Detective Kill

Detective Kill
Bab 4 Memiliki Teman



"Anak-anak sampai disini pelajaran kali ini, kita teruskan dipertemuan selanjutnya" ucap guru perempuan yang sambil meninggalkan kelas.


"And kita ke kantin yuk!" ajak salah satu teman laki-lakinya.


"Baiklah" ucap And yang masih terlihat malas duduk di bangkunya.


*****


"Wah!, banyak sekali yang makan di kantin" ucap And karena kaget melihat pertama kalinya.


"Iya!, kamu saja diajak tidak mau terus" ucap salah satu teman laki-laki.


"Iya! aku dulu tidak pernah makan di kantin" ucap And terlihat menyesal.


"Kek pernah tua saja kamu And" ucap teman laki-lakinya dengan memegang pundaknya.


"Haha iya! maksud aku, sudahlah kita cepat makan aku sudah lapar nih" ucap And dengan gugup. "Hampir saja aku keceplosan" pikir And.


"And pulang ini, mau ikut kami main di warnet tidak!" ajak salah satu temannya sambil makan.


"Habiskan dulu makanan di mulutmu itu" ucap salah satu temannya.


"Iya nih tidak jelas kamu bilang apa tadi" ucap And tidak paham ucapan temannya.


"Maksud aku kita main ke warnet pulang sekolah nanti" ucap temannya mengulang kata-katanya.


"Tidak dulu, aku ingin mencari kerjaan" ucap And sambil makan.


"kamu kan masih anak sekolah, buat apa kerja" ucap temannya dengan penasaran.


"Aku tidak mau menyusahkan orang tua ku" ucap And dengan terlihat sedih di depan mereka.


"Maafkan aku And, nanti kita bantu cari kerjaan buat kamu" ucap temannya yang tidak tega liat And sedih.


"Iya And kita ini teman, andalkan kami juga kalau kamu butuh bantuan" ucap semua temannya.


"Makasih semuanya" ucap And dengan tersenyum.


"Nanti aku kabarkan kamu kalau ada kerjaan" ucap temannya.


"Iya, aku akan kasih tahu kamu" ucap teman lainnya.


"Ya sudahlah, cepat habiskan makanannya bentar lagi jam belajar masuk" ucap And yang sudah menghabiskan makanannya.


*****


"Semua anak-anak, guru ada pemberitahuan untuk kalian semua. Bagi kalian yang ingin berkuliah, pihak sekolah akan memberikan beasiswa gratis bagi siapa saja yang dapat juara 1-3 di ujian sekolah nanti, jadi kalian harus belajar bersungguh-sungguh. Baiklah sampai disini dulu kalian bisa pulang, dan belajar dengan rajin" ucap wali kelas sambil keluar.


"Haha jangankan juara, masuk 10 besar saja tidak bisa" ucap teman And terlihat tidak semangat.


"Perasaan aku tidak pernah mendengar kata-kata ini" pikir And. "Apa aku dulu bolos sekolah" pikir And lagi tentang masa lalunya.


"Hei, And apa yang kamu pikirkan" ucap temannya sambil memegangi pundaknya.


"Aku harus juara" ucap And dengan bersemangat. "Hahaha...kamu sakit ya And" terlihat temannya yang tidak percaya.


"Kamu kan biasa masuk 30 besar saja dari 31 murid dikelas ini" ucap temannya dengan tersenyum.


"Iya nih, And tidak biasanya seperti ini" ucap temannya yang masih tidak percaya.


"Itu kan dulu" ucap And. "Sekarang aku ingin berubah" ucap And sambil tersenyum.


"(....)"


Terlihat semua teman And terdiam mendengar ucapannya.


"And apa kamu sedang sakit?" tanya temennya dengan khawatir.


"Aku tidak sakit, aku ingin juara 1 ujian nanti" ucap And dengan menyombongkan diri.


"Ayo...ayo teman-teman kita taruhan" ucap temannya sambil berkumpul di depan meja guru mendengar ucapan And.


"Hah!" terlihat wajah And yang terkejut dengan tingkah laku semua temannya.


"Ayo..ayo juara berapa And nanti?" memperlihatkan semua teman-temannya yang masih berunding.


"Kira-kira masih di atas rangking 20an" ucap salah satu temannya melirik And yang masih duduk.


"Hadeh!, punya teman gini amat" pikir And sambil menutup wajahnya dengan salah satu tangannya.


"Ya sudahlah aku yakin And bisa masuk juara 3" ucap salah satu temannya.


"Hah!" memperlihatkan wajah And yang terkejut karena memiliki teman yang baik padanya.


"Ahh aku sayang kamu" ucap And sambil memeluk temannya.


"Heiii...lepasin And" ucap temannya sambil mendorongnya.


"Kamu baik amat sih" ucap And yang terlihat manja dengan temannya.


"Sudahlah kita lihat saja nanti" ucap temannya.


"Besok minggu kita nonton bioskop yuk" ajak salah satu temannya And.


"Waduh sejak kapan kau suka bioskop?" tanya salah satu teman lainnya.


"Sudahlah kalian saja yang pergi, aku mau tidur di rumah saja" ucap And sambil keluar kelas.


"Bagaimana kalau ke pantai" ucap temannya sambil mengejar And.


"Hari minggu hari istimewaku" ucap And sambil berjalan menuju keluar sekolah.


"Kalau ke cafe?" terlihat temannya yang masih merayu And.


"Cafe mahal" ucap And yang masih tidak tertarik.


"Heh susah amat sih ngajak And ini" ucap temannya terlihat menyerah.


"kamu itu cocoknya main di taman saja" ucap salah satu temannya.


"Heh taman!" terlihat wajah And yang terkejut.


"Yuk! kita ke taman" terlihat temannya yang tersenyum melihat ketertarikan And dengan taman.


"Ya..ya baiklah" ucap And. "Seperti ada yang kupikirkan di taman ini" pikir And sedikit penasaran.


"Hadeh anak-anak kurang bahagia" ucap temannya yang terlihat dewasa.


"Taman cuman ada ayunan sama jungkat-jungkit dan perosotan" ucap temannya yang terlihat tidak tertarik.


"Tidak apa-apa yang penting And kita senang" ucap salah satu temannya yang terlihat bahagia.


"Iya..iya..terserah kalian, berantem saja sana" ucap And yang tidak peduli dengan omongan semua temannya.


*****


"Wah ada adik-adik cantik duduk di bangku taman itu" ucap temannya.


"Samperin yuk minta nomor hp nya saja" ucap salah satu temannya.


"Kita culik saja" ucap salah satu teman lainnya.


" Si ***** ini, pikirannya" ucap semuanya terhadap si *****.


"Mumpung sendiri dan disini sepi" ucap si *****.


"(???)" Terlihat semuanya yang terdiam.


"Bercanda kok, serius amat sih" ucap si *****. "Yuk main ayunan" ajak si ***** dengan mengalihkan pembicaraan.


Beberapa menit kemudian...


"Hello adik sendiri saja" ucap And sambil mendekati adik perempuan yang sedang duduk di bangku taman sendirian.


"Hei...hei..lihat And" ucap temannya dari kejauhan.


"Suka yang kecil-kecil And kita" ucap temannya dari kejauhan.


"Iya, kak aku lagi sedih" ucap adik perempuan itu.


"kok tidak nangis-nangis" ucap And dengan polosnya.


"Si gila!" memperlihatkan wajah semua teman yang terkejut dengan ucapan And.


"Eh maksud kakak, kenapa kamu sedih" ucap And dengan gugup.


"Kasih permen kamu And" ucap temannya dari kejauhan sambil berbisik-bisik.


"Hah! permen" pikir And. "Sialan kalian!" teriak And sambil memperlihatkan wajah And yang merah kerena salah paham.


"Hah! And marah" ucap salah satu temannya dari kejauhan.


"Salah ngomong kamu" ucap salah satu temannya lagi. "Aku cuman bilang kasih permen, kenapa And marah" ucap temannya sambil kebingungan.


"And mana punya permen, permen di celana itu yang di kasih" ucap si *****.


"Hahaha pantas saja And marah, salah paham rupanya" ucap temannya sambil melihat And dari kejauhan.


"Maaf ya, teman kakak emang berisik" ucap And dengan tersenyum kepada adik perempuan itu.


"Iya tidak apa-apa kok" ucap adik kecil itu sambil tertawa. "Aku mau pulang dulu ya" ucap adik perempuan itu sambil berdiri menjauh pergi.


"Iya hati-hati dijalan" ucap And. "Eh namanya siapa ya?" Pikir And.


"Sampai ketemu lagi Kakak" ucap perempuan itu sambil menjauh meninggalkan And.


"Yah sudahlah ngapain juga aku harus tau" pikir And. You


"Bagaimana And apa kamu di berikan nomor hpnya" ucap salah satu temannya yang mendekat.


"Nomor apaan, dia masih kecil" ucap And sedikit kesal kepada temannya.


"Namanya siapa sih" tanya salah satu teman And dengan penasaran.


"Tidak tahu juga, tidak sempat bertanya" ucap And.


"Ya sudahlah kita pulang saja, aku sudah lapar" ucap salah satu temannya.


"Iya, bye semuanya" ucap And yang sambil berpisah dengan teman di taman.


"okay" ucap temannya sambil melambaikan tangan dari kejauhan.