Devil Eyes

Devil Eyes
Kembali Ke Dunia Awal



Di sisi lain, Jordan yang menghilang merasakan tubuhnya sulit di gerakan. Perlahan-lahan Jordan membuka matanya dan melihat sekelilingnya semua hitam.


"Dimana ini? Apakah aku sudah mati?", ujar Jordan kebingungan.


Pada saat Jordan sedang kebingungan, sebuah cahaya yang menyilaukan mata datang menghampiri Jordan.


"Apa-Apaan ini?", teriak Jordan yang sama sekali tidak bisa melihat asal cahaya tersebut.


Cahaya itu semakin lama, semakin terang sehingga membuat Jordan semakin melindungi matanya. Setelah cahaya itu menembus tubuhnya, Jordan bisa melihat kembali dan terheran dengan tempat awal dia sadar semua berubah warna menjadi putih.


"Dimana ini? Apakah ini Surga?", gumam Jordan.


Seketika itu juga tempat tersebut secara ajaib tumbuh tanaman, rerumputan, pepohonan dan masih banyak lagi yang membuat tempat itu menjadi lebih indah.


Jordan terhanyut dengan fenomena tersebut. Betapa indahnya pemandangan yang dia lihat sekarang ini.


Saat Jordan terhanyut kekagumannya, Jordan tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengawasinya. Sampai sampai dirinya tidak menyadari sosok tersebut sudah berada di belakangnya. Jordan menyadari sosok tersebut setelah sosok itu memeluk Jordan.


Karena terkejut, Jordan melompat mengambil jarak dengan sosok tersebut. Dan benar saja, ketika Jordan memandang sosok tersebut betapa terkejutnya dirinya. Ia di pertemukan kembali dengan sosok sang ibunda.


Sambil meneteskan air mata, Tampa basa basi Jordan melompat dan memeluk sang ibu. Si ibu juga melakukan hal yang sama. Keduanya bertemu dan saling memeluk erat satu sama lain.


"Ibu maafkan aku yang tidak bisa menjagamu?", ujar Jordan sambil menangis.


Sang ibu kemudian menatap wajah Jordan dan menghapus air matanya.


"Kamu tidak perlu meminta maaf. Ibu yang seharusnya meminta maaf kepadamu. Karena ibu tidak bisa menjagamu lagi", ujar sang ibu sambil kembali memeluk erat anak kesayangannya tersebut.


Saat mereka terhanyut dengan nostalgia mereka, tiba-tiba saja cahaya hijau terang menghampiri tubuh Jordan. Melihat kejadian itu Jordan yang panik tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.


Benar saja, belum sempat bertanya dengan sang ibu, tiba-tiba saja tubuhnya merasakan sakit yang yang luar biasa. Tubuhnya terasa seperti tertiban benda yang sangat berat.


"Uaghh..... Ibu apa yang terjadi dengan ku?", teriak Jordan kesakitan sembari bertanya kepada ibunya.


"Mungkin belum saatnya kamu kesini Jordan. Kembali lah ke dunia kita. Lindungilah orang orang yang kamu sayang", ujar sang ibu.


"TIDAKK........uaghhh.......Aku tidak akan meninggalkan ibu lagi", teriak Jordan yang sesekali muntah darah akibat kesakitan yang iya derita.


Perlahan-lahan cahaya hijau itu mulai redup begitu juga dengan tubuh Jordan.


"Ibu......", teriak Jordan.


"Kembalilah kedunia. Hapuskan semua kejahatan yang ada di dunia ini dan lindungilah orang yang kamu sayangi sekali lagi. Terimakasih sudh mau menjadi anakku. Jordan", ujar sang ibu di susul menghilangnya tubuh Jordan dari tempat itu.


****************


Di sisi lain. Sebuah Rumah Sakit terkenal di Jepang di kejutkan sebuah kabar ada seseorang yang terluka parah terbaring di tengah jalan tol yang datang secara tiba-tiba.


Seseorang tersebut seperti datang dari dunia lain. Dia datang dari sebuah cahaya hijau yang seketika itu mengeluarkan tubuh seseorang yang mendarat langsung di tengah jalan tol.


Dengan cepat warga yang menyaksikan hal itu membawa orang tersebut ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi dengan dirinya", tanya sang dokter.


"Kami juga bingung apa yang terjadi. Saat kami temukan darah mengalir dari semua lubang yang ada di kepalanya. Karena panik jadi kami membawanya ke sini", ujar seseorang warga.


Dengan cepat orang tersebut dibawa ke ruang UGD dan langsung menjalani perawatan.


Betapa terkejutnya dokter serta perawat yang memeriksa keadaan orang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jordan.


"Apa-Apaan tumbuh anak ini. Aku baru menyadari ini tubuh seorang anak muda", ujar dokter tersebut.


"Apa yang akan kita lakukan dokter?" ujar seseorang perawat.


baik dokter ataupun perawat, mereka semua terheran serta ketakutan merasaksn hawa tubuh Jordan yang bersiap melakukan pertarungan.