Devil Eyes

Devil Eyes
Kehidupan Pendekar di Zaman Modern



Setelah sampai di kelasnya, Jordan selalu memikirkan tentang apa yang akan terjadi pada dirinya bila sampai kepala sekolah sampai buka mulut tentang hal dua Minggu lalu.


Pada saat Jordan sedang termenung, pintu kelas berbunyi. Setelah guru membukanya, terlihat beberapa polisi sedang mencari seseorang.


"Aih...Mereka tahu juga akhirnya", decak kesal Jordan di dalam hatinya.


"Kami mencari anak yang bernama Jordan Lin", ujar polisi tersebut.


Sontak sang guru menunjuk dan memanggil Jordan untuk menemui polisi tersebut.


Dengan berat hati, Jordan menuruti gurunya dan menjumpai para polisi tersebut.


"Nak Jordan. Kami ingin kesaksian anda mengenai kejadian dua Minggu yang lalu di sekolah ini. Saya harap anda bisa bekerja sama", ujar polisi tersebut.


"Baiklah pak", ujar Jordan.


Setelah berkata demikian, Jordan dibawa dan di kawal oleh para polisi tersebut menuju kantor polisi.


"Sudah kuduga, kepala sekolah tidak mungkin menutupi hal besar tersebut", gumam Jordan dalam hati.


****************


Jordan dikawal oleh beberapa polisi menuju kantor polisi untuk mendapatkan keterangan.


Selama di dalam, Jordan dilontarkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kasus hancurnya sekolahnya beberapa Minggu yang lalu.


"Jordan Lin. Siapa sebenarnya diri anda? Bagaimana seorang anak muda bisa menghancurkan hampir separuh wilayah sekolah?", tanya inspektur Zuan.


inspektur Zuan adalah orang menangani kasus Jordan.


"Inspektur, saya beritahu kepada anda pun anda tidak akan percaya", ujar Jordan.


"Mengapa kau berpikiran seperti itu?", tanya inspektur Zuan heran.


Jordan merasa heran dengan semua ini. Dari pertanyaan yang di lontarkan oleh inspektur Zuan, merupakan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal.


"Inspektur banyak hal yang terjadi pada diriku beberapa tahun setelah aku menghilang itu. Aku kembali ke masa lalu dan mendapatkan ilmu pendekar tingkat tinggi di sana", ujar Jordan.


Inspektur Zuan merasa heran dengan pernyataan Jordan tersebut. Yang ada di pikiran Inspektur Zuan bahwa kisah yang di ceritakan oleh Jordan sedikit tidak masuk akal.


Jordan merasakan sakit kepala yang hebat setelah mendengar perkataan inspektur Zuan. Jordan binggung harus menjelaskan bagaimana agar Inspektur Zuan percaya akan kisahnya.


"Mari kita pergi dari sini dan Carikan aku sebuah target tembak dan lapangan yang luas. Akan ku tunjukan semuanya", ujar Jordan yang langsung mematahkan borgol yang menjeratnya.


Polisi yang menyaksikan hal tersebut merasa ketakutan. Baru kali ini dalam hidup mereka bisa menyaksikan seorang anak bisa mematahkan rantai borgol dengan mudahnya.


Jordan kemudian berjalan meninggalkan lokasi tersebut bersama inspektur Zuan.


"Siapkan lapangan tembak dan target tembak. Aku tidak ingin ada yang terlewat", ujar Inspektur.


Sesaat setelah itu, mereka akhirnya sampai di lokasi tersebut dengan membawa perlengkapan mereka.


"Di masa lalu kekuatan bisa di dapat dengan banyak latihan fisik maupun mental", ujar Jordan


"Apa. Magsud anda", ujar inspektur Zuan.


"Kekuatan yang kudapat sekarang adalah hasil latihan yang kulakukan selama di zaman dulu. Seseorang leluhurku membawaku dan melatihku di sana", ujar Jordan.


Lalu Jordan menunjuk salah satu pohon besar yang ada di sekitar mereka dan mendatanginya.


"Biar aku tunjukkan sesuatu yang menarik bagimu inspektur", ujar Jordan dan langsung mengeluarkan salah satu jurus.


"Jurus Harimau Surgawi"


Sebuah cahaya kebiruan menyelimuti tangan Jordan membentuk seperti cakar yang siap menyerang siapa saja.


Lalu Jordan menyerang pohon itu dengan sekali tebasan membuat pohon tersebut tumbang.


Para polisi yang menyaksikan hal tersebut membuka mulut mereka lebar-lebar karena tidak mempercayai hal tersebut.


"Apa-apaan ini? Kekuatan yang mengerikan", ujar inspektur Zuan.


"Sudah ku bilang inspektur. Aku melatih kekuatanku bersama dengan leluhurku", ujar Jordan yang kembali ke sebelah inspektur Zuan.


Banyak hal yang di pikirkan Zuan Song saat melihat aksi dari Jordan. Mengapa anak yang begitu muda bisa menguasai kekuatan menakutkan seperti yang di tunjukan Jordan.


Setelah menyaksikan betapa mengerikannya kekuatan Jordan, mereka semua kembali ke kantor polisi dengan perasaan campur aduk.