
"Apa yang dikatakan suara itu, kekuatan jam itu sudah berada di tubuhku" pikir And yang masih terlihat bingung. Tapi aku juga merasakannya, semua yang kulakukan dalam satu hari ini aku dapat mengingat semuanya. Jadi jam itu sudah menghilang dan sekarang berada di tubuhku" And yang masih berada didalam hutan memikirkan apa yang sudah terjadi.
"Pantas saja aku dapat mengingat semua yang telah ku baca dan bisa menjawab soal ujian begitu mudahnya" gumam And sambil berjalan pulang.
"Baiklah kesempatan terakhir ini akan aku gunakan sebaik-baiknya" terlihat And sedang dalam keadaan bahagia. "Ah hari sudah mulai sore, aku harus pulang nanti ibu bisa khawatir" ucap And yang terlihat buru-buru keluar hutan.
*****
"And gunakan kesempatan ini dengan memperbaiki semuanya. Mungkin hanya ini yang bisa ku berikan kepadamu. Semoga kamu bisa bahagia dengan hadiah ku ini. Ubahlah masa depan kamu menjadi lebih baik lagi. Jangan sampai kesedihan itu datang lagi di kehidupanmu saat ini" ucap suara perempuan itu.
"Hah!" terlihat And yang tiba-tiba bangun dari tempat tidurnya. "Ah cuma mimpi" ucap And yang berada ditempat tidurnya sambil memegang wajahnya. "Masih jam 06.00 pagi, aku olahraga dulu saja lah menenangkan pikiran ini" ucap And berdiri dari tempat tidurnya.
"Ah..oh..ah.." memperlihatkan And yang sedang berlari. "Ah! sekarang sudah jam 07.25, aku istirahat dulu di taman ini" ucap And yang duduk di bangku taman melihat jam tangannya.
"Hai kakak!" ucap seorang adik perempuan mendekatinya.
"Hai juga, Hah! kamu, ngapain kamu disini?" tanya And yang terlihat kaget.
"Aku cuman duduk disini saja" ucap adik perempuan itu tersenyum duduk disampingnya.
"Kenapa kamu sendiri saja" tanya And dengan penasaran.
"Emmm aku tidak punya teman jadi aku sendiri saja" ucap adik perempuan itu dengan biasa.
"Orang tua kamu mana?" tanya And yang masih penasaran dengan adik perempuan yang tidak takut di taman tanpa ada yang menjaga.
"Emmm orang tua aku sudah meninggal kakak!" ucap Adik perempuan itu dengan tersenyum.
"Ah maaf, bukan kakak bermaksud membuat adik sedih" ucap And yang terlihat kaget.
"Tidak apa-apa kok kak!" ucap adik perempuan itu dengan tersenyum.
"Terus kamu tinggal dengan siapa?" tanya And dengan penasaran.
"Oh aku tinggal dengan kakek dan nenek" ucap adik perempuan itu. "Rumah aku dekat kok dari taman ini" ucap adik perempuan dengan tersenyum memandangi wajah And. "Kakak!, mau mampir ke rumah" tanya adik perempuan itu.
"Eh! kok tiba-tiba" terlihat And tiba-tiba kebingungan.
"Kakak!, tidak mau ya" terlihat adik perempuan itu menundukkan kepalanya.
"Eh..eh..bukan tidak mau, kakak tidak mau ngerepotin kamu" ucap And yang merasa bersalah.
"Tidak kok, kakak tidak ngerepotin" ucap adik perempuan dengan bahagia. "Ayo kak!, aku kasih tau dimana rumah aku" terlihat adik perempuan itu menarik tangan And.
"Eh..jangan terburu-buru nanti jatuh" ucap And dengan khawatir.
*****
Beberapa menit kemudian akhirnya And dan adik perempuan itu sampai disebuah rumah besar yang mewah, dan gerbang yang di buka oleh satpam disana, membuat hati And sedikit gugup. And dibawa oleh adik perempuan itu untuk bertemu dengan kakek dan neneknya.
"Kakek dan nenek, aku punya teman" ucap adik perempuan itu dengan memegang tangan And. "Ini kakak yang aku ceritakan itu" ucap adik perempuan itu terlihat senang.
"Salam kakek dan nenek" terlihat And yang menunduk kepalanya sedikit.
"Ah kamu terlalu sopan" ucap nenek adik perempuan itu.
"nama kamu siapa nak?" tanya kakek.
"Nak And mari masuk kedalam" ucap nenek mengundangnya masuk.
"Iya kakak!, kita masuk kedalam" ucap adik perempuan itu sambil menarik tangan And.
"Eh..kok tiba-tiba seperti ini" ucap And yang masih terlihat kebingungan. "Ada yang tidak beres ini" pikir And yang terlihat kebingungan.
"Nak, And sekarang umur berapa?" tanya kakek. mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Sebenarnya 18 tahun tapi sebentar lagi 19 tahun kek" jawab And yang masih terlihat gugup. "Kenapa aku seperti ini, tiba-tiba masuk kedalam rumah orang" pikir And dengan menunjukkan wajahnya yang masih kebingungan.
"Oh!, cucu kami 14 tahun masih muda, jadi kamu bisa menunggu dia dewasa dulu ya" ucap kakek terlihat senang.
"Eh...eh.. tunggu dulu, sebenarnya ini ada apa" ucap And terlihat kaget dan kebingungan mendengarnya. "Kenapa seperti aku saja disini tidak paham maksud mereka" pikir And dengan terlihat keringatan di seluruh wajahnya.
"Ah cucu kami tidak bilang sama nak And ya" ucap nenek dengan tersenyum.
"Ah bilang apa nek?" tanya And dengan gugup.
"Cucu kami menyukai nak And, dia ingin And menjaga dia nanti" ucap nenek terlihat bahagia. "Kami tidak punya keluarga lagi nak And, kami sudah tua, mana mungkin kami bisa terus menjaga cucu kami, kami lihat nak And orang baik, mungkin bisa bahagiakan cucu kami, tapi kamu tidak perlu khawatir dengan biaya dan acaranya, kami akan mengurus semuanya, kami hanya ingin cucu satu-satunya ini dapat bahagia bersama nak And" ucap nenek sambil meneteskan air mata.
"Tidak perlu terburu-buru nak And, kakek tau nak And belum mencintai cucu kami, tapi suatu saat nanti nak And akan mencintainya" ucap kakek dengan tersenyum menahan air matanya.
"Bagaimana aku menjawabnya, kenapa seperti ini" pikir And yang tidak sanggup berkata-kata. "Maaf sebelumnya nenek dan kakek, And masih sekolah dan And juga ingin kuliah dulu, And belum ada pemikiran untuk menikah muda" ucap And dengan rasa bersalah.
"Nak And kami tidak memaksa kamu sekarang, kami cuma ingin nak And menjaga cucu kami suatu saat nanti, saat kami sudah tidak ada" ucap nenek terlihat sedih.
"Ahhh..And kamu jahat sekali.." pikir And yang kesal dengan keadaannya saat ini.
"Nenek dan kakek sudah, jangan membebani kakak And dulu" ucap adik perempuan itu mendekati kakek dan neneknya.
"Maafkan kami nak And, tiba-tiba berbicara seperti ini, tapi ini serius" ucap kakek dengan tersenyum.
"Kakak!, minum dulu" ucap adik perempuan itu sambil memberikan minuman di meja duduk.
"Iya makasih" ucap And yang masih terlihat gugup duduk di atas sofa sambil memegangi gelasnya. "Nanti And pikirkan lagi, And belum bisa menjawabnya, And masih anak sekolahan" ucap And yang masih terlihat gugup.
"Makasih nak And" ucap kakek dan nenek.
"Kalau begitu And mau pamit pulang dulu, masih ada yang mau di kerjakan di rumah" ucap And yang masih terlihat takut.
"Baiklah nak And, lain kali mampir lagi ke rumah ya" ucap nenek dengan tersenyum.
"Hati-hati dijalan kakak" ucap adik perempuan itu.
"Iya And pulang dulu" ucap And sambil meninggalkan mereka.
"Sampai jumpa lagi kakak And" terlihat adik perempuan itu melambaikan tangan didepan pintu.
"Emmm" terlihat And juga melambaikan tangannya dari kejauhan diluar pagar rumah.
"Ah..ah..ah, mengapa jadi seperti ini" ucap And yang terengah-engah karena berlari menjauh dari rumah mereka. "Kenapa tiba-tiba aku memiliki calon istri" ucap And yang terlihat wajahnya memerah. "Tapi mereka terlihat orang baik juga" ucap And dengan bahagia. "Aduh, malah mikirin itu" terlihat And yang menepuk kepalanya. "Ayo, And fokus keluarga kamu dulu" ucap And sambil berjalan memegangi kepalanya.
"Aku lupa nanya nama adik itu lagi" terlihat And yang memegangi wajahnya karena lupa. "Tapi bagaimana dengan Sofia" pikir And terlihat kebingungan. "Aku juga mencintai Sofia" ucap And dengan yakin. "Sebentar lagi kami kuliah, Sofia akan terbunuh nanti, jadi aku harus menyelamatkan dia terlebih dulu" ucap And dengan khawatir. "Ayo And fokus perbaiki masa depan" ucap And sambil menepuk pipinya.