
Keesokan harinya..
Di pemakaman, hari dimana Yuna di makamkan, semua keluarga besar menghadiri acara itu. Bahkan kakek Yuna yang berada di Indonesia juga datang ke Jepang. Setelah pemakaman itu berakhir mereka juga langsung ke rumah sakit untuk menjenguk ibu Yuna yang sedang koma. Ibunya koma setelah mendengar anak satu-satunya telah meninggal dunia. Ibunya mengalami serangan jantung yang mengakibatkan dia harus di rawat, namun tidak berselang lama, ibunya juga meninggal dunia.
Kini keluarga Yuna mengalami sok berat, mereka langsung hancur dengan cepat. Bahkan ayah Yuna juga mengalami depresi yang berlebihan membuat dia tidak bersemangat lagi dalam menjalani kehidupannya, perusahaannya langsung di serahkan ke pada And. Itulah sebabnya And mengalami kesibukan dalam waktu 3 tahun terakhir.
And berusaha membangun kembali kehidupannya di Jepang. Namun semuanya hancur seketika, semangatnya menurun akibat kehilangan istri yang dia cintai. Perusahaannya disana juga mengalami kemunduran yang begitu besar setelah ayah mertuanya meninggal akibat keracunan minuman-minuman keras yang berlebihan.
Disana And hanya bisa terdiam, melihat keluarga Yuna yang perlahan-lahan meninggalkannya. Dia berusaha bangkit lagi karena di beri arahan oleh kakeknya Yuna, dia berusaha kembali membangun perusahaan itu yang di bantu oleh kakek. Mereka berdua bekerja sama agar perusahaan And berjalan seperti biasa. Dalam 2 tahun itu perusahaan keluarga Yuna menjadi stabil. Namun umur kakeknya tidak bertahan lama, dia meninggal setelah berumur 75 tahun, setelah dia memberikan semua asetnya kepada And, dia adalah satu-satunya keluarganya dan juga sebagai cucu mertuanya.
And langsung mengalami sok berat melihat semua keluarga Yuna kini sudah pergi mendahuluinya. Namun And tidak menyerah di sana, dia berusaha bangkit kembali untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi. Karena dia masih memiliki keluarga yaitu ibu dan adiknya. Setelah dia menenangkan diri dalam 1 tahun di Jepang, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia bertemu keluarga yang selama ini dia rindukan.
*****
"Tok...tok.."
Suara ketukan pintu kamar And berbunyi. Dia langsung sedikit terkejut karena dari tadi pikirannya mengingat kejadian di masa lalu di negara Jepang. Dia langsung mengusap air matanya yang dari tadi terus keluar karena mengingat kejadian itu.
"Maaf tuan, ibu dan nona muda mengajak anda makan malam di bawah".
Pelayan wanita itu langsung terlihat takut setelah And membuka pintu kamarnya, dia juga terlihat sedikit menundukkan kepalanya di depan And yang dari tadi terlihat sedikit menyeramkan setelah menangis.
"Iya, aku akan turun".
And langsung menutup pintunya setelah menjawab ucapan pelayan itu. Pelayan itu sedikit gugup dan dia langsung turun menyampaikan bahwa tuan akan segera turun. Dia juga langsung pamit pergi ke dapur setelah menyampaikan pesan itu.
Beberapa menit kemudian...
And tiba-tiba menuruni tangga dengan pakaian jas hitam, dia begitu rapi bahkan seperti ingin pergi ke sebuah tempat mewah. Ibunya yang melihatnya sedikit merasa bingung. "Bukankah dia hanya sekedar makan malam, mengapa begitu rapi?" Ibunya sedikit bergumam memandanginya yang sedikit terlihat berbeda.
"Selamat malam, ibu dan adikku yang cantik".
Sambil duduk di kursi, dia terlihat tersenyum memandangi mereka di depan meja makan. Dia juga hanya terlihat meminum segelas air putih didepan. Dia juga tampak sibuk dengan ponselnya yang sering sekali terdengar berbunyi.
"And, mengapa kamu tidak makan?".
Ibu sedikit penasaran dengan tingkah laku anaknya yang sedikit berbeda pada malam ini. Ibunya juga terlihat khawatir karena tidak biasanya and bersifat dingin kepada mereka. Ibunya hanya berpikiran mungkin And perlu waktu untuk menenangkan dirinya setelah datang dari Jepang.
"Ibu, aku mau pergi keluar dulu ya? Mungkin aku bisa lama juga, jadi tidak perlu menunggu".
And terlihat terburu-buru berdiri dari kursinya, dia langsung meninggalkan mereka yang masih makan malam. Adiknya juga terlihat sedih karena kakaknya tidak menyapa dia sama sekali setelah sekian lama bertemu.
"Ibu, Riri sudah kenyang".
Riri langsung pergi meninggalkan ibunya yang masih makan. Dia juga tampak sedih melihat kakaknya yang tidak mau menyapanya, dia langsung pergi kedalam kamar menghempaskan sedikit lebih keras pintu kamarnya, melepaskan semua kekesalannya kepada kakaknya itu.
*****
Di sebuah bar minuman. And sedikit terlihat mabuk mencoba menghilangkan semua ingatannya bersama Yuna selama ini, dia juga sedikit berlebihan memesan banyak minum di sebuah kamar khusus pelanggan VIP. Dia hanya berada sendirian di dalam ruangan itu tidak ada seorangpun yang pergi untuk menemaninya, mungkin dia hanya ingin melampiaskan semua tanpa di ganggu oleh siapapun.
Tepat pukul 07.30 pagi, Dia akhirnya bangun setelah tertidur lama di ruangan VIP dengan kamar yang sedikit berantakan, dia sama sekali tidak mengingatnya apa yang sudah dia lakukan di sana, dia langsung berdiri memeriksa pintunya, apakah terkunci atau tidak. Untung pintu itu masih terkunci, dia hanya takut kalau seseorang memasuki ruangannya. Dia langsung sekalian keluar ruangan itu untuk segera pulang kerumah.
Di luar bar dia langsung naik ke mobilnya, akibat masih sedikit merasa pusing dia sedikit melupakan arah jalan pulang kerumahnya, dia langsung lurus kejalan dimana jalan itu mengarah tepat ke sebuah taman dekat rumah Linda. Dia juga terlihat belum menyadari bahwa arah rumahnya salah, dia langsung berhenti ketika dia berada di depan taman.
"Apa kamu baik-baik saja?".
And memberanikan dirinya untuk bertanya, melihat keadaan wanita itu yang tampak sedikit lesu, seperti terlihat dia selalu menangis setiap hari. And berjongkok untuk mendekatinya yang masih menangis duduk di tanah bersandar di bawah pohon.
"Biarkan aku sendiri, semuanya sudah pergi meninggalkanku!".
Suara wanita yang sedang marah. Membuat And sedikit kaget mendengarnya, namun dia tidak peduli sama sekali dia tetap berada di dekatnya sambil melihat wanita itu yang masih menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua pergelangan tangannya dilipat di atas lututnya.
"Kamu lebih baik pergi tinggalkan aku disini sendiri!!".
Wanita itu berusaha mengusir And sambil berteriak-teriak tanpa mengubah posisinya, dia bahkan tidak mau melihat siapa yang sudah mengajaknya bicara. Dia juga sedikit bergumam seperti dia sedang kesal karena sudah di ganggu.
Karena And tidak mau menyerah dia tetap menunggu disana, dia juga duduk menunggu bersama wanita itu sampai wanita itu berhenti menangis. And hanya ingin melindungi wanita itu takut terjadi sesuatu dengannya karena melihat keadaannya yang seperti itu.
And juga teringat bahwa dia pernah mengingat momen seperti ini, namun dia melupakannya kapan hal seperti ini pernah dia alami. Sambil meminum air botol And menunggu wanita itu yang masih terlihat menutupi wajahnya dengan kedua pergelangan tangannya di atas lututnya.
Hari sudah sore, akhirnya wanita itu berhenti menangis, dia juga terlihat kebingungan karena melihat And yang berada tepat di depannya sambil melihatnya. Dia sedikit kebingungan dan juga terlihat gemetar memandangi And.
"Kamu? Siapa??".
Wanita itu bertanya dengan suara yang begitu pelan, sambil mengusap air matanya yang masih tersisa. Dia juga sedikit takut melihat And yang tidak pernah dia kenal sama sekali berada di depannya.
"Namaku-?".
"Maaf, aku harus pulang!!".
And belum sempat memperkenalkan namanya sudah di sanggah oleh wanita itu yang terburu-buru ingin pulang. Dia juga langsung pergi meninggalkan And dengan terburu-buru tanpa menoleh sama sekali.
"Tunggu-!! Bolehkah aku mengantarkan kamu pulang?".
And berusaha menghentikan wanita itu, dia juga merasa khawatir karena takut terjadi apa-apa dengannya saat menuju jalan pulang. And mencoba merayunya agar mau di antar pulang.
"Tidak perlu, rumahku dekat dari sini!".
Wanita itu hanya tersenyum menjawabnya dan tetap melanjutkan langkah kakinya meninggalkan And yang terlihat masih berdiri di dekat pohon.
"Tidak apa-apa, aku sedikit khawatir takut kamu kenapa-kenapa?".
And mencoba mengikutinya, dia berusaha menjaga dia agar tetap aman sampai ke rumahnya. Wanita itu tidak peduli sama sekali dan terus menambah laju jalan kakinya.
"Kenapa kamu mengikutiku, bukan kah sudah ku bilang tidak perlu?".
Wanita itu sudah mulai kesal karena And selalu mengikutinya. Dia juga sedikit marah sambil berjalan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Dia juga sedikit menambah laju langkah kakinya berusaha untuk meninggalkan And di belakang.
"Cepat pulang, aku sudah sampai di rumah ku?"
Wanita itu marah di depan pintu pagar rumahnya, dan membuka kunci pagarnya sambil marah mengusir And segera pergi jauh darinya.
"Hah? Bukankah ini rumah Linda?"
And langsung terdiam melihat wanita itu memasuki ke halaman rumahnya, dia sedikit bingung siapa wanita itu. Wanita itu juga langsung bingung setelah mendengar suara And yang menyebut nama Linda.