Detective Kill

Detective Kill
Bab 12 Pertemuan Kedua Keluarga



"Bu!, Riri sudah berangkat sekolah?" tanya And yang mendekati ibunya di meja makan.


"Dia ulangan, jadi berangkatnya sedikit pagi" ibu menjelaskan kepadanya.


"And cepat kamu duduk makan sini" ajak ibu sambil mengambilkan untuk And.


"Iya ibu" ucap And.


"Oh biasanya kamu olahraga pagi dulu" tanya ibu karena penasaran.


"Haha And mau istirahat dulu" And sambil tertawa memegang kepalanya.


"And nanti ikut ibu ya" ajak ibu.


"Kemana bu!" tanya And dengan penasaran.


"Ke makam ayah, hari ini ulang tahunnya" ibu yang menjelaskan kepada And.


"Benarkah seperti And lupa" ucap And.


"Tapi kita tunggu Riri pulang juga, kasian kalau nanti di rumah sendirian" ucap ibu.


"Oh iya! ibu mau kamu beli minyak goreng nanti" ucap ibu.


"Oke siap bu!" ucap And


"Habisin dulu makannya" ucap ibu.


*****


"Mana minyak gorengnya ya" gumam And yang berada didalam mini market. "Sekalian aku beli coklat saja buat Riri" ucap And sambil melihat-lihat.


"Bruk"


Memperlihatkan And sedang bertabrakan sama seseorang pria ber jas hitam.


"Oh maaf pak, aku tidak sengaja" And memohon maaf.


"Iya tidak apa-apa lain kali jalan itu lihat-lihat" ucap om itu.


"Oh maaf om tadi aku terlalu fokus liat barang-barang disini" ucap And masih memohon.


"Iya-iya" ucap om itu meninggalkan And. "Kok wajahnya terlihat familiar" pikir And. "Wah kartu namanya jatuh" And melirik di sekitarnya. "Kemana om itu?" Gumam And. "Ah ini kan kartu nama bos aku dulu, pantas saja wajahnya familiar" gumam And terlihat terkejut. "Tapi kenapa asli dari Jepang, bukan dari Indonesia" gumam And terlihat bingung. "Tapi dulu bos bilang asli dari Indonesia" gumam And terlihat kebingungan. "Ah nanti ibu menunggu" ucap And terburu-buru ke kasir.


"Emmm, aku ingat dulu pas ngantar Sofia pulang, aku juga ketemu asistennya dari Jepang, itu sepertinya bukan hanya kebetulan" gumam And sambil berjalan pulang memegang kartu namanya. "Oke masalah yang berkaitan dengan kematian ku sudah dekat, aku akan menyelidikinya terlebih dulu, mengapa mereka berada di Indonesia, sepertinya ada yang tidak beres, karena suara asisten bos itu sangat mirip dengan suara yang membunuhku waktu dulu. Aku harus merubah masa depanku agar aku bisa menjalani kehidupan yang bahagia bersama keluargaku nanti, tidak akan aku biarkan siapapun merusaknya lagi" And terlihat marah.


"Aku pulang" ucap And membuka pintu.


"Oh kakak sudah pulang" ucap Riri di depan televisi.


"Oh ini kakak tadi belikan kesukaan kamu" ucap And dengan tersenyum.


"Benarkah" ucap Riri dengan penasaran.


"Ini bu!, And beli sesuatu juga" ucap And terlihat bahagia.


"Kok dalam kado And" tanya ibu dengan penasaran.


"Kok punya Riri tidak didalam kado kak?" ucap Riri terlihat kesal.


"Ngapain juga harus pakai kado, kamu itu tidak ulang tahun" ucap And memegang kepalanya Riri.


"Kan ibu juga tidak ulang tahun" ucap Riri mengejek And.


"Iya, ibu tidak ulang tahun, And kenapa kamu berikan kado" ucap ibu dengan penasaran.


"Hari ini ulang tahunnya ayah, karena And tidak bisa memberikannya kepada ayah, jadi kasih sama ibu saja" ucap And terlihat bahagia.


"Ayo bu!, Buka kadonya" ucap Riri. "Wah, bagus sekali And" ucap ibu terlihat bahagia.


"Apa ibu suka?" tanya And.


"Iya, bajunya bagus, terus amplop ini apa isinya?" tanya ibu dengan penasaran.


"Wah ibu dapat baju baru, kakak Riri mau juga" ucap Riri dengan memohon.


"And amplop ini apa?" tanya ibu.


"Kalau ibu penasaran buka juga" ucap And dengan tersenyum.


"Wah And banyak sekali uangnya, dari mana kamu dapat ini" tanya ibu terlihat khawatir.


"Oh itu tabungan And buat lunasi hutang-hutang kita" ucap And dengan tersenyum.


"Bagaimana kamu nanti kuliah?" tanya ibu terlihat sedih.


"Tenang bu!, penerimaan siswa-siswi itu tiga bulan lagi, jadi And bisa cari kerja, ibu jangan khawatir yang penting hutang kita bisa terlunasi, supaya rumah ini tidak di ambil rentenir itu" ucap And dengan tersenyum.


"Makasih And" ucap ibu memeluk And dengan menahan air matanya.


"Ibu Riri mau juga dipeluk" ucap Riri mendekat.


"Sini Riri mendekat juga" ucap ibu memeluknya.


"Aku sayang ibu dan kakak" ucap Riri.


"And janji bu!, And akan selalu jaga dan bahagiakan kalian" pikir And sambil meneteskan air matanya.


"Ayo And Riri nanti keburu sore" ucap ibu di depan pintu rumah.


"Iya bu sebentar" ucap mereka.


"Jangan kelamaan siap-siapnya" ucap ibu keluar rumah.


"Eh mana kakak kamu?" tanya ibu kepada Riri.


"Oh kakak tadi mau ke toilet sebentar" ucap Riri.


"Hehe maaf bu" ucap And yang baru keluar rumah.


"Ini pertama kalinya Riri ke makam ayah, apa tempatnya jauh bu?" ucap Riri.


"Lumayan tidak terlalu jauh" ucap And menjelaskan.


"Kalau Riri lelah nanti kakak gendong" ucap And ingin mengendong adiknya.


"Heh!, Riri bisa jalan sendiri" ucap Riri terlihat malu.


"Bilang saja Riri malu dilihat orang nanti" ucap And sambil mengelus kepalanya.


"Lihat bu!, kakak And nakal" ucap Riri mengadu sambil mendekati ibunya.


"Sudah-sudah And jangan ganggu adik mu terus" ucap ibu.


"Blah" terlihat Riri mengejek And dari balik badan ibunya sambil menarik kantong matanya.


"Heh!" terlihat And kesal kepada adiknya.


"Kita sudah sampai ke makam umumnya" ucap ibu didepan gerbang.


"Wah banyak sekali kuburan disini" ucap Riri berpegangan kepada ibunya.


"Sini banyak hantu" ucap And menakuti Riri.


"Bu!, Kakak nakal lagi" ucap Riri ketakutan.


"Hantu tidak ada dia siang hari Riri, dan And berhenti ganggu adik kamu" ucap ibu.


"Iya ibu" ucap And sambil tersenyum kepada Riri.


"Bersihkan dulu rumput-rumput yang panjang seperti ini" ucap ibu di depan makan suaminya.


"Iya bu" ucap mereka.


"Kalau sudah, tabur semua bunga ini" ucap ibu.


"Jangan lupakan berdoa supaya ayah tenang di alam sana" ucap ibu kepada And dan Riri.


*****


"Nenek, kakek bukan kah itu kakak And" ucap Linda dari kejauhan melihat keluarga And.


"Iya, mereka mungkin ziarah ke makam keluarganya juga" ucap kakek.


"Kita ke sana yuk" ajak Linda.


"Nanti keluar saja kita bertemu mereka" ucap nenek.


"Ya sudah kalau begitu" ucap Linda terlihat kecewa.


"Saatnya kita pulang, sudah mau malam" ucap ibu kepada And dan Riri.


"Baru jam 05.25 sore bu" ucap And melihat jam tangannya.


"Sudah-sudah kita pulang" ajak Riri terlihat takut.


"Hai kakak And" ucap Linda.


"Hah!, adik Linda" ucap And terlihat kaget.


"Oh..Siapa ini kak?" ucap Riri terlihat penasaran.


"Oh iya, perkenalkan nama aku Linda tante dan calon istri kakak And" ucap Linda dengan polosnya.


"Hah!, calon istri!" Terlihat wajah ibu dan Riri dibuat kaget mendengarnya.


"And kenapa kamu tidak bilang kepada ibu kalau kamu sudah punya calon istri" ucap ibu terlihat marah.


"Ibu aku bisa jelasin, Linda kamu kenapa bicara seperti itu" ucap And terlihat kebingungan.


"Maafkan cucu kami" ucap nenek Linda.


"Mohon maklum, Linda masih anak-anak" ucap kakek Linda.


"Ah bukannya Nenek dan Kakek adalah orang tua dari Jenderal Leam dan Lestia itu" ucap ibu And terlihat kaget.


"Oh Tania istrinya Andrew" ucap kakek dan nenek.


"Hah!" terlihat And kaget dan kebingungan karena mereka sudah saling kenal.