
"Aku pulang" ucap And dengan membuka pintu.
"Oh And sudah pulang" ucap ibu yang sedang berada di depan televisi bersama Riri.
"Tidak makan dulu And" ucap ibu yang menonton televisi.
"Nanti saja bu, And mau istirahat dulu" ucap And sambil menaiki tangga.
"Ah lelah sekali" ucap And sambil menjatuhkan badannya ke kasur. "Rasanya kepalaku tidak sanggup menerima semua ini" And yang menutupi wajahnya dengan tangan. "Sepertinya masa lalu aku sudah berubah sedikit, tapi aku masih belum bisa memikirkan apa yang terjadi nanti" And yang masih menutupi wajahnya dengan tangan. "Hari libur pertamaku sudah kacau" kini And yang menutupi wajahnya dengan sebelah tangan.
"Tit..tit..tit.." bunyi alarm.
"Uaahh" memperlihatkan And yang baru bangun tidur dengan merentangkan kedua tangannya ke atas. "Aku ketiduran karena terlalu lelah semalam" And bangun sambil mematikan alarm jam.
"Pantesan Riri tidak bangunin aku, karena aku bilang padanya, kami libur sekolah 3 hari" terlihat And sambil bersiap-siap olahraga pagi.
"Satu..dua..satu..dua.." And yang terlihat berolahraga di pinggir jalan. "Sudah 1 jam olahraga, sebaiknya aku pulang saja" And yang merasa lelah dan menuju jalan pulang.
"Tumben olahraga" ucap Sofia yang sedang berpapasan dijalan.
"Oh Sofia, dari mana kamu?" tanya And dengan tersenyum.
"Oh aku tadi belanja keperluan di dapur" ucap Sofia.
"Wah sepertinya berat, aku bantu bawa ya" ucap And mengambil bawaan Sofia.
"Tidak ngerepotin kamu And" ucap Sofia terlihat malu-malu.
"Tidak kok, malahan aku senang bisa bantu kamu" ucap And dengan tersenyum menggodanya.
"Besok apa kamu ada waktu luang?" tanya Sofia terlihat malu-malu.
"Emmm, besok ya!, sepertinya tidak ada" ucap And.
"Mau tidak temenin aku beli baju baru" ucap Sofia memperlihatkan wajahnya yang memerah.
"Boleh, nanti aku temenin kamu" ucap And melihat wajah Sofia.
"Kenapa And seperti biasa saja ya!" pikir Sofia terlihat bingung.
"Kenapa kamu bengong" tanya And.
"Emmm..tidak apa-apa kok" jawab Sofia dengan malu-malu memalingkan pandangannya.
"Kenapa Sofia terlihat malu-malu" pikir And sambil meliriknya "Sofia apa ada sesuatu di wajahku" tanya And karena penasaran.
"Ti..tidak ada apa-apa kok" ucap Sofia sambil memalingkan wajahnya lagi.
"Terus kenapa kamu memandangi wajahku tadi begitu lama. Apa kamu suka dengan kegantengan aku" ucap And terlihat menyombongkan dirinya.
"Heh.. kepedean kamu And" ucap Sofia sambil memalingkan wajahnya. "Kalau aku benar-benar suka, apa kamu juga suka aku And" pikir Sofia terlihat kesal kepadanya.
"Ya sudahlah kalau tidak mau bilang" ucap And dengan biasa.
"Nah akhirnya sampai rumah kamu" ucap And.
"Ya sudah makasih" ucap Sofia dengan mengambil barang belanjaannya. "And bodoh" ucap Sofia sambil meninggalkan And.
"Hah!, salah apa aku coba" pikir And terlihat kesal dengan sikapnya. "Benar kata orang-orang perempuan itu susah di mengerti" And terlihat kesal dan membalikkan badannya untuk menuju jalan pulang.
*****
"Wah novel aku diterima, semoga dengan karya novel ini bisa memberikan keringanan untuk keluarga aku" And didepan komputernya terlihat senang. "Aku sangat senang usahaku membuahkan hasil. Semoga kedepannya banyak yang suka novel aku" And dengan bahagia melihatnya.
"Wah sudah hampir jam 09.30 malam, besok aku ada janji sama Sofia" ucap And yang duduk di depan komputernya.
"Bagaimana aku chat saja dia dulu, jam berapa janjiannya" ucap And sambil memegang ponselnya.
"Wah And chat aku" ucap Sofia yang terlihat senang melihat chat di ponselnya. "Padahal aku belum mau tidur karena mikirin besok" ucap Sofia sambil tiduran di kasur.
"Sofia besok kita jam berapa ketemunya?" tanya And dalam chat.
"Emmm..kamu jam berapa bisa temenin aku" ucap Sofia dalam chat di ponsel And. "Balas apa lagi ya, nanti salah, ngambek lagi" ucap And terlihat bingung.
"Bagaimana jam 08.30 pagi" balas And dalam chat di ponsel Sofia. "Baiklah" terlihat Sofia kesenangan membalas chat And.
"Hah!, singkat amat" ucap And membaca balasan chat Sofia.
"Ya sudah kamu tidurnya jangan larut (begadang)" memperlihatkan balasan di ponsel Sofia. "Emmm, perhatian sekali And" ucap Sofia ketika melihat balasan And.
"Iya" memperlihatkan balasan di ponsel And. "Huh!, Balas cuek amat, mending tidur saja aku" ucap And dengan menaruh ponselnya.
"Emmm..And tidak membalas lagi" ucap Sofia terlihat tidak senang. "Apa dia sudah tidur" terlihat Sofia masih memikirkannya. "Kenapa dia tidak balas lagi sih" terlihat Sofia dengan kesal melihat ponselnya. "Dasar And tidak peka (tidak peduli) dengan perasaanku" ucap Sofia yang masih memarahi ponselnya.
"Ah..jam berapa sekarang" teriak Sofia yang terlihat kaget ketika bangun tidur. "Ah sudah jam 08.00 pagi" Sofia sambil berteriak kaget melihat jam. "Aku mandi dulu" memperlihatkan Sofia yang terburu-buru bangun dari tempat tidurnya.
*****
"Ah dimana And" ucap Sofia yang berada didekat halte bus. "Katanya jam 08.30, ini sudah jam 08.40" ucap Sofia terlihat kesal. "Pasti dia belum bangun nih" ucap Sofia melirik ke kanan kiri.
"Kenapa kamu telat?" tanya Sofia kepada And.
"Eh maaf, aku tadi ada yang diurus" ucap And sambil terengah-engah.
"Heh!" memperlihatkan wajah Sofia yang mengambek.
"Ya udah aku pulang saja" ucap And sambil berbalik badan.
"Lah kok gitu" ucap Sofia menahan And pergi.
"Aku tadi sibuk Sofia, ngertiin aku lah, aku palingan telat 10 menitan, ayolah Sofia ngertiin lah aku, jangan seperti anak kecil gini" ucap And dengan serius.
"Iya maafin aku, aku salah" ucap Sofia sambil menundukkan kepalanya.
"Sudahlah, ayo kita naik busnya" ucap And sambil tersenyum.
*****
"Makasih kamu sudah temenin aku beli baju dan makan siang juga, aku sangat senang hari ini" ucap Sofia dengan tersenyum.
"Iya, aku juga minta maaf karena awal tadi itu aku telat datang" ucap And dengan tulus.
"Tidak apa-apa kok, aku janji tidak bersifat kekanakan lagi" menunjukkan senyum manisnya Sofia.
"Iya..iya..kenapa kamu senyum-senyum seperti itu bikin kesal saja" ucap And dengan memalingkan wajahnya karena malu.
"Ciee malu-malu" terlihat Sofia menggoda And dengan mencolek pinggulnya And.
"Apaan sih kamu ini, bikin kesal saja" ucap And memalingkan wajahnya.
"Ya sudah deh, aku menyerah" ucap Sofia berjalan didepan.
"Nah gitu jadi perempuan yang baik, jangan mau menang terus" ucap And dengan yakin.
"Iya..iya..bawel" ucap Sofia dengan mengejek.
"Dasar beruang kutub" ucap And mengejek Sofia.
"Kok beruang kutub?" tanya Sofia.
"Ya tidak tahu" ucap And dengan biasa.
"Jelasin" ucap Sofia sambil mencubit tangan And.
"Aduh sakit.." ucap And karena kesakitan.
"Makanya jelasin" ucap Sofia yang terlihat masih mencubit tangannya.
"Eh mentang-mentang tangan aku penuh dengan barang bawaan kamu, jadi aku tidak bisa membalasnya" ucap And terlihat kesal.
"Jelasin kenapa aku jadi kamu sebut beruang kutub" ucap Sofia mengeraskan cubitannya.
"Iya..iya..aku jelasin, tapi lepas dulu tangan kamu" ucap And dengan memohon. "Ah sakitnya" ucap And masih terlihat kesal. "Karena beruang kutub itu putih lucu dan imut seperti kamu" ucap And dengan lembut sambil tersenyum palsu. "Heh beruang kutub itu pemarah kek kamu" pikir And sambil mengejek.
*****
"Emmm..ya sudah rumah aku sudah hampir sampai" memperlihatkan wajah Sofia memerah. "Sini barang aku" ucap Sofia terlihat cuek.
"Nih hati-hati berat soalnya" ucap And terlihat khawatir.
"Makasih sudah temenin aku hari ini, dah" ucap Sofia memasuki rumahnya.
"Heh! begitu saja" ucap And terlihat kaget. "Setelah mencubit begitu keras, tidak ada kata-kata maaf" ucap And terlihat bingung dan kesal. "Dasar cewek pemarah" ucap And sambil mengejek didepan pintu pagar rumah Sofia.
"Heh! Kamu bilang apa tadi And" memperlihatkan Sofia tiba-tiba membuka pintu rumahnya.
"Ti..tidak apa-apa kok, aku cuman mau bilang pamit pulang, dadah Sofia" ucap And terlihat terburu-buru ingin menjauh.
"Sampai jumpa besok disekolah And" ucap Sofia di depan pintu rumahnya.
"Iya sampai jumpa lagi" ucap And terlihat ketakutan.
"Aku harus menjauhi daerah berbahaya ini" ucap And sambil berlari menjauh dari rumah Sofia.