
Tubuh Jordan yang mengeluarkan aura mengerikan, sontak membuat para dokter dan perawat berkeringat dingin. Mereka merasa kebinggungan sebab mereka bukan berasal dari dunia persilatan.
Pada saat yang sama, Jordan tiba-tiba saja membuka matanya. Sontak membuat para perawat dan dokter terkejut.
"Ibuuuu...........", teriak Jordan.
Mendengar teriakan tersebut, membuat para perawat dan dokter segera menenangkan Jordan.
"Tenanglah nak. Kau terluka parah. setidaknya beristirahatlah dulu", ujar seorang dokter menenangkan Jordan.
Betapa terkejutnya Jordan melihat sang dokter. Jordan tidak menyangka akan kembali ke dunia asalnya.
"Dimana aku?", ujar Jordan sembari memegang kepalanya yang kesakitan.
"Kamu berada di Jepang. Apa yang terjadi dengan mu nak?", ujar seorang dokter.
"Aaa.....Akku...... uaghh........", teriak Jordan yang seketika memuntahkan darah segar dari mulutnya dan seketika itu juga Jordan kembali pingsan.
Melihat hal itu, dokter dan para perawat segera melakukan pertolongan.
"Bawa anak ini ke mesin X-Ray. Liat kondisi tubuhnya", ujar seorang dokter.
"Baik", teriak perawat itu serempak.
Jordan kemudian di bawa ke ruang X-Ray dan di periksa keadaan tubuhnya. Setelah selesai, Jordan kemudian di bawa kembali keruangan perawatan.
Setelah beberapa jam, akhirnya sang dokter mendapatkan hasil dari X-Ray tersebut. Dan benar saja, betapa terkejutnya dokter itu setelah melihat hasilnya.
"Apa-Apaan ini? Tubuhnya sangat mengerikan. Banyak organ tubuhnya yang rusak. Kemungkinan selamat cuma sepuluh persen", ujar sang dokter.
Mereka tidak menyangka bahwa seorang anak muda bisa mendapatkan luka dalam separah itu.
***************
Di sisi lain, Jordan yang kembali pingsan mendapati dirinya tersadar di ruang Batinnya.
"Ahhh. Aku hampir melupakan tempat ini", ujar Jordan.
Di ruang batin, Jordan tidak akan merasakan kesakitan yang dirasakan seperti sebelumnya.
Jordan lalu berjalan untuk mencari seseorang yang dirinya pasti tau siapa yang berdiam di ruang batin tersebut. Benar saja, baru beberapa langkah seorang sesepuh datang menghampirinya yang tidak lain adalah Daeng Lin.
"Wah kau bisa selamat, luar biasa", ujar Daeng Lin sembari mengelus jenggotnya yang panjang.
"Hei hei kakek. Nadamu mengejek sekali", dengus Jordan kesal.
"Hahahaha. Sungguh kekuatan Leluhur", ujar Daeng Lin yang membuat Jordan heran.
Mendengar hal itu Jordan terheran-heran dengan pernyataan Daeng Lin.
"Kekuatan Leluhur?", tanya Jordan.
"hahahaha. Aku sudah yakin kau pasti tidak mengetahuinya", ujar Daeng Lin yang semakin membuat Jordan penasaran.
"Baiklah baiklah. Pertama-tama apakah kau sudah melihat matamu", tunjuk Daeng Lin.
Jordan kemudian membayangkan sebuah kaca dan akhirnya muncul di hadapannya.
Diruang batin apapun bisa di munculkan sebagai ilusi terkecuali mahluk hidup.
Betapa terkejutnya Jordan melihat perubahan pada matanya. Sebelumnya matanya hitam sekarang berubah menjadi seperti mata ular berwarna merah.
"Apa-Apaan ini?", tanya Jordan heran.
"Benar adanya kau adalah keturunan setiap seribu setahun yang berbakat. Yang mewarisi kekuatan leluhur", ujar Daeng Lin.
Daeng Lin menjelaskan bawahan dulunya keluarga Lin adalah keluarga berdarah iblis. Sehingga memungkinkan mereka menjadi lebih kuat dari mahluk lain.
Jordan mendengarkan Daeng Lin dengan serius. Setiap perkataan Daeng Lin mengerutkan dahi Jordan.
"Jadi sebenarnya kita adalah keturunan Iblis?", tanya Jordan.
"Kau benar. kita adalah keturunan Raja dari segala Raja Iblis. Iblis terkuat pada masa ribuan Tahu. yang lalu", ujar Daeng Lin.
Jordan mencermati kata-kata Daeng Lin. Jordan tidak menyangka akan menjadi keturunan Iblis pada masa modern ini.
"Sepertinya kau harus terus berlatih. Tingkat kekuatanmu naik menjadi Pendekar Langit. Jangan gegabah. Aku akan membantumu", ujar Daeng Lin yang seketika itu juga mengibaskan tangannya.
Pada saat yang bersamaan, cahaya putih menyelimuti diri Jordan. Sensasi hangat membuat Jordan nyaman. Pada saat itu juga Jordan kembali tersadar mendapati dirinya berada di ruang rawat bersama seorang perawat pria.
"Kau sudah sadar, baguslah, tapi kondisi tubuhmu......", ujar perawat tersebut ragu.
"Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja", ujar Jordan yang seketika itu juga turun dari ranjangnya.
Melihat hal itu, perawat itu kaget dan segera menghentikan tindakan Jordan. Tapi keadaan berkata lain, perawat itu semakin kaget karena Jordan terlihat sangat sehat dan tidak mengalami sakit sedikitpun.
"Aku akan pergi. Maaf tidak bisa membayar perawatanku. Aku hanya anak yatim Piatu", ujar Jordan.
"Ti....Ti....Tidak perlu khawatir. Kami telah melaporkan ininke pihak berwenang. Dan kami sudah mengetahuinya", ujar perawat itu terbatah-batah.
"Tetapi sebelum pergi, bisakah kamu melakukan pengecekkan kembali?", ujar perawat itu.
Melihat hal itu, Jordan menyetujui pernyataan sang perawat. Jordan tidak ingin menimbulkan kecurigaan.
Sesegera mungkin, si perawat membawa Jordan untuk di periksa kembali. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya Jordan memutuskan untuk pergi.
Perawat dan dokter yang memeriksa hasilnya terkejut dengan perubahan yang terjadi pada tubuh Jordan. Cuma satu yang ada di pikiran mereka.
"Monster", ujar mereka serempak.
Tidak salah mereka berkata seperti itu sebab awalnya tubuh Jordan di diagnosa telah hancur dan tidak tertolong. Tetapi nyatanya belum beberapa jam tubuh Jordan pulih secara ajaib dan tidak meninggalkan bekas luka dalam.
Akhirnya berita bahwa seorang anak bisa sembuh dari penyakitnya yang mengerikan tersebar hingga keseluruh Rumah Sakit.