
Jordan menikmati setiap waktu bersama dengan Shion. Tidak ada hari yang lebih tenang bila tidak di temani pujaan hatinya tersebut sampai-sampai setiap siswa dan siswi yang melihat mereka berdua merasa iri dan cemburu.
Hidup yang dijalani oleh Jordan terbilang luar biasa. Dimana dia menjadi terkenal akan bela dirinya di sekolah dan mendapatkan hati sang Bunga Sekolah.
"Baiklah anak-anak. Besok akan ada acara berkemah dari sekolah. Bapak harap kalian bisa mempersiapkan diri", ujar guru mereka.
Bel tanda pulang telah berbunyi. Jordan segera menghampiri kelas Shion dan memberikan kabar tersebut.
"Hahaha. Kamu tidak perlu khawatir. Aku bisa mempersiapkan diri kok", ujar Shion.
"Baiklah Kamu bosnya. Apakah kamu mau mampir ke rumahku?", tanya Jordan.
Shion merasa campur aduk. Shion mengetahui bahwa Jordan hanya tinggal sendiri di rumahnya sehingga dia bimbang.
"Tenang saja. Aku tidak akan macam-macam kok sama kamu", ujar Jordan.
"Baiklah. Aku harus minta izin dulu ke ayah soal ini", ujar Shion yang langsung menghubungi ayahnya.
Tidak beberapa lama, Shion mengatakan bahwa ayahnya menyetujui hal tersebut. Akhirnya mereka berdua pulang ke rumah Jordan bersama.
Sesampainya di pintu gerbang, banyak siswa maupun siswi yang heboh menyaksikan sebuah mobil mewah sedang parkir di jaga oleh beberapa orang berpakaian serba hitam.
Jordan yang melihat hal itu tertunduk malu karena dia tau, bahwa mereka adalah pengawal yang di perintahkan oleh ayah angkatnya.
Saat pengawal tersebut melihat Jordan, mereka dengan sigap membuka jalan sembari memberi hormat kepada Jordan.
"Selamat siang Tuan Muda", teriak mereka serempak yang membuat kaget para siswa-siswi yang lain
Tidak terkecuali dengan Shion. Shion mengetahui Jordan hanya orang biasa-biasa saja. Tetapi setelah melihat para pria berpakaian serba hitam memanggil Jordan dengan sebutan Tuan Muda, Shion merasa bimbang.
"Mengapa kalian ke sini? Kan sudah aku bilang tidak perlu menjemputku?", ujar Jordan kesal.
"Maaf Tuan Muda. Kami hanya melaksanakan perintah dari Tuan Besar", ujar salah satu pengawal.
Jordan merasa binggung serta kesal. Jordan akan sangat repot bila menjelaskan pada Shion akan hal tersebut.
"Baiklah baiklah. Kalian antar aku pulang. Besok kami ingin melakukan perjalanan camping", ujar Jordan.
"Siap Tuan Muda", ujar pengawal tersebut.
"Ah.....Aku lupa mengenalkan dia pada mu. Namanya Ling Tian. Salah satu pengawal terbaik ayah", ujar Jordan di susul Hormat Ling Tian.
"Ling Tian memberi Hormat kepada Nona Shion", ujar Ling Tian tegas.
Shion yang melihat hal itu merasa malu. Baru pertama kalinya dia di panggil dengan sebutan nona.
"Baik Tuan Muda", ujar Ling Tian.
Akhirnya mereka semua meniggalkan sekolah tersebut dan pulang menuju ke kediaman Jordan.
*****************
Sesampainya di di rumah Jordan, Shion merasa takjub akan besar dan luasnya rumah tersebut.
"Jangan terkejut seperti itu. Kamu seperti aku yang pada saat itu pertama datang ke rumah ini", ujar Jordan.
Pernyataan Jordan membuat Shion terheran-heran. Shion bisa menebak bahwa Jordan di angkat oleh seorang keluarga kaya raya.
"Ayo masuk. Diluar sangat panas", ujar Jordan.
Mereka berdua akhirnya masuk dan di sambut oleh seseorang yang tidak lain adalah Law Yu, ayah angkat Jordan.
"Selamat datang di rumah kami. Jordan memberitahuku bahwa kami akan kedatangan tamu. Ternyata Jordan membawa calon menantu. Sebagai seorang ayah aku sangat senang", ujar Law Yu yang di susul tatapan aneh dari Jordan.
"Ayah........Perkenalkan ini Shion. Shion ini ayah angkat ku", ujar Jordan.
Shion terkaget bukan main. Siapa yang tidak mengenal pria di hadapannya. Kelompok Yakuza terbesar di Jepang dan paling di takuti. Shion merasa terkagum, karena Jordan bisa menjadi anak angkat dari Law Yu.
"Perkenalkan Tuan Yu Saya Shion", ujar Shion lembut.
"Aihh..........Menantu jangan seperti itu. Anggap saja aku sebagai ayahmu juga. Kamu bisa memanggil saya ayah", ujar Law Yu sembari tertawa terbahak-bahak.
Jordan yang melihat reaksi sang ayah menundukkan wajahnya. Hal yang baru ia ketahui bahwa sang ayah angkat ternyata memiliki selera humor yang tinggi.
"Ling kemari lah", ujar Law Yu.
"Siap bos", ujar Ling Tian tegas.
"Kamu harus melindungi menantuku dengan baik. Perintahkan pelayan untuk melayani menantuku dengan baik", ujar Law Yu yang membuat Jordan membuat ekspresi kebingungan akan sifat ayah angkatnya tersebut.
"Ayah. Kami masih muda. Tidak perlu sampai seperti itu?", ujar Jordan kesal.
"Jordan dia adalah kekasih mu. Kelak kalian menikah dan memberikan aku cucu. Sepantasnya aku panggil begitu pada calon menantuku", ujar Law Yu tegas.
"Baiklah-baiklah ayah", ujar Jordan pasrah.
Setelah itu Law Yu meninggalkan lokasi tersebut dan kembali ke kamarnya. Setelah ayahnya tidak terlihat lagi, Jordan mengajak Shion untuk makan siang. Banyak hal yang harus Jordan siapkan untuk membalas pertanyaan yang akan Shion utarakan nanti.