Devil Eyes

Devil Eyes
Pengawalan Ketat



Jordan menatap setiap orang yang mendatanginya dengan panik.


"Tuan Muda, apakah anda baik baik saja?", ujar salah seorang pria.


Mereka tidak lain adalah pasukan khusus ayah angkat Jordan, Law Yu. Mereka segera datang membantu Jordan ketika ada laporan bahwa rombongan mereka diserang.


" Aku tidak apa-apa. Tolong selamatkan teman-temanku", pintah Jordan.


Sambil megangguk pelan, pimpinan pasukan itu memerintahkan sebahagian anak buah terlatihnya untuk menyelamatkan teman-teman Jordan.


"Bagaimana dengan ayah? ", tanya Jordan penasaran.


" Tuan Besar selamat Tuan. Hanya saja beliau syok mendegar anda tertinggal di lokasi ini dan kemudian pingsan dan belum sadarkan diri Tuan ", ujar pria itu.


" Bawa aku ke ayah", ujar Jordan.


"Baik Tuan Muda", ujar pria itu yang langsung memanggil mobil Baja untuk menjemput mereka semua.


*****************


Satu bulan telah berlalu semenjak kejadian tersebut terjadi menimpa Jordan dan teman-temannya. Banyak siswa dan siswi yang terluka walau tidak serius.


" Jordan pergilah ke sekolah. Ayah baik-baik saja", ujar Law Yu.


"Apakah kau yakin ayah?", tanya Jordan.


Sambil tersenyum hangat, Law Yu mengangguk pelan. Jordan kemudian bergegas membersihkan dirinya sebelum dia ke sekolahnya.


Setelah selesai berpakaian, Jordan di kawal menuju ke sekolahnya.


" Sudah berapa kali aku katakan tidak ada yang perlu mengawalku. Aku bisa sendiri ", ujar Jordan marah.


" Maaf Tuan Muda. Kami hanya menjalankan perintah dari Tuan Besar", ujar mereka serempak.


"Aihhhh"


"Baiklah-baiklah. Tapi setidaknya kalian pakai senjata yang biasa saja. Di jalan begitu ramai jika kalian menunjukkan senjata kalian", pintah Jordan.


Dengan cepat mereka mengganti senjata mereka dan meletakkan di dalam tas dan koper.


" Aihhhh. Kalian tidak mengerti", ujar Jordan yang sembari memasuki mobilnya.


Rombongan mereka pun pergi meninggalkan rumah mereka dan berangkat menuju sekolah Jordan.


Selama di perjalanan, Jordan selalu memikirkan apa yang telan di sampaikan oleh Iblis Jiwa kepada jordan.


Banyak muncul Pertanyaan-pertanyaan mengenai kejadian satu bulan silam.


"Apa yang di katakan Iblis Jiwa memang masuk di akal. Diriku bukan berasal dari dunia persilatan ini, tapi aku harus bertambah kuat agar bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi", gumam Jordan dalam hatinya.


" Ingat kalian tidak perlu menungguku", pintah Jordan.


"Maaf Tuan Muda. Kami mendapatkan tugas untuk menjaga sekolah ini Tuan", ujar mereka.


" Terserah kalian saja. Yang terpenting, jangan ganggu aku", ujar Jordan.


Jordan melangkah santai menuju gerbang sekolah dan menyapa security yang sedang berdinas jaga di sebuah pos kecil miliknya.


"Selamat pagi Tuan Muda? ", Ujar security tersebut.


" Pagi pak", ujar Jordan ramah.


Orang-orang yang menyaksikan hal tersebut terkaget akan hal yang mereka lihat.


Jordan melanjutkan langkahnya tampa berpaling ke belakang.


"Ada apa dengan mereka ini? Mereka menatapku karena penuh kekaguman", ujar Jordan idalam hatinya.


""TTuan....... Muda", ujar salah seorang siswi.


Jordan melangkah sambil membalas menuju ruang kelasnya.


" Selamat pagi Tuan Muda", ujar salah satu pengawal.


Jordan terkejut bukan main, Jordan merasa pengawalan kali ini memang sangat berlebihan.


"apa yang kalian lakukan di sini? ", ujar Jordan marah.


" Bukankah kalian sudah aku perintahkan untuk tidak mengganggu ku? ", maaf Tuan Muda.


" Maafkan kami Tuan Muda",


"Sudahlah. Yang penting kalian menyelesaikan perintah dari ayah. ", Pintah jordan.


Kemudian mereka semua membubarkan diri dan menempati posisi yang telah dj tentukan.


" Berlebihan sekali ayah menyuruh mereka buat menjagaku seperti ini"\=, ujar Jordan kesal.


Pada saat yang sama, guru mereka memasuki ruangan belajar mengajar dan memulai pelajaran.


Guru mereka memulai menjelaskan setiap inti sari dari setiap pembelajaran mereka. Jordan tidak fokus selama pelajaran karena dirinya selalu memikirkan perkataan si Iblis Jiwa.


"***saya minta maaf buat teman-teman pembaca DE. Berhubung karna saya lama tidak update karna HP saya ilang dan baru ini beli HP baru.


Semoga pembaca sekalian memaklumi. Saya akan coba lagi update sedapatnya saya. Trima kasih yang sudah suport memberi like dan share cerita DE.


God Bless you all Guys***