Detective Kill

Detective Kill
Bab 34 Kembali ke Indonesia



Setelah And sampai di bandara Indonesia, dia di jemput oleh beberapa bawahannya yang sudah menunggu kedatangannya, dari Jepang. Dia di jemput oleh tiga wanita baru yang bergabung dulu, mereka sudah berhasil mempelajari beberapa skill yang di ajarkan oleh Zero. And melihatnya sedikit terkejut mengapa tidak bawahan biasanya saja yang menjemputnya.


"Selamat datang, pemimpin?" ucap tiga wanita itu memberi salam kepada And.


"Mengapa kalian yang menjemputku?" And sedikit penasaran karena mereka yang menjemput, tidak supir pribadinya.


"Kami di perintahkan oleh Zero, untuk menjemput pemimpin hari ini?" wanita berkode nama 508 memberi jawaban pertanyaan And.


"Baiklah. Bagaimana kabar di rumahku, apa baik-baik saja?" And yang sedikit penasaran dengan kabar keluarganya.


"Semua baik-baik saja?, Tapi ada sedikit masalah, beberapa organisasi berjas hitam selalu berkeliaran di seluruh kota?" Wanita berkode nama 509 menjelaskan kepada And sambil membawakan koper dan barangnya menuju mobil.


"Apa kalian sudah bertindak?" And yang sedikit penasaran dengan tugas bawahannya ketika dia tidak ada.


"Sebelum ada perintah dari anda, kami tidak melakukan apapun?" wanita berkode nama 510 memberitahukan tugas semua bawahannya, tidak melakukan apapun selain hanya memantaunya, dan sambil membukakan pintu mobil untuk And.


"Baiklah. Kita pulang ke rumah dulu, kabari saudara lainnya untuk tetap waspada dengan organisasi berjas hitam?" And yang sudah memasuki mobilnya ditemani tiga wanita itu.


Diperjalanan salah satu bawahannya sedikit memberikan informasi tentang markas organisasi berjas hitam yang terbesar di kota saat ini. Markas mereka berada di sebuah hutan terpencil di bawah tanah. Kemungkinan bos mereka adalah mantan mafia yang berasal dari Jepang. Mereka ke Indonesia hanyalah untuk memperbesar bisnisnya, jadi bawahan And berhasil mengetahui semua tempat rahasia mereka di Indonesia. And yang mendengar kerja dari bawahannya begitu sempurna, dia sedikit senang mendengarnya.


Beberapa jam kemudian...


Akhirnya And sampai di depan rumahnya, namun rumahnya terlihat sepi, And memasuki rumah memanggil-manggil ibunya dan Riri. Dia bertanya kepada pengurus rumah untuk mengetahui kemana ibu dan adiknya pergi. Ternyata ibunya sedang berada di rumah Linda, dan Riri masih sekolah mempersiapkan kelulusan sekolah dasarnya. And yang tidak bisa menahan rasa rindunya ke ibunya, memutuskan untuk pergi menyusul ke rumah Linda.


*****


Sesampainya didepan rumah Linda. And sedikit gugup, takut mereka marah, karena lupa kasih kabar untuk pergi ke Jepang dulu. Diruangan tamu ibu And dan nenek kakek Linda sedang berbincang-bincang masalah And kapan pulang dari Jepang.


"Tante silahkan diminum?" Linda yang membawa minuman yang telah dia siapkan di dapur.


"Ah, tidak usah repot-repot?" Ibu And sedikit tidak enakan karena di jamu oleh pemilik rumah.


"Tidak apa-apa kok tante!, Oh iya kapan kak And pulang?" Linda bertanya penasaran dan duduk di sofa.


"Tidak ada kabar? Katanya kalau urusannya selesai, dia akan segera pulang?" Ibu And menjelaskan kepada mereka di ruangan tamu.


"Sudah 1 bulan And belum pulang? Mungkin cucu kami sudah kangen dengan calon suaminya?" ucap nenek mengejek Linda.


"(....)"


Wajah Linda memerah ketika mereka membahas tentang And. Dan dia sedikit menundukkan kepalanya, karena malu kepada ibunya And yang berada didepannya.


"Nyonya. Ada tamu di depan?" Salah satu pembantu baru dirumah Linda.


"Tamu? Siapa tamunya?" kakek yang penasaran dengan tamu itu.


"Saya tidak tahu, dia laki-laki muda pakai jas hitam dan sangat tampan nyonya? Mungkin kenalan nyonya Linda?" Pembantu itu memberi sedikit ciri-ciri tentang tamu yang menunggu di depan pintu rumah.


"Linda, kamu punya teman laki-laki?" Ibu And sedikit penasaran.


"Tan-tante, Linda tidak ada punya teman kok di sekolahan?" Linda yang sedikit gugup ketika ibunya And tiba-tiba bertanya dengannya.


"Suruh masuk saja, kasian kalau menunggu diluar?" nenek yang memerintah pembantu barunya untuk menjemput tamu itu.


"Baik, nyonya?" Pembantu itu segera menjemput tamu yang ada didepan rumah.


--


"Sepertinya tadi itu pembantu baru dirumah ini? dia tidak mengenaliku, tidak apa-apa juga.." gumam And menunggu di depan pintu rumah.


"Maaf tuan, silahkan masuk mereka sudah menunggu didalam?" Wanita itu meminta maaf karena membuat And sedikit lama menunggu.


"Oh tidak apa-apa!" And segera berjalan menuju ruang tamu di iringi oleh pembantu itu.


--


"Bagaimana sekolah kamu Linda?" Ibu And penasaran dengan Linda yang baru sekolah SMA.


"Emmm..Lumayan, tapi..?" Linda yang belum sempat meneruskan ucapannya.


"Maaf nyonya, ini tamunya?" pembantu itu tiba-tiba menyela pembicaraan mereka.


Terlihat semuanya kaget melihat tamu yang baru datang, ternyata itu adalah And yang 1 bulan berada di Jepang. Ibunya langsung memeluk And dengan sangat bahagia. Dan setelah itu And juga bersalaman kepada kakek dan neneknya Linda. Linda yang melihat And yang sudah kembali merasa sangat senang, wajah yang begitu memerah melihat And yang begitu tampan, sudah ada didepannya.


"Linda? Hei..?" And yang berulang kali memanggil Linda yang terdiam melihatnya.


"Eh maaf, apa kamu bilang tadi And?" Linda yang sedikit gugup karena tidak mendengar ucapan And.


"Sampai terbengong-bengong cucu kesayangan kami?" ucap nenek mengejek Linda yang masih berdiri malu.


"Nenek. Linda tidak bengong kok?" Linda yang sedikit kesal karena neneknya mengejeknya didepan And.


"Kapan kamu pulang And?" Ibunya yang penasaran karena And tiba-tiba berada disini.


"Baru saja, aku cari dirumah kalian tidak ada? Jadi aku tanya yang lain, jadi aku susul kesini saja?" And yang menjelaskan kepada mereka yang berdiri disampingnya Linda.


"Kakak? Mau minum apa?" Linda yang sedikit malu-malu di dekat And.


"Wah boleh kah? Kalau begitu aku mau susu saja?" And yang sedikit tersenyum melihat Linda.


"Susu? susu apa?" Linda yang sedikit terlihat gugup ketika di pandang oleh And.


"Susu sapi. Susu apa lagi yang kita punya di dapur, tidak ada susu yang lain lagi yang kita punya?" ucap nenek menjelaskan ke Linda yang terlihat gugup di dekat And.


"Oh iya, aku akan mengambilkannya ke dapur?" Linda yang segera berjalan menuju dapur karena tidak bisa menahan malunya.


"Silahkan duduk dulu And?" ucap kakek tidak enakan melihat And yang masih berdiri.


"Baik kek? Bagaimana kabar kalian?" ucap And memulai pembicaraan untuk menanyakan kabar mereka.


"Oh kabar kakek baik-baik saja" ucap kakek sedikit tersenyum.


"Nenek juga sehat-sehat saja?" ucap nenek membalas pertanyaan And.


"Kalau ibu 1 bulan ini gimana kabarnya?" And yang penasaran dengan kabar ibunya.


"Ibu baik-baik saja And, Riri saja yang kangen sama kakaknya?" Ibu yang menjelaskan kepada And tentang keadaan adiknya.


"Wah, beneran Riri kangen aku?" And yang sedikit terkejut karena Riri memikirkannya.


Mereka mengobrol, menanyakan tentang keadaan And berada di Jepang. And hanya menceritakan beberapa kesenangannya disana, agar tidak membuat mereka khawatir. Nenek dan kakeknya Linda juga menanyakan tentang pekerjaannya disana. And hanya menjawab membangun bisnis kecil-kecilan agar mereka percaya. Setelah Linda menyuguhkan minuman kepada And, dia juga bertanya tentang keseharian And disana.


"Kakak. Apakah kamu memiliki teman disana?" ucap Linda penasaran dengan kehidupannya dalam 1 bulan di Jepang.


"Pruts.."


Seketika susu yang baru ingin And minum muncrat, ketika tiba-tiba mendengar pertanyaan Linda yang sedikit membuat And kaget.


"And pelan-pelan minumnya?" Ibunya sedikit khawatir melihat And yang tersedak.


"Ada apa kakak And?" Linda yang sedikit penasaran.


"Haha..aku tidak apa-apa? minuman tadi sangat enak jadi aku ingin cepat-cepat menghabiskannya!" And yang terlihat gugup mengalihkan pembicaraannya.


"Kalau kakak suka, nanti aku buatkan lagi. Jadi kakak pelan-pelan minumnya?" Linda yang terlihat senang karena And menyukai susu buatannya.


"Iya. Makasih Linda!" And berusaha menghabiskan sisa susu di gelasnya.


--


Riri yang sudah pulang dari sekolah tiba-tiba kaget, melihat barang-barang berserakan di dekat sofa. Seperti koper, tas besar, tas kecil. Dia juga membuka-buka tas itu karena penasaran, dia tersenyum setelah melihat isi kopernya beberapa pakaian kakaknya. Riri segera berlari menaiki tangga untuk menuju kamar And yang ada di lantai atas.


"Selamat datang kakak!. Eh? kok tidak ada di kamarnya, kemana dia pergi?" Riri kebingungan melihat kamar kakaknya masih kosong.


"Mungkin dia berada di kamar ibu?" Gumam nya menuruni tangga untuk menuju kamar ibunya.


"Lah kemana mereka? Kok aku di tinggal sendiri di rumah?" Wajah Riri yang sedikit kesal karena ditinggal sendirian.


"Awas saja kalau ketemu kau, kakak And?" Riri yang menggenggam tangannya sedikit kesal dan marah, di ruangan tamu berdiri di dekat barang-barang And.