
Hallo teman-teman, maaf lama tidak update lagi. Saya mohon maaf karena pekerjaan saya mengharuskan saya untuk bekerja tanpa jaringan belakangan ini. saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian pembaca DE.
Jika ada hal yang ingin kalian sampaikan silahkan tinggalkan di kolom komentar dan jangan lupa like setiap chapternya ya.
Dengan segenap kekuatannya, Jordan bergegas menuju tempat dimana Shion disembunyikan. Tidak butuh waktu lama, Jordan telah sampai di lokasi Shion berada dan memandang wanita itu yang sedang di penuhi rasa khawatir.
"Hei. Kau baik-baik saja?", tanya Jordan sambil berpose keren memengang rambutnya.
Mendengar suara tersebut sontak Shion reflek melihat asal suara tersebut. Dengan cepat Shion berlari dan memeluk Jordan dengan erat.
Sambil mengelus kepala Shion, Jordan menenangkan gadis tersebut.
"Tenang-tenang lah. Aku tidak apa-apa", ujar Jordan lembut.
mendengar perkataan tersebut, Shion merasa tenang akan hal itu.
"Sebaiknya kita pulang. Aku akan meminta izin guru untuk membawamu pulang. Disini berbahaya", ujar Jordan yang dengan cepat menarik tangan Shion.
Keduanya bergegas meninggalkan lokasi tersebut dan mengarah ke ruang guru untuk meminta izin. Untungnya guru mereka menyetujui penyataan tersebut dan mengizinkan mereka untuk pulang.
****************
"Apa-apaan ini? apa yang terjadi denganmu anakku?", ujar Liaun Yang, ayah dari Han Yang.
"Siapa yang berani melakukan ini pada anakku? kalian jawab pertanyaan ku?", teriak Liaun Han kepada bawahan yang melindungi Han.
Dengan perasaan campur aduk mereka mencoba menjelaskan kepada Liaun kejadian sebenarnya.
"Tuan. Tuan muda di serang oleh seorang anak muda yang di kenal sebagai Jordan Lin. Dia tidak memberikan belas kasihan kepada tuan muda setelah dia menghajar tuan muda habis-habisan", ujar salah satu pengawal Han yang telah babak belur di hajar oleh Jordan.
Betapa terkejutnya Liaun mendengar penyataan tersebut. Sedari dulu tidak ada seorang pun yang berani mencari masalah dengan keluarga Yang.
"Apapun ceritanya, bunuh anak muda ini. Aku tidak ingin melihat dia hidup setelah melukai anak ku, laksanakan segera?", teriak Liaun.
"Baik tuan", ujar para pengawal itu sembari meninggalkan tempat tersebut.
"Aku akan membalaskan dendammu anak ku", ujar Liaun.
*************
"Dia pemalu sekali, pantas saja aku bisa jatuh hati padanya", gumam Jordan.
"Apakah kau akan melaporkan ini pada ayahmu?", tanya Jordan membuka pembicaraan.
"Hmmmm........aku.......aku........ tidak tau bagaimana menjelaskannya. Tuan muda Han adalah anak dari seorang pengusaha kaya di kota ini. Ayahku menjalin kontrak dengan perusahaannya", ujar Shion.
Mendengar penjelasan dari Shion, Jordan menaikan sebelah alisnya. Dia tidak menyangka alasan dibalik lamaran yang Shion tolak.
"Hmmm....... cukup menarik. Setidaknya aku tau apa penyebab dia hampir di pukul oleh anak pengusaha itu", gumam Jordan dalam hati.
Melihat Jordan terdiam akan penjelasannya, Shion merasa bersalah telah menyampaikan sesuatu yang tidak perlu.
Jordan yang melihat reaksi Shion memahami magsudnya dari gadis itu dan melirik dengaan senyuman hangat.
Saat kedua mata mereka bertemu, Shion yang memandang Jordan menjadi salah tingkah. Wajahnya memerah seperti tomat yang sudah matang.
"Hmmm...... Apa kau sakit? wajahmu memerah bagaikan tomat?", tanya Jordan.
Tersadar dari lamunannya, Shion berjalan cepat meninggalkan Jordan.
"Hei hei. pelan sedikit. Aku terlalu menghabiskan banyak tenaga tadi untuk membantumu", ujar Jordan.
Dengan cepat Jordan menangkap tangan Shion dan membalikkan badannya hingga menyentuh tubuhnya.
Ketika keduanya saling berpelukan, wajah Shion lebih merah dari sebelumnya.
Jordan yang melihat ekspresi dari Shion tersenyum hangat.
"Kau tidak perlu khawatir. Aku akan menjagamu. Jadilah pasangan ku selamanya", ujar Jordan.
Bukannya membaik, Wajah Shion lebih merah dari sebelumnya. Tampa menjawab apa-apa, Shion hanya mengangguk pada Jordan. Lalu keduanya pulang sambil bergandengan tangan.