Devil Eyes

Devil Eyes
Pembalasan Tiada Akhir



Perjalanan Jordan dan teman-temannya memakan waktu lumayan lama sehingga butuh waktu tiga jam perjalanan untuk menempuhnya.


Di perjalanan, pemandangan yang indah serta hembusan angin yang nyaman membuat Shion merasa ini hari bahagianya.


Tidak sempat Shion menikmati penuh perasaan senangnya, tiba-tiba saja mobil di depan mereka meledak dan membuat mobil yang di naiki oleh Jordan Shion dan ayahnya terbalik.


"Apa-apaan ini? apa yang terjadi", teriak Jordan.


Belum sempat mereka mencerna situasinya, sebuah ledakan kembali menghancurkan mobil pengawal ayah angkat Jordan.


"Sial. Kalian lindungi ayah dan Shion", pintah Jordan yang segera di laksanakan para pengawal tersebut.


Dengan sigap para pengawal itu mengeluarkan serta membawa ayah angkat dan Shion yang tidak sadarkan diri.


Peperangan tidak terhindarkan. Jordan sudah bisa menebak siapa yang berani menghadang mereka. Siapa lagi kalau bukan Chiu Weng, musuh bebuyutan ayah angkat Jordan.


"Suruh bis-bis itu mundur agar tidak ada jatuh korban diantara para teman-teman ku", pintah Jordan kepada salah satu pengawal.


Dengan cepat pengawal tersebut melakukan perintah dari Jordan. Beberapa bis berhasil meninggalkan lokasi perang terkecuali bis yang di naikin oleh teman-teman sekelas Jordan.


Supir bis tersebut tewas diakibatkan kepalanya tertembak dan menewaskan supir itu seketika.


Para siswa dan siswi yang menyaksikan hal tersebut tidak kuasa menahan isi perut mereka. Sebagian muntah bahkan ada yang tidak sadarkan diri.


"Jika mereka terus di sini, mereka akan celaka", Gumam Jordan.


Belum sempat Jordan memikirkan strategi, sebuah rudal melesat cepat menyerang bis yang di naikin oleh teman-teman Jordan.


Rudal tersebut mengenai bagian samping bis tersebut mengakibatkan bis tersebut terguling dan melukai sebagian murid walau tidak serius.


"Lindungi aku", teriak Jordan.


Dengan sigap sisa pengawal tersebut melindungi Jordan dengan segenap kekuatan mereka.


"Jurus Angin:Langkah Angin"


Jordan bergerak cepat menuju tempat teman-teman nya berada. Setelah sampai di sana, Jordan merasa kasihan melihat teman-teman nya yang terluka akibat serangan tersebut.


Dengan cepat Jordan dan memukul kaca bis tersebut dan mengevakuasi teman-temannya yang terluka terlebih dahulu. Jordan memerintahkan bawahannya untuk membawa mobil yang masih bisa di gunakan untuk membawa teman-temannya.


Setelah hampir setengah dari jumlah temannya di bis berhasil di bawa, sebuah tembakan mengenai bahu Jordan dan membuatnya tersungkur di aspal.


Dengan cepat para penyerang itu menyerang sisa pengawal Jordan dengan membabi buta sehingga tidak ada yang selamat.


"Kau harus ikut dengan kami", ujar salah satu penyerang dan menotok Jordan sehingga Jordan kehilangan kesadaran.


*****************


"JORDANNN...........", teriak Shion.


Rombongan sekolah Jordan telah sampai di rumah sakit terdekat akibat serangan tersebut.


Ayah angkat Jordan lalu menemui Shion yang sudah sadarkan diri dan menenangkan Shion.


"Bagaimana keadaanmu menantuku?", tanya law Yu khawatir.


"Aku mengkhawatirkan Jordan ayah",, ujar Jordan menangis.


"Tenang saja, Ayah akan mengusahakan untuk menyelamatkan Jordan dan teman-temannya yang di Sandra oleh musuh", ujar Law Yu menenangkan Shion.


Law Yu yakin Jordan bukan anak yang lemah. Law Yu tau Jordan memiliki banyak rencana untuk bisa bertahan hidup.


**************


"Bangun......... Sampai kapan kau akan pura-pura pingsan", ujar seseorang.


Jordan yang sudah sadar sedari tadi membuka matanya dan memperhatikan sekitarnya. Selain Jordan, banyak teman-teman Jordan yang sedang di Sandera juga bersamanya.


"Apa yang kalian inginkan?", tanya Jordan.


"kau tidak perlu banyak bertanya. Kami hanya menjalankan perintah dari bos kami", ujar penyandera tersebut.


Jordan binggung akan hal tersebut. Banyak hal yang akan menjadi hal yang mengerikan bila Jordan bergerak gegabah.