Detective Kill

Detective Kill
Bab 6 Cinta Lama



"Baiklah waktunya sudah habis jadi kumpulkan semua kertas jawabannya di depan meja guru" ucap guru.


"Baik pak!" ucap semua murid.


"Kalian boleh pulang, baca buku rajin-rajin, ini adalah ujian akhir kalian, jadi jangan malas-malasan untuk belajar. Baiklah bapak pamit, sampai bertemu lagi besok" ucap guru sambil meninggalkan kelasnya.


"And apa kamu sudah malas menjawab ujian ini" tanya Rendi.


"Siapa yang malas, aku emang sudah menyelesaikan semua jawabannya" ucap And dengan serius.


"Tenang And masih ada Fizi yang menemanimu di peringkat akhir" ucap Rian yang memberikan semangat.


"Eh kok bawa-bawa nama aku" ucap Fizi terlihat kesal.


"Hahaha" memperlihatkan And yang sedang tertawa.


"Sial kau And" ucap Fizi terlihat kesal.


"Sudah-sudah ayo kita pulang" ajak Rendi.


"Iya nih aku sudah lapar" ucap Rian.


"Kita ke taman dulu yuk?" ajak Fizi.


"Hah! kok ke taman lagi?" ucap Rian.


"Kita main ayunan dulu" ucap Fizi.


"Iya..iya..kita senang kan dulu si Fizi ini" ucap And.


"Bilang saja And kamu ingin bertemu adik itu lagi kan" ucap Fizi.


"Tidak kok, aku mau lihat kamu senang" ucap And dengan tersenyum.


"Ah!, alasan kamu saja itu, And pura-pura tidak suka, tapi dalam hatinya kangen adik-adik SMP" ucap Rendi dengan mengejek.


"Eh aku lupa, kamu kan dekat sama Sofia?" tanya Fizi.


"Iya kenapa kamu suka cewek lain" tanya Rian.


"Sofia itu teman aku dari kecil mana mungkin dia suka aku" ucap And.


"Padahal aku lihat Sofia sepertinya suka kamu" ucap Rendi.


"Coba saja tanya dia nanti" ucap Rian.


"Iya..iya..kalau tidak aku yang tanyakan" ucap Fizi sambil tersenyum. "And kalau sudah ditolak Sofia bilang ya, biar aku bisa nembak dia nanti" ucap Fizi. "Siapa juga mau ngerestuin kamu dengan Sofia" ucap And terlihat kesal.


"Kenapa dengan aku And" ucap Sofia yang berada di belakang And.


"Hah! sejak kapan kamu di sini Sofia" tanya And terlihat kaget.


"Baru saja, aku lihat kalian lewat di depan kelas aku, jadi aku ikutin deh" ucap Sofia dengan tersenyum.


"And kami pulang duluan ya!" ucap Rendi, Rian dan Fizi sambil terburu-buru meninggalkan mereka berdua.


"Eh...ke taman tidak jadi?" ucap And yang terlihat gemetar.


"Tidak jadi And, nikmati waktu berduaannya" ucap Fizi sambil mengejek.


"Eh!..kalian tidak setia kawan" ucap And yang berteriak sambil menahan malu.


"Bagaimana ke taman sama aku saja And" ucap Sofia sambil tersenyum.


"Eh! kamu tidak mau pulang?" tanya And dengan gugup.


"Kok aku disuruh pulang!" ucap Sofia yang terlihat ngambek.


"Nanti ibu kamu khawatir kamu telat pulangnya" ucap And sambil merayu Sofia agar tidak mengajaknya jalan.


"Apa kamu membenci aku And" tanya Sofia terlihat sedih.


"Eh...bukan begitu maksud aku.." ucap And terlihat ketakutan melihat wajah Sofia mulai sedih. "Emmm ya sudahlah, kita akan ke taman" ucap And dengan tersenyum.


"Nah gitu, ayo kita ke taman" memperlihatkan wajah Sofia yang bahagia.


"Wah tamannya sepi" ucap Sofia terlihat bahagia.


"Iya tidak ada orang" ucap And terlihat gugup berdekatan dengan Sofia.


"And kamu tidak apa-apa" ucap Sofia sambil mendekati And.


"Aduh wajah Sofia terlalu dekat" pikir And sambil memperlihatkan wajah merahnya duduk di bangku taman.


"Ah aku tidak apa-apa kok" ucap And yang masih terlihat gugup setelah disentuh Sofia.


"And apa kamu menyukai aku?" tanya Sofia dengan pelan.


"Hah!..apa!.. apa kamu bilang tadi?" tanya And yang kurang jelas mendengar suara Sofia. "Coba ulangi" ucap And yang masih memperlihatkan wajah merahnya.


"Tidak apa-apa kok" ucap Sofia dengan tersenyum bahagia.


"Ah kamu kebiasaan seperti itu terus" ucap And dengan kesal.


"Hahaha cowok suka ngambek" ucap Sofia sambil mengejek And.


"Bagaimana kita beli es krim" ucap And sambil tersenyum. "Sekalian aku beli buat Riri" ucap And.


"Wah sudah lama aku tidak berjumpa sama Riri" ucap Sofia. "Berapa umur Riri sekarang?" tanya Sofia.


"Umurnya sudah 7 tahun" ucap And terlihat kaki yang sedikit gemetar.


"Wah rasanya ingin bertemu deh" ucap Sofia terlihat bahagia.


"Nanti kalau liburan mampir saja ke rumah" ucap And.


"Wah bener kah, makasih" ucap Sofia.


"Jangan lupa bawa coklat, Riri suka coklat" ucap And sambil mengejek.


"Iya nanti aku bawakan coklat yang enak" ucap Sofia dengan serius.


"Eh tidak usah, aku cuma bercanda kok" ucap And.


"Itu kan buat Riri bukan buat kamu" ucap Sofia dengan mengejek.


"Iya..iya buat Riri" ucap And yang terlihat kesal dengan tingkah lakunya Sofia.


"Itu wajah kamu kenapa?" tanya Sofia sambil mendekatkan wajahnya.


"Eh kamu mau ngapain, kita belum jauh hubungannya" terlihat And yang gugup di bangku taman yang duduk bersampingan bersama Sofia. "Eh jangan mendekat" memperlihatkan And yang memejamkan matanya.


"Aku cuma mengambil daun yang ada di kepala kamu kok" ucap Sofia sambil tersenyum.


"Ah, ayo kita beli es krimnya" terlihat And yang berdiri karena malu.


"Hahaha" memperlihatkan Sofia yang menahan tawanya.


"Ayo buruan sudah mau sore ini" ucap And menarik tangan Sofia.


"Hah!" memperlihatkan wajah Sofia memerah karena tangannya di pegang oleh And. "Emmm" terlihat Sofia tersenyum ketika tangannya di tarik And.


"And lain kali kita jalan-jalan lagi ya" ucap Sofia.


"Makasih sudah mau menemani aku beli es krim buat Riri" ucap And.


"Iya sampai jumpa besok lagi disekolah" ucap Sofia sambil tersenyum meninggalkan And.


"Dadah" ucap And dengan melambaikan tangan.


"Kenapa aku merasa sangat senang berada di dekat Sofia" pikir And sambil berjalan pulang. "Atau aku hanya senang karena aku bertemu kembali. Dia meninggal saat kita kuliah nanti, berarti itu waktunya sebentar lagi. Tapi kenapa Sofia dibunuh, apakah Sofia ada berbuat salah. Aku harus menyelamatkannya nanti, sekarang ini aku harus fokus pada ujianku dan pada keluargaku" ucap And sambil menggenggam tangannya.


"Aku pulang" ucap And sambil membuka pintu. "Bu!, Riri kalian dimana?" ucap And. "Bu!..Riri..." memperlihatkan And yang khawatir dan mencari diseluruh ruangan rumah. "Kemana mereka?" Terlihat wajah And yang khawatir. "Riri kamu dimana?" Memperlihatkan And yang memasuki kamar Riri. "Tas sekolahnya belum ada, berarti Riri belum pulang" terlihat And yang makin khawatir. "Sial apa mereka dibawa rentenir" pikir And. "Padahal itukan waktu aku kuliah, apa jangan-jangan waktu sudah berubah" pikir And terlihat gelisah. "Sial!, dimana markas mereka" pikir And. "Ah.... semoga ibu dan Riri masih baik-baik saja" terlihat And menahan air matanya.


"Kami pulang" ucap ibu dan Riri sambil membuka pintu.


"Hah! Ibu Riri kalian pulang" terlihat And yang buru-buru memeluk mereka.


"Kamu kenapa And" tanya ibu karena terkejut.


"Iya nih kakak! juga terlihat habis menangis" ucap Riri.


"Kalian tadi kemana saja?" tanya And sambil memperlihatkan wajah yang masih khawatir.


"Oh tadi ibu sama Riri ketoko dekat sini beli bahan makanan" ucap ibu.


"Oh gitu!" memperlihatkan wajah And yang tersenyum.


"Iya bahan makanan tadi habis, Riri juga ada yang di beli jadi ikut ibu ketoko" ucap Riri.


"Oh ya udah And mau mandi dulu" ucap And sambil berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Iya ibu! mau memasak dulu, jadi kalian mandi dulu" ucap ibu.


"Iya ibu!" jawab mereka.