
"And dimana ibu?" Ibunya yang sudah terlihat terbaring di kasur rumah sakit.
"Ibu istirahat dulu ya, ibu berada di rumah sakit" And yang duduk disampingnya masih terlihat khawatir dengan keadaannya.
"Iya ibu istirahat" Riri yang khawatir sambil menahan air matanya melihat ibunya sudah sadar.
"Maafkan ibu And, ibu tidak bilang kepada kamu" ibunya menangis karena tidak berhasil merawat kedua anaknya dengan baik.
"Ibu jangan bilang seperti itu, and sudah senang melihat ibu sehat" ucap And memegang tangan ibunya.
"Iya ibu, Riri sudah senang bersama ibu dan kakak" Riri yang menyentuh kaki ibunya sambil menahan tangis. "Ibu harus sembuh" ucap Riri menundukkan kepalanya dan meneteskan beberapa air matanya.
"Sayang ibu tidak apa-apa, lihat sekarang ibu masih sehat" ibunya yang tersenyum dengan kedua anaknya.
"Ibu maafkan aku terlalu sibuk dengan urusan And" And yang menyesal dengan kejadian yang telah terjadi kepada ibu dan Riri.
Setelah mendengar ucapan And ibunya langsung memeluk kedua anaknya, "ibu sangat menyayangi kalian jadi kalian tidak perlu menghawatirkan ibu, ibu tidak apa-apa" ibunya menangis memeluk erat kedua anaknya di atas kasur rumah sakit.
Beberapa hari kemudian...
"Sayang bagaimana kamu bisa membayar rumah sakit ini" ibunya yang sudah sehat dan siap untuk pulang ke rumah.
"Saat ini And sudah sukses bu!, Aku sudah memiliki beberapa usaha kecil-kecilan yang bisa menanggung semua biaya kebutuhan kita" And menjelaskan kepada ibunya diruang kamar rumah sakit.
"Wah benarkah" terlihat Riri kaget dengan ucapan kakaknya.
"Iya kamu bisa beli apa saja yang Riri suka" And yang mengelus-elus kepala adiknya.
"Kita harus melunasi hutang ibu terlebih dulu" ucap And yang sudah keluar bersama keluarganya. "Ibu dan Riri tunggu disini sebentar" And yang berjalan meninggalkan ibunya di depan rumah sakit.
"Wah"
Terlihat wajah ibu dan Riri kaget, ketika melihat And yang sudah berada didalam sebuah mobil hitam besar dan mendekati mereka. And segera berhenti berjalan membuka bagasi mobil memasukkan semua tas ibu kedalamnya, dan membukakan pintu mobil untuk ibu dan Riri.
"Kakak ini mobil siapa?" Riri yang penasaran dengan mobil yang dia naiki.
"Iya And ini mobil siapa?, ibu juga penasaran" wajah ibu terlihat khawatir dengan sebuah mobil mewah yang sudah di bawa anaknya.
"Tenang ibu, mobil ini adalah mobil keluarga kita" ucap And sambil menyetir mobil menuju tempat dimana rumah rentenir itu.
Akhirnya mereka sampai, And melunasi semua hutang yang mereka miliki kepada bos rentenir itu, dan And segera membawa keluarganya pergi dari sana untuk menuju rumah baru yang telah And beli beberapa hari yang lalu.
"Maafkan ibu yang sudah membebani kamu And" ibu yang menahan air matanya meminta maaf kepada And, karena berhutang tanpa And ketahui.
"Tidak apa-apa bu!, semuanya itu sudah terjadi, sekarang kita harus menikmati semua yang ada di masa depan sekarang" ucap And sambil menyenangkan perasaan ibunya. "Kita sudah sampai dan saatnya kita masuk ke rumah" ucap And didalam mobil dan terlihat gerbang pintu yang di buka oleh seorang satpam berbadan besar.
"Ini bukan rumah kita" ucap ibu dan Riri terlihat kaget dengan apa yang sudah mereka lihat.
"Ini benar rumah kita, tapi ini rumah baru kita, dalam dua tahun ini, usaha And mengalami kenaikan yang sangat tinggi membuat And dapat membeli rumah baru, belum lagi nanti Riri akan menikah, mana bisa dengan rumah kecil kita dulu, menampung semua tamu" ucap And menjelaskan sambil memasukkan mobilnya kedalam.
"Kakak aku masih berumur 12 tahun, seharusnya kamu yang akan menikah itu, umur saja sudah 21 tahun" memperlihatkan wajah keselnya terhadap kakak yang telah mengejeknya.
Saat mereka keluar dalam mobil, beberapa pelayan wanita menyambut mereka dan membawakan barang-barang, wajah ibu dan Riri terlihat kaget dengan beberapa pelayan itu, mereka tetap merasa tidak terlalu terbiasa dengan kemewahan saat ini, mereka berpegangan di baju And.
"Tolong antarkan mereka untuk memilih kamarnya" ucap And kepada pelayannya.
"Baik tuan" ucap pelayan dengan menundukkan kepalanya sedikit. "Mari ikuti saya nyonya" ucap pelayan itu kepada ibu dan Riri.
Ibu dan Riri hanya terdiam mengikuti ajakan pelayan wanita itu, untuk memilih kamar mereka nanti, karena Riri masih ingin tidur berdekatan dengan ibunya dan kamar mereka berada bersampingan.
"Tok..tok..tok"
Ketukan pintu kamar ibu dan Riri dari luar pintu, seorang pelayan untuk mengajak mereka makan malam yang sudah di siapkan.
"Nyonya tuan sudah menunggu dibawah" ucap pelayan yang memanggil mereka diluar pintu kamar.
Mereka akhirnya makan malam bersama, beberapa makan yang telah disiapkan pelayan sangat enak, membuat kebahagiaan mereka bertambah, kini And mulai merasakan kebahagiaan yang tak sempat And rasakan di waktu dia hidup dulu, kesempatan yang diberikan ini membuat hati And sangat bahagia, And tiba-tiba menangis duduk didepan meja makannya, melihat ibu dan Riri kini makan bersama dengannya, kebahagiaan yang sebenarnya adalah terus bersama keluarga yang And sayangi.
"And kenapa kamu menangis?" Ibu yang bertanya melihat And menangis di depannya.
"Tidak apa-apa bu, And hanya bahagia ibu dan Riri tidak kenapa-kenapa" ucap And dengan tersenyum bahagia.
Mereka saling mengucapkan perasaan satu sama lain, membuat satu ruangan begitu terlihat bahagia, setelah mereka makan ibu dan Riri kembali ke kamarnya masing-masing, And masih berada di kursi meja makan ditemani asisten pria yang berjas hitam.
"Ini tuan, baju yang anda minta" asisten itu memberikan pakaian serba hitam seperti pakaian yang sudah di modifikasi seperti ninja.
"Baiklah, tolong jaga mereka jangan sampai mereka dalam bahaya" ucap And mengambil pakaiannya dan berjalan menuju keluar pintu.
And memulai merencanakan balas dendam keduanya menuju tempat cafe yang ada di kota, And yang sudah memakai baju seperti seorang ninja terlatih kini sudah berada di atas bangunan tinggi dengan memandangi cafe yang akan dia tuju. And sekarang melapisi baju khususnya dengan pakaian seperti pelanggan dan memakai rambut palsu agar penyamarannya terlihat sempurna seperti pelanggan VIP dengan jas hitam mewah.
"Aku merasa haus dan ingin menikmati pelayanan yang segar" kode yang telah di ucapkan And membuat kasir memerintahkan beberapa bawahannya mengantarkan And keruangan khusus cafe.
And diperiksa terlebih dulu seperti biasanya agar tidak ada ancaman bagi kedua belah pihak. Kali ini And di bawa kesebuah ruangan kamar yang tersedia kasur mewah. And di berikan beberapa foto wanita cantik di sana. Karena tidak ingin di curigai And memilih salah satu wanita yang ada di foto, dan pelayan itu segera keluar kamarnya. Dalam beberapa menit seseorang wanita yang mirip dengan pilihannya kini memasuki kamar And. wanita itu terlihat ketakutan dengan And, Karena dia pertama kali melayani seorang laki-laki. Wanita yang berpakaian seksi itu mendekati And secara perlahan dengan kaki sedikit gemetaran.
"Kamu tidak perlu takut" ucap And membujuk wanita itu.
"Tuan tolong pelan-pelan soalnya ini pertama kali bagi saya" ucap wanita itu yang sudah duduk di atas kasur di samping And.
"Tenang saja aku pelan-pelan saja, eh maksudnya pelan-pelan kita ngobrol" And yang hampir terbawa suasana di dekat wanita cantik membuat wajahnya memerah.
"Tuan, apa kamu pertama kalinya juga kesini" ucap wanita itu menyadari ke sendirian And.
"Sial, wanita jadi berbahaya kalau berpakaian seksi" pikir And dengan wajah yang di penuhi beberapa keringat dingin.
"Apa kamu ingin keluar dari sini" ucap And menahan matanya memandangi badan wanita itu.
"Saya mau, apa tuan ingin membeli saya, apakah tuan tahu kode yang harus di ucapkan pembeli, hanya beberapa pelanggan VIP saja yang di beri kode tuan besar" wanita itu menjelaskan tentang peraturan yang ada di cafe ini, dan menceritakan berbagai bisnis yang telah mereka lakukan di cafe ini.
Mendengar penjelasan wanita itu, And mulai paham dengan bisnis kedua mereka, dengan menjual wanita muda kepada seorang pria mesum, dan penculikan gadis-gadis muda, termasuk wanita ini adalah wanita yang telah mereka culik di kota lain dan di bawa kemari untuk mereka jual kepada pelanggan VIP member cafe. Karena And sudah menyelidiki bisnis mereka dalam dua tahun, And sudah memiliki kartu member VIP yang dia dapat dengan membunuh salah satu membernya, dan mengambil kartu tersebut agar penyamarannya lebih sempurna.