
"Akhirnya selesai juga! Aku harus cepat menyelesaikan masalahku kali ini, agar semua orang-orang yang aku sayangi tetap aman. Mungkin malam nanti aku akan menghancurkan bisnis mereka terlebih dulu. Tapi tubuhku baru saja sembuh, apa aku harus menunggu beberapa hari lagi. Aku juga tidak mau kalau menunggu terlalu lama, bisa-bisa nanti mereka yang menyerang duluan. Aku akan tanya Zero bagaimana situasi di markas, sebaiknya aku menundanya lagi, kondisiku belum stabil, bagaimana aku bisa menghadapi organisasi berjas hitam, kalau masih sakit seperti ini?" And yang bergumam duduk di atas kasurnya.
Dua minggu kemudian...
And akhirnya dinyatakan oleh dokter bahkan lukanya sudah 95% sembuh, namun dokter juga berpesan kepadanya untuk tidak terlalu memaksakan diri. Jika tidak lukanya bisa saja terbuka lagi. Setelah And mendengarnya ketika berperiksa di rumah sakit tentang keadaan tubuhnya. And sangat merasa senang bahwa dia kali ini akan menghapus organisasi berjas hitam ini untuk selamanya. And segera pulang dari rumah sakit menuju markas terbesarnya untuk memulai rencana penghapusan organisasi berjas hitam.
Di perjalanan And tidak sengaja melihat seorang wanita yang sedang melambaikan tangannya. Karena mobil yang dia gunakan mengalami ban yang bocor. Wanita itu adalah wanita yang pernah And temui saat di bendara Jepang, namanya adalah Sonia Ingriani dari Amerika. And sedikit terkejut karena bertemu dengannya, dia sedikit bingung kenapa Sonia berada di Indonesia, mungkinkah ada bisnis yang harus dia urus.
"Wah kamu kan yang ada di bendara waktu itu?" Sonia kaget ketika mobil hitam yang berhenti adalah kenalannya saat berada di bendara Jepang waktu itu.
"Kamu! Sonia benarkah?" And yang terkejut setelah membuka pintu mobilnya.
"Wah sepertinya kamu sangat kaya? Bahkan mobil ini hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya? Bahkan kamu memiliki supir pribadi yang begitu terlihat gagah?" Sonia yang begitu banyak memuji And.
"Kenapa kamu bisa berada disini? Oh! ban kamu bocor? Mau aku hantarkan pulang?" And yang mengalihkan pembicaraannya.
"Benarkah boleh! Kalau begitu baik lah" Sonia yang terlihat tidak malu langsung memasuki mobil And dan duduk di kursi belakang.
"Hadeh, wanita luar! Tidak tahu malu?" And sedikit menepuk jidatnya melihat Sonia yang langsung masuk mobilnya, bahkan yang punya mobil belum masuk.
"Bagaimana dengan supirmu? Apa dia bisa sendiri?" And yang berbicara lewat luar jendela mobil, untuk menanyakan tentang supirnya.
"Biarkan saja? Nanti bawahan ayahku datang kok untuk menolongnya. Kamu tenang saja, sebelum itu! bolehkah kita mampir untuk makan dulu? Sebenarnya aku sudah lapar dari tadi?" Sonia yang terlihat ceplas-ceplos berbicara dengan And yang duduk di sampingnya.
"Ya sudah, kita mau makan apa? Cari saja tempat yang kamu sukai? Biarkan supir ku yang akan menuju tujuanmu itu? And sedikit bosan melihat wanita yang tidak tahu malu, bahkan sedang di dalam mobil orang lain.
"Aku hampir dua bulan berada disini? Tapi aku belum pernah ke tempat makan disini, jadi kamu saja yang menentukan tempatnya, asalkan semua makanannya enak-enak? Sonia yang sedikit terlihat memerintah And.
"Baiklah, bawa kita ke restoran yang terbaik di kota ini? Jangan sampai kita membuat wanita luar ini kecewa?" And yang sedikit kesal melirik Sonia yang sedang terlihat senyam-senyum di sampingnya.
"Baik, mungkin sedikit lama kita akan ke sana? Kalian bisa istirahat dulu? Nanti setelah sampai saya akan kasih kabar?" ucap supir pribadinya mengingat pemimpinnya untuk istirahat saja, karena perjalanannya sedikit lama.
"Wah supir yang pengertian? Bolehkah kamu jadi supir pribadiku?, nanti ku bayar lebih tinggi dari dia saat ini?" Sonia yang sedikit tertarik dengan supir pribadinya And.
"Bahkan kamu ingin merebut supirku secara terang-terangan seperti ini? Apa kamu tidak tahu malu sama sekali! Siapa sih kamu ini sebenarnya? Apa kamu anak kaisar! tanpa memperdulikan orang lain terlebih dulu?" And sudah ingin marah melihat tingkah laku wanita disampingnya.
"Bercanda kok! Gitu saja sudah marah? Oh! Aku sampai lupa? Makasih sudah mau memberikan tumpangan buat aku?" Sonia yang sedikit tersenyum memandangi And di sampingnya.
"Iya..iya..kamu lihat saja jalanan sana! Jangan lihat aku terus, kek tidak pernah lihat lelaki tampan sepertiku saja!" And yang memalingkan wajahnya karena kesal dengan Sonia.
Beberapa jam kemudian...
"Kita sudah sampai di depan rumah? Apa saya harus masuk ke halaman dengan sekalian?" Supir And yang memberi tahukan bahwa sudah sampai ke depan pagar rumah Sonia.
"Berhenti disini saja, kasian dia sudah tertidur! Tidak perlu di bangunkan?, pesanku! bilang makasih sama dia nanti?, kalau dia sudah bangun. Oh iya nanti ajak bosmu lain kali mampir kesini ya?" Sonia yang sudah terlihat berjalan memasuki halaman rumahnya.
"Mungkin pemimpin sudah kelelahan! Tapi tujuannya ingin ke markas, apa aku antar pulang atau ke markas. Pemimpin mau ke markas! Jadi aku bawa ke markas saja?" Gumam supir pribadinya.
--
"Tadi kamu baru saja pergi? Kenapa sudah pulang? Apa ada masalah di luar?" Ayah Sonia yang sedikit khawatir dengan putrinya yang sudah berumur 22 tahun.
"Tadi ban mobil aku bocor! Jadi aku di antar oleh kenalan aku. Dia sangat baik, tapi sedikit ngeselin sih orangnya. Tapi dia sangat lucu?" Sonia yang sedikit bercerita dengan ayahnya duduk di atas meja.
"Apa kamu suka dia? Mau ayah nikahin kamu dengan dia sekarang saat ini?" Ayahnya yang terlihat sangat menyayangi putri satu-satunya.
"Hah! ayah bisa saja bercanda. Tapi sayangnya dia sudah punya istri?" Sonia yang sedikit terlihat sedih.
"Mengapa kamu suka yang sudah punya istri? Cari yang lajangkan masih banyak?" Ayah Sonia sedikit kecewa dengan pilihan anaknya.
"Emmm..ayah! kapan ayah selesai kerjanya, kapan bisa temenin aku jalan-jalan di Indonesia ini? Aku belum tau tempat-tempat seru disini!" Sonia yang sedikit merayu ayahnya yang masih terlihat sibuk dengan laptopnya, sambil memijit pundak ayahnya.
"Ayah masih banyak urusan. Nanti setelah kerjaan ayah selesai baru kita jalan-jalannya. Kamu harus bersabar sedikit ya?" Ayahnya sedikit mengelus-elus tangan Sonia yang berada di pundaknya sedang memijitnya.
"Makasih ayah! Aku mau kemar dulu ya? Nanti kita ngobrol lagi?" Sonia yang berjalan menuju pintu keluar ruangan ayahnya.
"Anak muda, bukannya serius kuliah! malah mau cinta-cintaan! Urusan ku makin runyam, orang-orangku sudah banyak di kantor polisi. Bagaimana aku menyelesaikannya? Tapi pergerakan musuh belum ada kabar sama sekali!" Ayah Sonia sedikit khawatir memikirkan masalahnya.
*****
"Pemimpin! Kita sudah sampai di depan markas kita?" Supir yang berulang kali memanggil And, untuk membangunkannya yang sedang tertidur di kursi belakang.
"Heh!!"
"Ah, wanita itu kemana?" And yang terlihat kaget melihat Sonia tidak ada lagi di sampingnya.
"Oh! Dia sudah pulang? Pemimpin tertidur, jadi dia tidak mau saya membangunkan anda! Jadi saya langsung membawa anda ke markas saja?" Supir pribadinya menjelaskan dengan perlahan di luar pintu belakang mobil.
"Oh begitu! Apa ada pesan dari dia? Atau kasih ongkos kek?" And yang bertanya kepada supir pribadinya sambil keluar dari pintu mobil yang sudah di bukakan oleh supir pribadinya.
"Oh sepertinya ada? Tapi kalau ongkos tidak ada? Katanya lain kali mampir ke rumah?" Supir pribadinya menjelaskan kepada And yang sudah berdiri disampingnya.
"Oh gitu saja! Nanti saja kita mampir? Kita akan latihan dan merencanakan penyerangan ke bisnis mereka(organisasi berjas hitam!), Agar mereka mengalami kerugian yang begitu besar!" And yang berjalan menuju pintu gudang, menjelaskan kepada supirnya.
"Baik pemimpin! Mereka sudah menunggu didalam!" Supir pribadinya membukakan pintu gudang untuk And.
"Krik"
Suara pintu gudang latihan terbuka. Setengah bawahan And terlihat sudah menunggu kedatangan And. Mereka langsung memberikan hormat kepadanya ketika dia memasuki ruangan, mereka juga terlihat senang And sudah mau berkunjung ke markas. And biasanya sangat jarang pergi ke markas, hanya di wakilkan oleh Zero. Mereka hanya ingin melihat wajah pemimpin yang sudah membangun organisasi ini, organisasi ini sudah menyelamatkan mereka, bagi orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan, tidak ada tempat tinggal, bahkan bagi orang yang susah mencari makan. Mereka sangat berterima kasih dengan adanya organisasi yang di bangun And, mereka dapat menjalani hidup yang normal.
"Langsung saja pada intinya! Aku akan mengajarkan kepada kalian secara langsung, bagaimana caranya menghadapi musuh yang lebih kuat dari kalian. Kalian bisa maju 5 orang menghadapi aku?, Kalian boleh mengatur formasi atau trik untuk mengalahkan aku?, Jika kalian berhasil mengalahkan aku dalam waktu 10 menit. Kalian akan mendapatkan uang tunai 1 juta perorang. Jadi lakukan dengan serius, kerjasama tim di perlukan" And yang berjalan menuju tengah lapangan dan melepaskan jasnya, untuk segera melakukan latihan kepada bawahannya.
"Wah!! Pemimpin langsung mengatakan hadiahnya? Siapa yang mau satu tim denganku?" Suara yang terdengar dari kumpulan barisan di ruangan itu.
"Siapa? Yang mau satu tim, jangan berlama-lama lagi!" Suara yang terdengar yang sudah terlihat membentuk tim.
"Ayo! siapa yang mau maju dulu? Agar lebih seru lagi! Aku akan kasih hadiah untuk tim yang berhasil bertahan dari serangan aku, tanpa terluka sama sekali. Aku akan kasih bonus untuk satu tim kalian, sebesar 10 juta saat waktu 10 menit berakhir. Jadi siapa yang mau maju!" And yang sudah bersiap-siap menunggu tim yang akan pertama kali menantangnya.