Devil Eyes

Devil Eyes
Lion Vs Jordan



Hawa yang di keluarkan Jordan membuat bawahan Lion kesulitan bernafas. Jordan yang terpukul akibat kematian ibunya tidak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga bergerak dengan cepat ke arah bawahan Lion.


Tidak menunggu waktu lama, satu lusin pasukan Lion telah tewas terbunuh di tangan Jordan dalam hitungan menit.


"Tuan Lin. Kami membutuhkan bantuanmu. Tolong kami........Uaghh.......", teriak salah satu bawahan Lion yang di serang Jordan.


"Bagus sekali. Keluarkan semua kekuatanmu Jordan. Jangan berhenti", ujar Lion.


Jordan yang mendengar perkataan Lion, semakin menjadi-jadi. Pasukan yang di bawa oleh Lion telah terbunuh dengan sadis ditangan Jordan. Hampir setengah dari pasukan yang di bawa Lion telah meregang nyawa.


"Mon....Monster. Kita harus mundur. Tuan Lin, kami akan mundur. Kami tidak kuat melawan dia seorang", ujar seorang bawahan Lion.


Lion yang mendengar laporan bawahannya, tiba-tiba saja menyerang bawahannya tersebut. Dengan cepat Lion menyerang bagian jantung orang tersebut.


"Uagh.....Tu...Tuan Lin. Teganya kau....", ujarnya sebelum terjatuh ke tanah dan kehilangan nyawa.


"Siapa yang mundur, akan aku bunuh kalian", ujar Lion dengan nada bengis.


Bawahan Lion semakin ketakutan. Di satu sisi mereka melawan Jordan yang tidak terkontrol. Di sisi lain bila mereka mundur, mereka akan menghadapi Tuan mereka.


"Kau.....Akan aku habisi kau", ujar Jordan yang tiba-tiba saja berhenti menyerang dan berganti arah menyerang Lion.


Perkataan Jordan memecah lamunan bawahan Lion tersebut dan segera mengambil jarak aman.


Duakkk........


Pukulan telak mengenai perut Lion dan ia terlempar hingga beberapa meter. Mereka yang menyaksikan kejadian itu terbuka matanya melihat kekuatan Jordan.


"Cihh.....Kau bisa juga saudaraku. Bisakah kau menghiburku lebih semangat lagi?", ujar Jordan dengan nada mengejek.


Jordan tidak tinggal diam. Dirinya langsung kembali menyerang Lion sembari mengeluarkan jurus tapak kepadanya.


"Jurus Cakar Harimau Surgawi"


Cahaya terang menyelimuti tangan Jordan. Dengan cepat Jordan menyerang ke arah Lion.


Lion yang melihat hal itu, mengambil sifat waspada. Jordan mengayunkan tangannya ke arah Lion. Seketika itu juga, tiba-tiba saja angin kencang mendatangi Lion. Dengan cepat Lion menghindari serangan tersebut.


Lion yang bergerak cepat, berhasil menghindari serangan Jordan. Tetapi sangat di sayangkan. Anak buah Lion yang berada di belakangnya terkena serangan tersebut. Tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian. Lion yang melihat hal itu, terbuka matanya.


"Sial. Untung saja aku bisa menghindar. kalau tidak, aku bisa tewas seperti mereka",ujar Lion dalam hati.


"Jangan lari pecundang", teriak Jordan sembari ngejar Lion di belakangnya.


"Jurus Api:Tornado Lautan Api"


Jurus yang di keluarkan lion membuat wilayah sekitarnya menjadi panas luar biasa. Tiba-tiba saja di hadapan Jordan, terbentuk sebuah pusaran api yang sangat besar mendatangi dirinya. Serangan yang mendadak membuat Jordan tidak bisa menghindar dari serangan tersebut.


DUARR.........


Suara ledakan hebat bergema kemana-mana. Serangan yang di keluarkan Lion membuat wilayah di sekitarnya rusak parah.


"Matilah dengan tenang saudaraku", ujar Lion sembari melangkah hendak meninggalkan tempat tersebut.


"Hei. Kau mau kemana? Urusan kita belum selesai", ujar Jordan yang selamat dari ledakan. tersebut.


Lion yang mendengar suara itu terkejut bukan main. Selama hidupnya bertarung, tidak pernah ada orang yang selamat setelah terkena jurusnya.


"Kau....kau bisa menggagalkan serangan ku?", ujar Lion.


Sambil tersenyum tipis, Jordan melangkah pelan ke arah Lion.


"Jurus sekecil ini ingin membunuhku? Bermimpi lah", ujar Jordan yang kemudian mengeluarkan jurus.


"Jurus angin:Langkah angin"


Tiba-tiba saja Jordan menghilang dari pandangan Lion. Lion yang melihat hal itu memasang posisi siaga.


Pukulan demi pukulan bersarang di tubuh Lion yang membuatnya kesulitan untuk menghindar. Kecepatan Jordan melebihi kekuatan manusia pada umumnya.


"Sudah saatnya aku mengakhiri ini. Pergilah ke neraka", ujar Jordan sembari melompat ke atas dan mengeluarkan jurus.


"Jurus angin:Pedang Angin"


Sebuah pedang angin terbentuk secara gaib dari tangan Jordan yang melayang ke arah Lion. Lion yang terluka tidak sempat menghindar dari serangan Jordan.


"Pergilah ke neraka Sampah", ujar Jordan sembari menebas kepala dari Lion. Serangan yang di berikan Jordan tepat mengenai leher Lion. Lion yang masih terkejut dengan serangan itu ternyata sudah tersungkur di tanah dan tidak bernyawa lagi.


"Ini adalah balasan karena kau telah membunuh ibuku", ujar Jordan.


Jordan yang baru selesai membalas dendam ibunya tiba-tiba saja pingsan dan langsung jatuh ketanah. Hawa yang menyelimuti tubuh Jordan tadi perlahan-lahan menghilang dari tubuhnya.


"Ibu maafkan aku", ujar Jordan yang kemudian tidak sadarkan diri sambil meneteskan air mata.