Devil Eyes

Devil Eyes
Kehidupan Pendekar di Zaman Modern IV



Jordan hanya diam seribu bahasa saat mereka menyelesaikan makanan mereka dan mengobrol di ruang tamu.


Benar saja, belum sempat Jordan membuka suara Shion langsung menghujani Jordan dengan begitu banyak pertanyaan.


"Baiklah-baiklah. Aku akan beritahu semua yang terjadi", ujar Jordan.


Jordan mulai bercerita saat pertama kali dirinya bertemu dengan Law Yu. Jordan menjelaskan awalnya mereka hanya sebatas kenal karena Jordan menolong Law Yu saat di serang oleh sekelompok orang tidak di kenal. Dari situlah perkenalan mereka dimulai sampai pada saat dirinya diminta untuk menjadi anak angkat Law Yu.


Shion yang mendengarkan cerita Jordan takjub akan hal tersebut. Seorang bos Mafia Yakuza ternama di Jepang mau mengangkat anak yang bahkan mereka baru bertemu satu kali saja.


"Mengapa kamu tidak memberitahu aku?", ujar Shion sambil menggembungkan pipinya.


Jordan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena binggung akan menjelaskan bagaimana kepada Shion.


"Dunia Yakuza yang ayah angkat geluti sangat berbahaya. Aku tidak ingin kamu terluka karena permasalahan keluarga baru ku", ujar Jordan.


Shion terharu mendengar perkataan dari Jordan. Shion merasa beruntung memiliki pasangan hebat seperti Jordan.


Kemudian keduanya saling berpelukan Sampai matahari terbenam.


Tampa mereka sadari, Law Yu memperhatikan kemesraan kedua sejoli tersebut dan tertawa kecil karenanya.


"Anak muda sekarang sungguh hebat", ujar Law Yu.


Saat malam tiba, Shion di ajak oleh Jordan untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan oleh pelayannya.


"Sayang perkenalkan ini Kak Yihu. Pelayan khusus yang di tugaskan ayah angkat untuk melayani setiap kebutuhanku", ujar Jordan.


"Selamat malam nona muda. Jika anda butuh sesuatu katakan saja", ujar Yihu sungkan.


"Baiklah kak Yihu", ujar Shion.


Besarnya kamar yang di siapkan padanya membuat dia sangat sungkan. Sehingga saat Jordan telah sampai ke kamarnya, Shion menyusul dari belakang.


"Bisakah kamu menemaniku tidur? Aku takut tidur sendiri", ujar Shion manja.


Jordan terkejut dengan permintaan Shion tersebut. Pasalnya bila Jordan mengiyakan permintaan Shion, ini jadi pertama kalinya Jordan tidur bersama dengan seorang wanita.


"Apakah kamar yang di sediakan oleh kak Yihu kurang nyaman?", tanya Jordan.


"Aku hanya ingin bersama kamu malam ini", ujar Shion manja.


Jordan yang mendengarkan hal itu merasa bimbang. Pertama kalinya tidur dengan wanita dan pertama kalinya dia juga tidur dengan wanita secantik Shion.


"Baiklah kalau kamu memaksa. Ayo masuk di luar dingin", ujar Jordan.


Mereka berdua akhirnya masuk ke kamar dan tidak lupa Jordan Menganti pakaiannya agar terlihat relax.


"Hei hei. Tidak perlu seserius itu", ujar Jordan.


Shion tersadar dari lamunannya. Shion menutup wajahnya karena malu di pandang oleh Jordan.


"Aku akan Menganti pakaianku di kamar mandi. Kamu tunggu di sini", ujar Jordan sembari berjalan menuju kamar mandinya.


Tidak butuh waktu lama Jordan sudah kembali dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidurnya tetapi bertelanjang kan dada.


Shion yang melihat Jordan kembali berkaca-kaca. Kenapa tidak, badan yang tinggi berotot dan six pack serta wajah yang menawan dambaan semua wanita.


"Astaga. hei apa yang kamu liat? apakah aku semenawan itu?", tanya Jordan sombong.


Shion tidak memperdulikan perkataan Jordan kali ini. Shion terhanyut dalam imajinasinya membuat Jordan kebingungan.


"Baiklah apa yang akan kita lakukan sebelum tidur?", tanya Jordan.


Pertanyaan Jordan memecah kekaguman Shion akan tubuh berotot Jordan. Mereka berdua lalu memikirkan apa hal yang menyenangkan sebelum mereka tidur.


"Bagaimana bila bermain kartu?", usul Jordan.


"Siapa yang menang, boleh meminta apa saja yang dia inginkan dan yang kalah tidak boleh menolaknya", ujar Jordan.


"Bagaimana?", tanya Jordan.


Shion merasa binggung. Karena baru pertama kalinya ia bisa bermain kartu sedangkan Jordan sudah lama melakukan hal tersebut.


"Baiklah", ujar Shion pasrah.


Dengan sigap Jordan membuka lemarinya dan mengambil sekotak kartu dan mulai membagikannya.


Jordan mengajarkan Shion dahulu sebelum mereka memulai permainan. Saat Shion sudah paham dan mengerti, permainan pun di mulai.


Jordan memulai lebih dulu, satu persatu kartu ia bagikan kepadanya dan kepada Shion. Saat. pembagian selesai, Jordan sontak terkejut dengan apa yang dia dapat. Jordan berpendapat mungkin dia akan menang.


Benar saja round pertama di menangkan oleh Jordan membuat Shion menggembungkan pipinya karena kesal.


Tetapi Dewi Keberuntungan berpihak pada Shion. Jumlah kartu yang ia dapat membuat Shion menangkan round ke-dua.


Sampai hampir dua belas permainan dan akhirnya Jordan menelan kekalahan pahit karena bisa kalah dari Shion dengan skor Tujuh-Lima.


"Ah......Kamu beruntung. Aku lagi tidak enak badan jadi kurang serius bermain", ujar Jordan mencari alasan.


Shion hanya tertawa mendengar alasan Jordan. Pada akhirnya mereka tidur karena akan menghadapi hari sibuk esok hari.