan cepat dia langsung mencari asal suara itu.
Setelah berlari beberapa ratus meter, Jordan menemukan sebuah lokasi yang tidak jauh dari situ yang telah hancur.
"Apa-Apaan ini? Ledakan barusan ternyata sangat berbahaya", ujar Jordan.
Saat sedang terhanyut oleh keterkagetannya, Jordan melihat ada seorang pria paruh baya yang sedang di serang oleh beberapa orang yang tidak jauh dari lokasi ledakan tersebut. Tampa pikir panjang, Jordan langsung datang menghampiri pria itu dan membantunya.
"Hentikan",
Suara Jordan memecah pertempuran mereka.
"Siapa kau anak muda. Jangan menghalangi pekerjaan kami", ujar salah satu pimpinan mereka.
Jordan melihat dengan teliti kekuatan mereka. Setidaknya kekuatan mereka adalah pendekar Bumi.
Sepengetahuan Jordan. Tingkat kekuatan seseorang dapat dilihat dari mereka yang ahli dalam menggunakan jurus. Mau itu pedang atau kekuatan alam.
Tingkatan para pendekar terbagi menjadi 7 bagian. Pendekar Bumi, Dewa Bumi, Langit Bawa, Mengubah Langit, Pendekar Langit Dan yang tertinggi adalah Dewa Langit.
Dan di setiap elemen pendekar tertinggi adalah tingkat pendekar Dewa Langit. Segerombolan pria yang menyerang tersebut setidaknya berada di pendekar Dewa Bumi. Terkecuali pimpinan mereka yang sudah mencapai tingkat Langit bawah.
"Pergilah anak muda. Selagi aku berbaik hati padamu", ujar pria kekar tersebut.
"Dasar kalian parah pecundang. Kalian hanya bisa mengganggu orangtua yang lemah. Kemari hadapi aku?", ujar Jordan yang menantang mereka.
Mendengar hal itu, pria kekar itu jengkel sendiri. Dia kemudian memerintahkan prajuritnya untuk menyerang Jordan.
Sambil mengeluarkan ekspresi yang menakutkan Jordan melepas hawa membunuh yang dasyat. Pria kekar tersebut sampai mengeluarkan keringat dingin.
Batin pria kekar tersebut mengatakan akan repot bila menyinggi