Detective Kill

Detective Kill
Bab 28 Sebuah Informasi



And penasaran dengan foto keluarganya, bahkan ayah mereka juga mirip, dari foto tersebut terlihat Andreas Rew yang berada ditengah-tengah mereka membuat And yang melihatnya semakin penasaran dengan foto keluarga ini. And yang tadi bertanya kepada ibunya Andras Rew tentang foto besar itu, tidak ada penjelasan sama sekali. Malahan wajah ibunya masih terlihat marah, And yang masih merasa bingung memutuskan untuk tidak bertanya lagi, dan pergi keluar untuk menemui Yuna.


*****


Sebelum And ke rumah Yuna, dia meminta ke bawahannya untuk diantarkan ke rumah pribadinya terlebih dulu, untuk mencari berkas yang di tinggalkan oleh Andreas Rew kepadanya. And yang sudah berada di ruangan kamar khususnya, dia sedang mencari-cari berkas yang di katakan Andreas Rew untuk ditandatangani. Dia terlihat mencari-cari di sudut ruangan dan melirik-lirik di atas lemari, namun tidak juga menemukan petunjuk dimana berangkas itu. And sedikit kesal karena tidak memberitahukannya dimana dia meletakkan berangkas itu. And yang masih berpikir cara Andreas Rew menyimpan barang berharganya. Mungkin di suatu tempat rahasia di ruangan ini. Terlihat And yang sudah hampir menyerah mencarinya, dan dia tidak sengaja membuka laci di depan mejanya. Dia menemukan ada keyboard komputer yang terpasang dalam lacinya ini. And berusaha mengingat pesan yang dikatakan Andreas Rew sebelum dia meninggal tentang kode berangkasnya itu. Dia mulai mengetik kode nama asli dari Andreas Rew.


"Wus"


Sebuah rak buku yang ada di belakang kursi terbuka secara tiba-tiba, ketika And menyelesaikan kodenya. And berdiri untuk memeriksa kedalam ruangan itu, dia terkejut didalam ruangan itu tersimpan banyak barang berharga yang lumayan berharga. Mungkin jika And menjualnya bisa membangun sebuah kota sendiri, tapi dia tidak terlalu tertarik, dia hanya melewati barang-barang yang tersusun rapi di pintu masuk sampai ke penghujung ruangannya. Sampai dimana And sudah berada di depan sebuah berangkas yang lumayan besar berwarna hitam berada di atas meja. And langsung membukanya tanpa ada kode apapun, didalam terdapat beberapa kertas warisan, beberapa buku pengetahuan tentang informasi bisnis dan juga ada buku tentang informasi semua bawahannya.


Setelah And keluar dari ruangan itu, dia terlihat duduk di kursinya membaca beberapa buku informasi tentang bisnis dan tentang informasi bawahannya. And mencoba mencari tahu terlebih dulu tugasnya sebagai ketua disini, sebelum dia melanjutkan untuk mewarisinya atau tidak. And tidak mau membuat kehidupannya tambah merepotkan, meskipun dia akan memiliki harta yang banyak, hidup damai lebih disukainya.


Beberapa jam kemudian...


And akhirnya mengetahui bisnisnya, ternyata bisnis yang berjalan normal. Mengelola beberapa cabang seperti membuka bermacam toko, cafe, hotel, perusahaan makeup atau krem pencerah kulit. And yang sedikit terharu karena semua bawahannya dari orang-orang miskin, tidak memiliki tempat tinggal, dari panti asuhan, yatim piatu dan mantan tahanan penjara. Semua mereka dirawat oleh Andreas Rew dan dilatih agar memiliki kemampuan untuk membantunya di berbagai bisnisnya. And merasa sifatnya sedikit mirip dengannya yang ingin membantu orang-orang yang terlantar. Kebanyakan bawahan And juga seperti itu, terutama pertemuan pertamanya dengan Zero.


Dua tahun yang lalu...


Ketika And pulang dari kampusnya, dia bertemu dengan seorang remaja yang sakit-sakitan dipinggir jalan saat dimalam hari. And saat itu sudah pulang dari kampusnya, namun sebelum pulang dia pergi ke rumah Sofia, untuk menjenguknya yang sedang sakit. Setelah And pulang dia menemukan seorang remaja yang sudah pingsan di pinggir jalan, And khawatir dan membawanya kesebuah gudang yang dia telah beli dari tabungannya membuat novel. And merawatnya seperti adiknya sendiri, setelah itu dia terbangun.


"Dimana aku?" remaja itu terlihat kebingungan terbaring di atas kasur.


"Kamu sedang berada di tempatku?" And segera menjawabnya dan juga memberikannya semangkuk bubur yang telah dia buat sendiri.


"T..terima kasih!" remaja itu duduk dan masih terlihat gugup melihat And yang begitu perhatian dengannya.


"Siapa nama kamu?" And yang sedikit penasaran dengan namanya.


"Aku tidak memilikinya?" remaja itu menundukkan kepalanya terlihat sedikit sedih.


"Dimana orang tua kamu?" And yang masih sedikit penasaran dengan asal usulnya.


"Aku tidak tahu? aku hanya tinggal dengan kakekku, tapi dia telah meninggal satu minggu yang lalu? sekarang aku hanya sendirian?" remaja itu mulai menangis, beberapa kali dia mengusap titisan air mata yang mulai keluar, dia terus mengusapnya dengan telapak tangannya.


"Ya sudah, kamu boleh tinggal disini?" And yang berusaha menenangkannya dan mengelus-elus kepalanya.


"Benarkah?" remaja itu masih menangis bahagia setelah mendengarnya.


"Baik kak!, apapun itu aku akan bekerja keras!" Dia yang terlihat bersemangat memiliki rumah dan keluarga.


"Oh iya, karena kamu yang pertama! aku akan memanggilmu Zero? bagaimana menurutmu?" And yang tersenyum melihat semangat remaja itu.


"Aku suka, terima kasih untuk semuanya kak?" remaja itu langsung bersujud di atas kasur untuk mengutarakan rasa terima kasihnya kepada And.


Setiap hari And mengajarinya dari hal-hal normal seperti cara memasak, mencuci, belajar, membersihkan rumah, dan diakhiri dengan latihan beladiri. Semuanya berjalan lancar, bawahannya selalu bertambah seiring berjalannya waktu sampai waktu 2 tahun ini.


*****


And terlihat sedih mengingat masa lalunya dengan Zero, Terlihat And mengusap air matanya duduk di atas kursi di ruangan Andreas Rew sambil memegangi berkasnya. Terlihat dia masih membaca-baca informasi dari berkas itu. Agar dia bisa menjadi Andreas Rew yang sesungguhnya yang bisa merubah masa depan menjadi lebih baik.


"Tok..tok..tok.."


Bunyi ketukan dari luar ruangan And. Dia sedikit kaget dan segera menyimpan semua berkasnya kedalam laci mejanya, dan menutup kembali ruangan rahasia yang tadi masih terbuka.


"Silahkan masuk?" ucap And sedikit gugup dengan seseorang yang tiba-tiba mengetuk pintunya.


"Krik"


Pintu yang terbuka. Memperlihatkan salah satu bawahannya masuk membawakan beberapa berkas yang telah And pinta sebelumnya. Untuk mencari informasi tentang semua bisnisnya saat ini. Setelah memberikan berkas itu, dia langsung pamit pergi seperti sedikit ketakutan dengan And.


Dari berkas yang telah dia terima, beberapa informasi yang dia dapatkan lagi. Organisasi ini juga memiliki kemampuan untuk mencari sebuah informasi seperti detektif pada umumnya, mengetahui itu And sedikit senang dengan kemampuan bawahannya. And bisa mencari informasi tentang organisasi berjas hitam yang ada di negara Jepang ini.


Sesudah menyelesaikan urusan berkasnya, And segera pergi ke rumah orang tua Yuna, untuk menemui mertuanya. Dari informasi yang And baca, orang tua Yuna adalah teman dekat dari ibunya Andreas, tidak di sangka Yuna sudah menyukai Andreas dari mereka berteman kecil. Mereka dijodohkan ketika Andreas Rew berumur 25 tahun dan Yuna berumur 20 tahun. And juga menemukan tentang nama ayahnya juga bernama Andrew, menurut And itu tidak mungkin kebetulan sama. informasi yang begitu kurang membuat And masih sedikit penasaran mengapa mereka mirip dan memiliki wajah orang tua yang sama juga.


Beberapa menit kemudian..


Di perjalanan And sempat memberhentikan supirnya, di depan sebuah gudang yang masih beroperasi, And yang melihatnya sedikit merasa marah dengan gudang tersebut. Bawahannya yang berada di depan kemudi mobil terlihat terkejut melihat And yang begitu marah memandanginya, namun dia hanya diam melihatnya. And memerintahkan bawahannya yang sedang menjadi supirnya untuk mencari informasi terkait gudang itu. Bawahannya mengiyakan dan menelepon saudara lainnya, untuk memberi kabar bahwa ada tugas baru dari ketua. Kabar tersebut langsung tersebar begitu cepat kesemua bawahannya, baik itu yang junior ataupun seniornya.


Mobil berhenti di depan rumah yang lumayan besar, And di sambut oleh Yuna dan orang tuanya di depan pintu rumah. Mereka langsung memasuki rumah untuk menuju meja makan menyambut kedatangan anaknya yang baru saja kembali dari Indonesia. Mereka makan bersama, dan juga mengobrol tentang bagaimana keadaan mereka di Indonesia mengunjungi kakeknya itu.


Tiba-tiba...


Bawahan And masuk secara tiba-tiba dengan keadaan yang terengah-engah, untuk melaporkan bahwa ibunya sedang dirawat di rumah sakit. And sangat terkejut padahal tidak begitu lama dia mengobrol dengan wanita tua itu, mengapa jadi sudah masuk rumah sakit. Ibu dan ayahnya Yuna begitu khawatir mendengarnya, mereka langsung mengajak semuanya untuk segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksanya.