
"Waktunya kita pulang kak, kita sudah lama bermain disini" Linda yang membalikkan badannya memandang And.
"Iya, kakak akan mengantar kamu pulang" wajah And memerah melihat Linda yang sudah tumbuh besar menjadi wanita cantik saat ini.
"Kakak, bolehkah kamu temenin Linda ke suatu tempat" Linda yang mencoba mengajak And ketempat favoritnya.
"Tapi hari sudah malam, bagaimana jika nenek kakek khawatir" And yang begitu takut jika kakek dan neneknya marah.
"Kalau gitu telpon saja dulu, minta sebentar lagi untuk pulang" Linda yang tersenyum di sampingnya.
"Ba..baiklah aku akan meminta izin dulu" And yang merasa malu karena Linda selalu memandangnya dari dekat.
"Iya Linda, ada apa?" suara kakek yang memanggil Linda di telpon yang And gunakan.
"Ini And kek" sahut And yang terlihat gemetar ketika pertama kalinya dia menelepon kakeknya Linda.
"Oh nak And, kenapa? apa ada masalah dengan kencannya" kakek yang sudah mengetahui And sedang bersama cucunya.
"Haha, kakek bisa saja, sebenarnya And mau minta izin" And yang terlihat masih gugup untuk membicarakannya.
"Izin apa And" Suara neneknya yang terdengar menyahut dari kejauhan.
"Linda masih ingin ke suatu tempat, jadi And menemaninya ke sana, mungkin pulang ke rumah agak telat sedikit dari jam yang telah di janjikan di awal" And yang berusaha menjelaskan kepada nenek dan kakeknya di telpon.
"Ya sudah, setelah ke sana langsung pulang, soalnya sudah jam 09.30, ingat And jaga Linda" ucap nenek terlihat khawatir.
"Baik, And jaga Linda" sahut And menyakinkan nenek dan kakeknya.
"Pasti di bolehkan" Linda yang tersenyum karena sudah tahu nenek dan kakeknya menyayangi cucu satu-satunya ini.
"Tapi setelah ke sana langsung pulang ya" tegas And kepada Linda dengan memegangi kepalanya.
"Siap kakak And" Linda yang seketika memberi hormat menaikan salah satu tangannya ke atas kening.
Mereka segera berjalan-jalan membeli beberapa cemilan di taman bermain untuk diperjalanan pulang nanti, terlihat mereka sangat menikmati suasana saat ini, And yang mulai membagi perasaannya setelah 2 tahun selalu di tolak oleh Sofia, tanpa alasan yang jelas membuat hati And sedikit kecewa. Tapi And juga memiliki seseorang yang tulus mencintainya bahkan And belum menerimanya. Dengan perasaan Linda ini And mengingat masa-masa di mana mereka adalah mantan suami istri, And menikahi Linda karena Sofia yang dulu telah meninggal akibat pembunuhan, tapi sekarang Sofia tetap tidak mau menerima ketulusan And. Kini And mulai sadar harapan yang dia simpan selama ini hanya cinta sebelah saja.
Beberapa menit kemudian...
Mereka berada di sebuah puncak gunung yang tidak terlalu tinggi, namun puncak itu memperlihatkan seluruh pemandangan kota saat malam hari, terlihat dari atas puncak. And yang belum pernah ke sana, terdiam menikmati pemandangan tersebut, Linda tersenyum melihat seseorang yang dia cintai selama ini, sudah berada disampingnya, melihat pemandangan kota malam bersama-sama seperti pasangan.
"Apa kakak suka?" Tanya Linda yang melihat And menikmati pemandangannya.
"Iya sangat indah sekali, kakak baru pertama kalinya kesini" ucap And yang masih memandangi cahaya lampu kota yang bersinar berwarna warni.
"Kakak, makasih sudah mau temenin Linda kesini, hadiah kali sangat membuat Linda sangat bahagia" Linda yang berterima kasih kepada And memegang salah satu tangan And.
"(....)"
And yang hanya terdiam kaku melihat wajah cantiknya Linda sedang memandanginya, sambil memegang tangannya, membuat jantung And berdetak sangat kencang, dan membuat wajah And terlihat memerah karena malu.
"Emmm..ayo kak kita pulang!, nanti kakek dan nenek menunggu" Linda yang tersenyum menahan tawa melihat And yang tidak berdaya ketika dia memegangnya.
"Iya, kita akan pulang" terlihat And yang masih gugup dan malu, berjalan menuju mobilnya.
*****
Akhirnya mereka sampai didepan pintu pagar rumah Linda, satpam di sana segera membukakan pagar rumah ketika melihat And dan Linda telah pulang.
"Kakak, makasih untuk hari ini" Linda yang telah berada didepan pintu rumahnya.
"Sama-sa...?"
"Cuppp"
Wajah And memerah karena perkataannya yang terhenti. Karena Linda yang tiba-tiba mencium bibirnya dan setelah itu dia segera masuk kedalam rumahnya, And hanya terdiam dengan wajah malu-malu sambil berjalan menuju mobil yang tadi dia parkirkan.
Dibalik pintu rumah, Linda yang terlihat sangat senang apa yang telah dia lakukan, dengan bersandar di balik pintu, dia memegangi bibirnya dengan salah satu tangan sambil tersenyum.
*****
Diperjalanan pulang And terlihat memegang bibir yang telah di cium Linda dengan salah satu tangannya sambil menyetir mobil untuk menuju jalan pulang. Ditengah jalan And tiba-tiba berhenti, karena melihat seorang wanita yang sudah terbaring dipinggir jalan, dengan pakaian gaun yang begitu kotor dan tidak memakai alas kaki, And yang terlihat khawatir membawanya untuk pergi ke rumah sakit. Wanita itu segera ditangani oleh dokter di sana, kini And sedang berada di bangku tunggu didepan kamar rumah sakit, And sedikit khawatir dengan wanita yang telah dia bawa, dia menghubungi beberapa bawahannya untuk memeriksa beberapa cctv jalan di sekitar dia menemukan wanita itu.
Dokter yang telah keluar dari ruangan itu menjelaskan beberapa masalah terjadi dengan wanita itu, wanita itu mengalami benturan sangat keras di kepalanya, mungkin itu di akibatkan oleh pukulan benda tumpul(kayu, besi, pemukul khusus, dll) membuat wanita itu mengalami sedikit gangguan dalam otaknya, dan bisa di bilang wanita itu kehilangan ingatan. And yang mendengarnya sedikit terkejut, And dipersilahkan untuk menemui pasien, namun tanpa And sadari wanita itu menganggap dia sebagai suaminya, tiba-tiba wanita itu mendekati And dan memeluknya dengan sangat erat seperti ketakutan dengan seseorang. Dokter melihatnya sedikit tersenyum karena dia tidak melupakan suaminya sendiri. And merasa bingung dengan senyuman dokter didepannya memutuskan untuk bertanya.
"Dok bagaimana keadaannya" And yang terlihat gugup karena wanita yang tidak dikenalnya terus memeluknya.
"Beruntung dia tidak melupakan tuan!" wajah dokter yang merasa tenang setelah melihat kemesraan mereka.
"Hah"
Wajah And kaget mendengar ucapan dokter yang begitu senang dengan keadaannya saat ini.
"Kalian bisa pulang sekarang, mungkin beberapa bulan ingatannya akan kembali" ucap dokter yang ingin meninggalkan ruangan itu.
"Hei..hei dokter mengapa seperti ini" And yang berusaha melepaskan pelukan wanita itu dan ingin mengejar dokternya.
"Tuan nikmati saja, mumpung istri anda lupa dengan masa lalunya, kalian bisa menikmati malam yang begitu hangat" ucap dokter diluar pintu ruangan dengan tersenyum bahagia melihat pasangan muda yang begitu agresif.
"Mbak cantik, tolong lepaskan pelukannya ya" And yang berusaha membujuk wanita itu dengan sedikit mendorongnya.
"Sayang kamu tidak mencintai istrimu lagi" wajah wanita yang terlihat sedih ketika And mendorongnya.
"Sayang kepalamu!, sejak kapan kita menikah" pikiran And yang meronta-ronta ingin mencekik wanita itu.
"Iya-iya..kita pulang ya!, jadi lepas dulu pelukannya biar aku bisa jalan" And yang berpura-pura lembut dengan wanita itu agar pelukannya bisa di lepas.
"Baiklah" wanita itu tersenyum dan merangkul tangan And kembali.
"Aduh ini namanya sama saja dong" gumam And merasa kesal dengan situasi nya saat ini. "Tidak bisa pulang, kalau membawa wanita ini, bisa gawat urusannya di rumah" gumam And memikirkan bahaya kalau wanita ini di bawa pulang.
"Sayang aku lapar" wanita itu memohon kepada And dengan menunjukkan manja-manjanya seorang istri.
"Si hantu!, malah menikmati jadi istri aku, makan saja sendiri, berapa banyak perlu uang biar aku kasih?" pikiran And yang terlihat kacau mendengar ucapan wanita itu.
"Sayang kok kamu diam saja, aku sudah lapar" wanita itu berusaha membujuk And yang sedang terdiam memikirkannya.
"Ih..mau aku gigit si hantu ini, kesal lama-lama dekat dia" pikiran And yang greget melihat tingkah lakunya.
"Sayang mau aku cium dulu biar kamu bergerak" wanita itu mulai merayu And dengan kecantikannya sebagai istri.
"Ayo-ayo kita makan!" memperlihatkan keterpaksaan And mendengar ancaman wanita itu dan segera membawanya pergi.
Mereka pergi ke sebuah hotel untuk tidur di sana, setelah And menelpon ibunya, dia memberikan alasan tidak pulang hari ini, karena masih ada tugas yang harus di urus, agar tidak di curigai. Setelah sampai disebuah ruangan kamar hotel mereka memesan beberapa makan untuk dimakan bersama-sama, sebelum makan And terlihat takut karena dia sedang berada satu kamar dengan wanita yang tidak dia kenal, wanita itu mandi setelah kamar di pesan.
"Kok aku berasa sedang bulan madu" gumam And di depan meja makan. "Haha..semoga saja tidak terjadi apa-apa, kalau sampai dia macam-macam, ya aku pasrah saja" And yang tertawa karena pikiran itu tidak mungkin terjadi.
"Sayang aku lupa bawa handuk" suara wanita yang memanggilnya dikamar mandi.
"Aku tidak tahu handuk?" And yang tidak peduli dengan suara itu.
"Sayang, jangan main-main deh sama aku" terdengar suara wanita itu mulai mengancam And lagi.
"Iya..iya sayang aku ambilkan nih" And yang berjalan ke depan lemari sambil mengejeknya.
"Tok...tok..tok.."
And yang mengetuk pintu kamar mandinya untuk memberikan handuk yang wanita itu minta.
"Krik"
Suara pintu yang telah terbuka.
"Kok kamu menghadap ke sana?" tanya wanita itu setelah membuka pintu kamar mandinya.
"Aku tidak mau lihat" ucap And yang masih memalingkan badannya.
"Oh benar kah" wanita itu mendekatinya dari belakang And dan mengelus-elus pundaknya dengan tangan yang sedikit basah.
"Apa-apaan ini" Sontak And langsung pergi menjauh dari wanita yang berbahaya itu. "Hampir saja aku tergoda" And yang sedang duduk di depan meja makan mengelus-elus dadanya (stay halal brother).