
Jordan tidak memperdulikan setiap serangan yang berhasil di tahan oleh Xiu Weng. Dengan pedang Cahaya dan Kegelapan yang dia punya, Jordan yakin akan bisa memenangkan pertarungan kali ini.
"Kau bisa menyerang terus menerus Tampa memikirkan sisa tenaga dalammu?", ujar Xiu Weng.
"Jangan banyak omong kosong. Bertarung saja", ujar Jordan.
Jordan kembali menyerang Xiu Weng dengan membalas menggunakan aura pembunuhan dan bertarungnya secara bersamaan.
"Sial. Anak ini luar biasa. Kekuatan fisik serta tenaga dalam yang dia miliki ternyata besar juga", gumam Xiu Weng menggerutu di dalam hatinya.
Jordan menyerang Tampa memikirkan sekitarnya. Hasil dari serangannya sukses membuat sebagian anak buah Chiu Weng tewas di tangannya membuat pedang Kegelapan bersinar terang.
"Apa yang terjadi?", ujar Jordan menahan gejolak kekuatan pedang Kegelapan.
"Mungkin kau tidak tahu banyak tentang kedua pedang mu itu", ujar Xiu Weng sembari mencoba menyembuhkan lukanya.
"Apa yang kau bicarakan?", tanya Jordan penasaran.
"Pedang Kegelapan mu itu merupakan pedang terkuat setara dengan pedang Cahaya milikmu. Hanya saja pedang Kegelapan mu semakin kuat bila kau sering membunuh menggunakannya", ujar Xiu Weng.
Jordan awalnya dipenuhi amarah, tetapi setelah mendengar perkataan Xiu Weng dirinya merasa ada yang belum dia pahami tentang kedua pedangnya tersebut.
"Pedang Kegelapan akan mengeluarkan kekuatan sejatinya bila kau semakin sering membunuh. Pedang Kegelapan akan merasuki jiwamu seperti Iblis Jiwa. Semakin pekat aura Pembunuh mu, semakin kuat juga kekuatannya", ujar Xiu Weng.
Tiba-tiba saja pedang Kegelapan bersinar semakin terang membuat tangannya begetar hebat. Benar saja, Pedang Kegelapan miliknya mulai merasuki jiwanya Jordan.
"Uaghhhh............", gerang Jordan kesakitan.
"Anak ini, Jiwanya akan lenyap bila dirinya terus membunuh", gumam Xiu Weng.
Xiu Weng mengatur rencana supaya Jordan semakin banyak membunuh dengan mengorbankan bawahan kakaknya.
"Bunuh dia", pintah Xiu Weng.
Anggota yang mendengarkan perintah tersebut tidak bisa melanggarnya. Dengan cepat mereka menyerang Jordan menggunakan senjata jarak dekat seperti pisau dan pedang.
Saat pasukan tersebut menyerang Jordan, Pedang Kegelapan milik Jordan tiba-tiba bergerak sendiri Tanpa Jordan perintah. Tangan Jordan bergerak sendiri mengikuti alunan dan aliran gerakan pedang Kegelapan.
"Sial. Firasat ku buruk soal ini", gumam koran sembari menahan agar Pedang Kegelapan miliknya tidak merasuki jiwanya lebih dalam.
"Bunuh........Bunuh semua yang ada",
Begitulah teriakan yang Jordan dengar yang berasal dari pedang Kegelapan.
"Kau pikir bisa mengambil alih tubuhku? Tidak semudah itu kawan", ujar Jordan sembari menahan kekuatan yang ingin merasuki tubuhnya.
"Baru kali ini ada tuan yang menolak kekuatanku. Rasakan lah kekuatan yang besar ini Tuan Jordan", ujar pedang Kegelapan.
Pasukan yang menyerang Jordan kini diam tidak berkutik karena di sebabkan oleh suara menakutkan dari pedang Kegelapan.
Suara dan aura kematian yang sangat mengerikan yang di keluarkan oleh Pedang Kegelapan membuat siapapun bisa keringat dingin bila merasakannya.
"Berhenti!!!!", teriak Jordan.
Pedang Kegelapan tidak berhenti walau Jordan melawan dirinya. Pedang Kegelapan terus mengambil nyawa para pasukan keluarga Weng dengan ganas membuat hampir sebagian besar pasukannya tewas oleh pedang Kegelapan.
"Apa yang kau lakukan anak bodoh. Bisa-bisa nya kau dirasuki oleh pusaka lemah seperti dirinya", ujar seseorang yang tidak lain adalah Daeng Lin.
"sebenarnya kau bisa mengalahkan kekuatan Pedang Kegelapan yang merasuki mu dengan cara melawan balik menggunakan Pedang Cahaya", ujar Daeng Lin memberi masukan.
"Dasar kakek tua. Kenapa tidak sedari tadi mengatakannya?", ujar Jordan kesal.
"Aih.......Awalnya aku hanya ingin mengetes mu, sampai mana kau bisa bertahan?", ujar Daeng Lin mengejek.
Kemudian, Jordan menggunakan segenap kekuatannya untuk mengontrol tubuhnya yang telah di kuasai oleh Pedang Kegelapan.
Kali ini Pedang Cahaya yang bereaksi. Cahaya terang bagaikan matahari mulai menyinari Pedang Cahaya yang ada di tangan Jordan.
"Aku akan membantu tuan untuk menghentikan pedang Kegelapan agar tidak membunuh terlalu banyak", ujar pedang Kegelapan.
Jordan semakin penasaran dengan kekuatan kedua Pedang miliknya. Kekuatan yang kedua Pedang itu telah keluarkan membuat Jordan berfikir untuk tidak menggunakan pedang Kegelapan untuk sementara waktu.
"Pedang Cahaya yang anda gunakan saat ini akan berusaha untuk menetralisir kekuatan dari pedang Kegelapan", ujar pedang Cahaya.
Pedang Cahaya semakin terang seakan ingin melenyapkan sesuatu yang berbahaya.
Saudaraku. Sadarlah. Dia bukan orang lemah yang bisa kau kuasai begitu saja. Kau adalah saudaraku yang hebat. Tidak ada yang bisa mengalahkan mu dalam kondisi ini", ujar Pedang Cahaya.
"Diam kau. Karena dirimu terlalu lembek, kau tidak bisa menguasai anak ingusan seperti ini", ujar pedang Kegelapan.
Setiap pusaka di dunia ini memiliki akar roh yang membuat mereka bisa berkomunikasi bila ada kecocokan. Setiap pusaka memilik kekuatan dan level yang berbeda.
"Sudah cukup. Aku tidak ingin keturunan keluarga Lin mengalami hal yang sama dengan para leluhurnya", ujar pedang Cahaya.
Kemudian, pedang Cahaya merebut kontrol jiwa Jordan dan ikut membunuh setiap pengawal yang menyerang Jordan.
"Apa yang di pikirkan kedua pedang ini? Mereka sama-sama membunuh untuk apa?", tanya Jordan dalam hati.
Jordan berusaha agar setiap pusaka nya tidak perlu untuk membunuh dan setiap kekuatan yang kedua pedang itu tunjukan begitu memukau perasaan Jordan.
"Aku sudah pulih. Aku akan menyerang langsung",, gumam Xiu Weng.
Xiu Weng mulai melesat menyerang Jordan dengan membabi buta tanpa memikirkan para anggotanya yang belum menyadari kehadiran dari Xiu Weng.
Saat Xiu Weng sudah hampir mendekati Jordan, Pedang Kegelapan milik Jordan bereaksi untuk menolong Jordan dengan menangkis serangan dari Xiu Weng.
"Apa-apaan ini? Dengan mudah dia menangkis serangan ku dengan mudah?", gumam Xiu Weng dengan heran.
"Kau pikir bisa membunuh anak lemah ini? Jangan harap", ujar pedang Kegelapan yang kemudian berubah arah dengan menyerang Xiu Weng lagi.
Jordan bisa merasakan tubuhnya bahwa dirinya bisa menangkis serangan dari Xiu Weng.
"Jangan banyak bicara bantu hamba agar bisa mendapatkan kembali kontrol penuh dengan baik", ujar pedang cahaya.
Baiklah bila kau ingin dia mati konyol kau harus melakukan sesuatu yang membuatku senang.
""Apa-apaan dengan semua ini. Semua kekuatan yang pedang Kegelapan miliki sangat besar dan tidak mudah di taklukan", ujar Jordan.
Tubuh Jordan bergerak dengan sendirinya", ujar Jordan menunjukan bahwa Jordan memiliki kekuatan yang berbeda jauh.
Jordan kembali menyerang para anak buah Chiu Weng tetapi tidak menggunakan pedang Kegelapan sangat pedangnya yaitu dengan pedang cahaya.