Devil Eyes

Devil Eyes
Pertarungan Berbeda Level



Jordan tidak memperdulikan situasi yang telah ia lewati. Jordan kemudian bergegas meninggalkan lokasi gang tersebut dan bergegas menuju rumahnya.


Di sisi llainplainl Law Yu masih memikirkan tentang Jordan. Karena penasaran dengan identitas Jordan, Law Yu memanggil anak buahnya.


"Kalian pergilah. Cari tahu indentitas anak muda yang bernama Jordan ini", pintah Law Yu.


"Baik Bos Besar", sahut sepuluh orang bawahan Law Yu yang jadi intelejen Law Yu.


Setelah berkata demikian, kesepuluh orang tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Jarang menemukan orang yang baik di mas0a sekarang. Aku akan segera menemukan mu Jordan", ujar Law Yu.


*****************


Keesokan paginya, Jordan kembali beraktifitas seperti biasanya. Pergi ke sekolah, belajar, serta berkumpul dengan teman-temannya.


Sampai pada saat Jordan bertemu dengan Shion sang pacar.


"Kemana saja kau tidak mengabari ku?", tanya Shion kesal.


Shion dan Jordan memang berada pada sekolah yang sama, tetapi mereka berada di kelas yang berbeda. Dikarenakan Jordan menghilang selama setahun dan tidak naik kelas, jadi dia tetap berada di kelas dua di sekolahannya sedangkan Shion berada di kelas tiga.


"Maafkan aku. Aku mengalami hal yang aneh beberapa hari ini", ujar Jordan mencari alasan.


Karena sudah jatuh cinta berat dengan Jordan, konyolnya Shion mempercayai hal tersebut dan menerima alasan itu.


NOTE: saya kehabisan ide. Jadi agar terlihat menarik saya cari ide dari teman saya.


Jordan kemudian mengajak Shion untuk pergi makan siang ke kantin sekolah.


Kemesraan yang mereka berdua tunjukan membuat teman-teman mereka merasa iri akan hal tersebut. Mereka merasa Jordan adalah orang yang beruntung bisa mendapatkan bunga sekolah yang baik dan polos seperti Shion.


"Sayang, apa yang ingin kamu makan?", tanya Shion manja.


Melihat kemanjaan Shion, Jordan mengelus kepala Shion dengan lembut sembari tersenyum hangat membuat rona wajah Shion memerah seperti tomat matang.


Teman-teman Jordan yang laki-laki merasa sangat terpukul akan kejadian tersebut. Banyak yang menyesali dirinya tidak setampan dan berkharisma seperti Jordan.


"Mengapa jomblo selalu mendapatkan perlakuan seperti ini",


"Ahhh. Membuatku sakit hati saja",


"Mereka membuat hatiku tersayat-sayat",


Begitulah pemikiran yang ada di benak para siswa pria di sekolahan tersebut setelah menyaksikan kemesraan Jordan dan Shion.


Berbeda halnya dengan siswi putri di sekolah tersebut. Mereka merasa iri yang luar biasa kepada Shion karena bisa mendapatkan pria setampan dan secerdas Jordan.


Para siswi di sekolah tersebut awalnya banyak menjauhi Jordan karena Jordan orang yang pendiam dan terlihat seperti orang lemah.


"Apa spesialnya wanita itu. Bahkan aku lebih cantik daripada dia",


"Mengapa Jordan mau dengan perempuan miskin seperti Shion?",


Begitulah cibiran yang ingin di berikan kepada Shion oleh siswi sekolah tersebut. Mereka tidak mengutarakannya karena mereka takut Jordan akan marah dan tidak mau mengenal mereka lagi. Sehingga para siswi tersebut hanya bisa pasrah menerima sakit hati akan kemesraan mereka berdua.


Pada saat para siswa dan siswi sedang menikmati makan siang mereka, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang memanggil nama Jordan.


"Hai siapa lagi ini yang buat keributan di sekolah?", gumam Jordan.


Jordan kemudian pergi meninggalkan kantin dan menuju asal suara tersebut.


Sesampainya di lokasi, Jordan di kejutkan oleh puluhan orang berbadan kekar sedang memukuli guru olahraga yang sedang mengajar.


Merasa tersulut emosinya, Jordan bergerak cepat menyerang para perusuh yang mengusik kehidupan sekolahnya.


***************


"Jordan Lin keluarlah dari sarang mu. Atau kami akan membakar sekolah ini", Teriak seorang pria kekar yang mungkin adalah pimpinan mereka.


"Tuan sebaiknya tidak mengganggu proses belajar mengajar saat ini. Jika kalian memiliki masalah dengan salah satu siswa kami, saya tidak segan-segan memanggil polisi menangkap kalian", ujar seorang guru yang merupakan guru olahraga.


Mendengar hal itu, kepala kelompok itu tersulut emosinya dan Tampa pikir panjang mengayunkan tongkat besinya ke arah guru tersebut. Pukulan itu sukses membuat guru tersebut muntah darah.


Tidak sampai di sana, para bawahannya kemudian menghajar para murid serta guru tadi hingga babak belur. Tidak terkecuali anak nakal yang membuly Jordan di sekolahnya Yansu.


Ketua kelompok tersebut kemudian mengeluarkan pistol dari bajunya dan mengarahkannya ke kepala guru olahraga tersebut.


"Jordan keluar lah. Jika ti........",


Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, sebuah tendangan menghantam kepalanya membuatnya terlempar dan menabrak pohon di sampingnya hingga retak.


"Siapa yang.....", kata-kata ketua kelompok tersebut terhenti melihat seorang anak muda yang sedang berdiri gagah di depannya.


"Biar ku tebak. Kau Jordan bukan?", ujar ketua kelompok tersebut.


Jordan memandang ketua kelompok itu dengan tatapan malas.


"Mengapa orang jahat seperti kalian suka mencari masalah yang kalian sendiri tidak bisa mengetahui akibatnya", ujar Jordan sambil memengang kepalanya lalu menggelengkan kepala.


"Hehehe. Memang benar kau Jordan. Bosku mengingini kepalamu", ujar pria itu yang dengan cepat menghilang dari sana dan muncul secara tiba-tiba di hadapan Jordan.


Jordan dengan refleks menahan serangan tersebut namun gagal dan terlempar ke belakang.


NOTE: SAYA MINTA MAAF KEPADA TEMAN-TEMAN YANG TELAH MEMBACA SETIA EPISODE. KARENA HAMPIR TULISAN SAYA BANYAK YANG TYPO. SAYA MEMOHON MAAF KEPADA SEMUA.🙏🙏🙏