
*Sebelumnya gua ingin mengucapkan selamat tahun baru 2020 buat kita semua warga Indonesia. Semoga di tahun ini, kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.
AMIN......
#2017 di masa depan*.........
"Jordan bangun. Waktunya sekolah", teriak seorang wanita dari dalam dapur.
"Baik baik ibu. Aku akan bersiap-siap", ujar seorang pemuda.
*Namanya adalah Jordan Lin. Merupakan keturunan dari keluarga Lin yang sudah gua bahas di episode sebelumnya. Jordan adalah anak yang sangat berbakat dan jenius. Sangat penurut dan pendiam. Selalu menjadi bahan Bully-an teman-teman sekelasnya*
"Sarapanlah terlebih dahulu. Kau akan lemas bila tidak sarapan ke sekolah", ujar wanita tersebut yang tidak lain adalah ibunya Jordan.
*Jordan hanya memiliki seorang ibu. Ayahnya adalah seorang tentara yang gugur di Medan pertempuran. Jordan sejak kecil sudah di asuh oleh ibunya dengan penuh kasih sayang. Ibunya bernama Rose dari keluarga Wang.*
"Baik Bu. Apakah hari ini ibu berangkat bekerja lagi?", tanya Jordan.
Dengan senyum yang manis, ibunya hanya memasang senyum menandakan jawaban ia.
"Ibu mungkin akan pulang larut malam lagi. Kamu tidak perlu menunggu ibu pulang. Tidurlah nanti duluan", jawab sang ibu.
Dengan raut wajah murung, Jordan mengiyakan pernyataan sang ibu walau hatinya berkata lain.
Setelah selesai menyantap sarapannya, Jordan berpamitan kepada ibunya lalu berangkat ke sekolahnya. Waktu tempu yang dia habiskan ke sekolahnya hanya 10 menit saja, sebab jarak sekolah dengan rumahnya lumayan dekat.
Sesampainya di sekolah, Jordan langsung menuju ke dalam kelasnya. Jordan merupakan siswa kelas 2 SMA. Merupakan siswa yang cerdas dan berbakat.
Sesaat sebelum membuka pintu kelasnya, tiba-tiba Jordan terkena ember yang jatuh tepat di kepalanya. Seketika itu juga, wajah dan tubuh Jordan dipenuhi oleh tepung. Sebab isi dari ember tersebut merupakan tepung yang sudah di siapkan teman-temannya untuk mengerjakan Jordan.
Saat Jordan terkena jebakan itu, murid yang terkenal iseng langsung tertawa terbahak-bahak dan memfoto kejadian tersebut.
"hahahaha. Ada apa denganmu? Apakah kau ingin memasak kue? hahahaha",teriaknya.
Dengan wajah yang kesal, Jordan hanya bisa terdiam saat di tertawa kan teman-teman sekelasnya.
"Aku hanya pecundang. Selalu di jebak oleh teman-teman ku. Aku hanya bisa bersabar menghadapi mereka' umpat Jordan dalam hati.
Saat yang bersamaan, Jordan lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sesampainya di kamar mandi, jebakan lain telah menunggu dirinya. Tiba-tiba keran air yang ada di kamar mandi terlepas dan membasahi baju sekolah Jordan.
'Oh *Tuhan. Aku sungguh tidak kuat lagi',
"Setidaknya berikan aku satu kebahagiaan saja dalam 1 hari ini". umpatnya dalam hati*.
Selesai merapikan semuanya, Jordan berniat pergi kembali untuk masuk kedalam kelas dan melanjutkan pembelajaran. Tetapi di perjalanan, Jordan merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang. Merasa terganggu, Jordan mempercepat langkahnya dan akhirnya sampai di dalam kelas.
"Jordan kenapa hari ini kamu terlambat?", tanya gurunya.
Sambil menundukkan kepala Jordan menjelaskan situasi yang sebenarnya. Gurunya hanya mendengarkan tapi tidak memberikan respon apa-apa selain menyuruh Jordan untuk duduk.
1 hari di sekolah, mengisahkan kehidupan Jordan yang penuh dengan kesialan. Saat sedang melamun, Jordan di kagetkan oleh suara bel tanda pelajaran telah selesai untuk hari ini.
Di saat yang seharusnya, Jordan mengemas barang-barangnya dan bersiap untuk kembali pulang.
Saat dalam perjalanan pulang, Jordan merasakan hal yang sama waktu di sekolah. Jordan merasa seperti ada yang mengikuti dirinya dari belakang.
"Siapa kamu? Kenapa kau mengikuti aku?", teriaknya.
Seketika itu juga, muncul sesosok sesepuh di hadapannya. Dengan raut wajah yang kaget, Jordan termundur beberapa langkah.
"Tenanglah anak muda", ujar sesepuh itu.
"siapa kau? Apa yang kau inginkan dariku?", ujar Jordan.
Sambil tersenyum tipis, sesepuh itu menjelaskan alasan dia bertemu dengan Jordan. Jordan mendengarkan setiap cerita sesepuh itu dengan teliti.
"Aku bukan pendekar, Aku hanya siswa biasa. Aku juga tidak memiliki kekuatan seperti dirimu", ujarnya.
Sambil tersenyum tipis, sesepuh itu lalu mengeluarkan sebuah jarum dari balik jubahnya.
"baiklah jika kalau tidak percaya. Aku akan membuka kekuatan mu secara menyeluruh", ujar seseepuh itu.
sesepuh itu lalu melemparkan jarum itu dengan tenaga dalam ke arah Jordan. Kecepatan jarum itu tidak dapat di hindari oleh Jordan. Jarum itu langsung mengenai inti pusat tenaga dalam Jordan. Jordan yang terkena jarum itu, tiba-tiba berteriak kencang dikarenakan sakit yang sungguh luar biasa.
Sakit yang di rasakan oleh Jordan terbilang sangat lama. Hampir 45 menit dirinya menahan sakit yang luar biasa. Setelah efek sakitnya hilang, Jordan kehilangan kesadaran dan pingsan
"Aku telah membuka kekuatan terpendam mu cucuku. Kau akan menjadi pendekar yang sangat hebat di jaman ini", ujar sesepuh itu dan menghilang seketika dari hadapan jordan.