
Jordan merasa binggung dengan reaksi dari pria tersebut.
"Siapa namamu anak muda?", tanya pria itu.
"Namaku adalah Jordan Lin. Apa harus menyebutkan nama bila ingin membunuhmu?", tanya Jordan dengan dengan sinis.
"Setidaknya, aku mengetahui dengan siapa aku bertarung. Baiklah. Mari kita serius", ujar pria itu yang langsung mengeluarkan aura bertarung yang sangat kuat.
"Sial... Aku harus menghindar darinya. Kalau tidak aku mati disini", gumam Jordan.
Selagi Jordan memikirkan cara untuk kabur, pria itu tiba-tiba saja menghilang dan seketika muncul di hadapan Jordan yang langsung memberikan serangan tapak kepadanya.
"Apa-apaan ini", sontak Jordan terkejut.
Sayangnya Jordan tidak bisa menghindar dari serangan itu tetapi menerimanya.
Serangan itu sukses membuat Jordan terlempar lagi dan merusak beberapa dinding rumah di belakangnya.
Darah segar mengalir dari bibirnya dikarenakan serangan tersebut terlalu kuat serta mematikan. Seandainya Jordan tidak memiliki tubuh yang kuat, mungkin dirinya sudah tewas.
"Cihhh..... Kekuatan yang luar biasa. Baiklah aku akan-",
Belum sempat Jordan menyelesaikan kata-katanya, Jordan merasa tubuhnya sangat kesakitan dan terjatuh dalam posisi berlutut.
"Apa yang......???", ujar Jordan keheranan semmbari memengang tubuhnya yang terasa sakit.
Darah segar kembali keluar dari mulutnya, tetapi kali ini lumayan banyak.
Shion yang memperhatikan pertarungan tersebut, sontak khawatir dengan keadaan Jordan. Melihat Jordan muntah darah semakin khawatirnya dirinya kepada Jordan.
"Anak muda. Aku pikir kau bisa memberikan pertarungan menarik. Ternyata sebatas ini", ujar pria itu mengejek.
"K....kau.....Aku belum kalah", ujar Jordan yang tiba-tiba saja mengeluarkan aura keunguan yang pekat dan kuat.
Pria yang hendak menghampiri Jordan mengambil jarak beberapa meter dari lokasi Jordan.
"Uaaggghhhhh.......", teriak Jordan keras yang di susul dengan gelombang kejut yang merusak daerah sekitarnya.
"Anak ini telah memasuki alam Suci", ujar pria itu gentar.
Alam Suci adalah Batas seorang pendekar yang membuat pendekar tersebut dapat mengeluarkan segenap kemampuan yang terpendam di dalam dirinya. Alam Suci juga memberikan penggunanya kekuatan yang di sebut dengan Qi. Yang membuat penggunanya bisa berpuluh-puluh kali lipat lebih kuat.
Jordan yang teriak kesakitan perlahan-lahan mulai terdiam. Tubuh Jordan kini tidak mengeluarkan aura keunguan lagi melainkan aura putih bercampur emas.
"Anak ini bertambah kuat. Aku bahkan tidak bisa melawannya", gumam pria itu dalam hatinya.
"Pergi dari sini", pintah pria itu kepada bawahannya yang masih hidup.
Akan tetapi sebelum mereka pergi, pria itu merasakan bahaya dari belakangnya dan sontak menghindar.
Sebuah Hembusan angin yang kuat menyerang pria itu dari belakang.
"Anak ini",
Pria itu sontak memberikan perintah kepada bawahannya untuk pergi dari sana tetapi tidak ada yang merespon.
Pada saat yang sama, pria itu menoleh kebelakang dan menemukan para bawahannya sudah tercabik-cabik hingga tidak bisa di kenali lagi.
"Kau harus membayarnya", ujar pria itu yang langsung menyerang Jordan Tampa pikir panjang.
Jordan yang masih terdiam tidak melakukan apa-apa, mengangkat satu jarinya untuk menghalau serangan pria tersebut.
"apa-apaan ini", ujar pria itu keheranan.
"Dengan satu jari dia menghalau serangan ku? Ini sangat berbahaya", gumam pria tersebut.
tidak sampai di sana, jari Jordan kemudian mengeluarkan sebuah bola hitam dan menembak pria tersebut.
Merasa terancam, pria itu menghindari serangan Jordan.
Serangan Jordan sukses di hindari, tetapi efek hancurnya melebihi pemikiran si pria itu.
Beberapa rumah hancur hingga berbentuk puing di belakang pria tersebut.
"Kau harus mati", ujar Jordan.
Jordan kemudian menghilang dari hadapan pria itu dan kembali muncul sembari memberikan serangan.
Tidak sempat menghindar, pria itu menahan serangan Jordan dengan kedua tangannya. Tetapi sayang. Serangan Jordan berhasil di tahan tetapi pria itu harus mengorbankan sebelah tangannya untuk bisa tetap hidup.
"Kau hebat juga. Sudah lama aku tidak bertarung seserius ini", ujar Jordan.
Sambil menutup luka pria itu dengan tenaga dalamnya, pria itu merasa heran mendengar perkataan Jordan. Jordan yang bertarung sebelumnya tidak pernah semengerikan Jordan yang sekarang.
Aura putih keemasan yang awalnya Jordan keluarkan dari tubuhnya, mendadak hilang dan berganti aura merah darah.
"Mari hibur aku lagi", ujar Jordan yang kembali menghilang dan muncul beberapa langkah dari si pria.
"Sial......", ujar pria itu yang dengan sigap menghindar.
Sebuah bola kecil terbentuk di ujung telunjuk Jordan dan menyerang pria itu. Karena sudah menghindar, serangan itu menghantam tanah dan membuat sebuah lubang besar di sebelah pria itu.
"Anak ini sangat berbahaya, andai karena keluarga Yang tidak menolongku waktu itu. Aku tidak akan mau melawan anak ini", gumam pria itu dalam hatinya.
"Kau bilang tadi kau dari keluarga Yang ya? Aku akan menghabisi seluruh keturunan tuanmu itu. HAHAHAHA", Jordan tertawa lepas.
Mendengar perkataan Jordan, pria itu sontak marah dan kehilangan akalnya.
"Ingin membunuh tuan Yang? Kau harus melewati jasatku dulu", teriak pria itu.
"Bagus. Aku ingin lihat seberapa kuat kau menahan sakit", ujar Jordan dengan nada menakutkan.