
Law Yu merupakan pimpinan Besar kelompok mafia Jepang yang biasa di sebut dengan Yakuza. Hampir seluruh daerah Jepang di kuasai oleh dirinya.
Law Yu menjelaskan mengapa dirinya bisa terbaring di jalanan dikarenakan musuh lamanya kembali untuk membalaskan dendam putranya yang telah Law Yu bunuh.
"Musuh ku itu adalah Chiu Weng berasal dari distrik Timur. Dia memerintahkan anak buahnya untuk membunuhku tetapi mereka pikir aku orang yang lemah", jelas kakek Law.
"Apa-apaan kakek tua ini? beberapa detik saja aku tidak menolongnya mungkin dia sudah tewas sedari tadi", gumam Jordan dalam hatinya.
"Itu semua berawal dari sepuluh tahun yang lalu. Aku dulunya adalah seorang anak jalanan yang hanya mengerti kekerasan dan uang. Hampir seluruh daerah di distrik Timur mengenalku", kakek Law menjelaskan kisahknya kepada Jordan.
"Sampai suatu ketika Chiu Weng menyerang seorang pria paruh baya yang sedang terluka. Disitulah aku dan anggotaku maju membatu pria itu. pertarungan antara anggotaku dan pasukan Chiu Weng sangat sengit sampai aku terbawa suasana dan tidak sengaja menembak anak Chiu Weng yang sedang bertarung", ujar kakek Law.
Kakek Law memberitahu jordan semua kisah yang dia alami sampai mengalami permusuhan dengan orang yang baru pertama ia kenal. Jordan mendengar kisah kakek Law Tampa memotongnya.
"Saat pertarungan itu masih memanas polisi datang dan menangkap Chiu Weng dan komplotannya. Sedangkan pria yang mereka serang di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan", ujar kakek Law.
"Jadi kakek, kenapa kau bisa menjadi bos besar dan masih ada saja orang yang ingin membunuhmu?", tanya Jordan penasaran.
"Haiihh. anak muda Chiu Weng bukan orang yang mudah melupakan semua kejadian tersebut. Pada saat di rumah sakit, diriku menemani pria itu sampai dia siuman", jelas kakek Law.
"Pria itu menjelaskan bahwa dia menginginkan diriku untuk di angkat menjadi anaknya. Sebab dirinya belum memiliki keturunan. Setelah ayah tiada dia memberikan semua harta warisannya kepadaku sampai aku bisa jadi sekarang", akhir penjelasan kakek Law.
Pada saat yang sama, seseorang muncul dan tiba-tiba saja muncul menyerang Jordan. Dengan gerakan cepat, Jordan menangkis serangan tersebut tetapi ia terpental lumayan jauh.
"Lindungi bos besar", ujar pria itu.
"Apakah kalian gila", ujar kakek Law.
"Anak muda itu menyelamatkanku. Dimana kalian saat aku di serang?", ujar kakek Law emosi.
Mendengar penjelasan bosnya para pria berpakaian serba hitam itu kemudian menunduk ala Yakuza dan meminta maaf kepada Jordan.
"Maafkan kami tuan muda. Kami sungguh menyesal", ujar mereka serempak.
Jordan kembali terheran dengan sikap para bawahan kakek Law. Kemudian Jordan bangkit dan mengibaskan tangannya menandakan Jordan tidak ingin memperpanjang masalahnya.
"Maafkan aku nak Jordan. Mereka tidak mengetahui bahwa dirimu yang telah menyelamatkanku", ujar kakek Law sembari ikut menundukkan kepala.
"Yah ampun kakek. Jangan seperti itu. Angkat kepala anda", ujar Jordan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah. Jika tidak ada lagi yang harus kulakukan, sebaiknya kalian membawa kakek Law ke rumah sakit untuk perawatan aku akan segera pergi", setelah berkata demikian, Jordan melompat dari atap rumah ke atap yang lain dan mulai menghilang dari sana.
"ilmu meringankan tubuhnya tidak buruk. Setidaknya dia mempunyai kekuatan pendekar sejati", gumam kakek Law.
************
Setelah cukup jauh dari mereka, Jordan kemudian mendarat di sebuah gang sunyi.
"Mengerikan sekali. Kekuatan mereka setara pendekar Langit Bawah. Memiliki pengawal yang memiliki kekuatan pendekar Langit Bawah Sesuatu yang sangat hebat", puji Jordan.