
Setelah waktu penyewaan berakhir seorang pria berjas masuk dalam kamar, pria itu masuk dan mendekati And yang telah berpura-pura sudah melakukan hubungan dengan wanita itu, pria berjas hitam itu tersenyum melihatnya. Pria itu segera meminta bayarannya yang telah meniduri karyawan cafenya.
"Tuan, ingin membayar dengan tunai atau gesek" ucapnya mendekati And.
"Gesek saja" And mengeluarkan kartu member VIP, membuat pria itu langsung terkejut dan langsung memberikan hormat padanya.
"Apa tuan ingin sekalian membelinya, karena pelayan kami ini sekalian juga untuk di jual" pria itu berusaha membujuk And agar tertarik membelinya.
"Apakah ada pilihan lainnya" karena And laki-laki yang baik dan tidak Sombong dia ingin memilih beberapa wanita lainnya untuk dinikmati, maksud untuk dia bebaskan.
"Ini tuan silahkan dipilih, semua wanitanya masih perjaka, eh maksudnya masih perawan" Pria itu mendekati And dan memberikan beberapa foto wanita lainnya sambil bercanda.
"Haha kamu bisa saja bercanda, baiklah saya akan memilihnya jadi mohon tunggu sebentar" ucap And mengambil foto itu.
"Kalau tuan mau, saya bisa juga di beli" pria itu juga menawarkan dirinya.
"Hah!, Maaf-maaf saya masih normal" ucap And terlihat kaget melihat tingkah laku pria berjas hitam ini.
"Bukan itu, maksud saya bisa menjadi penjaga tuan atau bisa juga anak buah suruhan" tiba-tiba pria itu menjelaskan, karena dia kaget melihat ke salah pahaman And kepadanya.
"Oh! kirain" And menjawab dengan lega ternyata hanya ke salah pahaman saja.
*****
And mengantarkan beberapa wanita yang telah dia beli dari cafe itu, untuk pergi ke terminal, agar semua wanita bisa pulang kerumahnya masing-masing, sebelum sampai ke terminal dia menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat dia masih penasaran, kepada tiga wanita yang dia telah beli dengan harga yang lumayan tinggi. Berhubung itu bukan uang And jadi dia terlihat biasa saja. Bisnis mereka adalah berpura-pura menawarkan pekerjaan kepada wanita-wanita muda yang ingin bekerja, namun wanita itu ditipu dan dikurung untuk di jadikan pelayan untuk memuaskan pria kaya hidung belang. Mendengar dari penjelasan mereka, And sangat merasa sedih, sebelum diantar pulang, salah satu wanita meminta sebuah permintaan, dimana dia ingin mencari sebuah kerjaan untuk keperluannya nanti, dia bercerita kepada And didalam mobil bahwa dia tidak ada tempat tinggal lagi, tempat tinggalnya dulu hanya kontrakan, dia hidup sebagai yatim piatu, cara dia mencukupi kebutuhannya hanya dengan pekerjaan paruh waktu, itupun gajinya tidak seberapa. Karena And sudah kaya dan banyak memiliki usaha di berbagai cabang, dia ingin wanita itu bekerja dengannya asalkan dia harus mengikuti apa yang telah disyaratkan di dalam kontrak, sebelum bekerja dengannya. Mendengar ucapan And, dua wanita lainnya ikut mengajukan keinginan untuk bekerja kepada And juga. Dengan begitu And memutar kembali mobilnya untuk menuju markas latihannya.
Setelah sampai di sebuah gudang latihan, And memberikan beberapa buah gelang kontrak, dimana gelang tersebut membuat penggunanya tidak bisa mencelakai And, bisa di bilang gelang kesetiaan. Jika pemilik gelang di tembak oleh pemakai gelang maka gelang itu otomatis meledak. Gelang yang telah And kembangkan dalam dua tahun ini, menggunakan kekuatan berpikir dari jam saku emas yang ada dalam tubuhnya. And berhasil mendirikan markasnya sendiri disebuah kota, yang mana markasnya di penuhi semua orang yang telah dia latih sendiri, And adalah bos dari 507 orang terlatih. Sekarang bertambah 3 orang wanita yang masih tahap uji coba. And mendirikan markas ini untuk membalas kematiannya yang ada di masa depan dulu.
"Salam pemimpin" puluhan orang di dalam gudang menghormati And.
"(???)"
Terlihat tiga wanita itu hanya bisa terdiam setelah memasuki gudang, karena melihat puluhan orang menghormati And sebagai pemimpin mereka.
"Zero, tolong latih mereka dan jelaskan tugas dari markas ini" ucap And kepada bawahan kepercayaannya. "Aku ingin pulang ke rumah, dan jika kalian lulus maka kalian akan mendapatkan gajih setiap bulannya, tapi jika kalian menyerah maka kalian akan keluar dari sini, tapi jika kalian keluar membocorkan markas kami, kalian dalam bahaya" ucap And meninggalkan mereka dengan bawahan kepercayaannya.
"Tenang, pemimpin sebenarnya orang baik, dia berkata seperti itu hanya untuk memotivasi kalian agar menjadi kuat dalam kehidupan yang begitu berat ini" Zero menjelaskan kepada tiga wanita yang terlihat ketakutan.
"Apa untungnya bergabung dengan markas ini" ucap salah satu wanita memberanikan diri.
"Pertanyaan bagus, jika kalian di terima maka akan di gajih setiap bulannya, kebutuhan kalian tercukupi, bahkan kalian akan memiliki rumah sendiri masing-masing" Zero menjelaskan dengan baik-baik.
"Apa yang dilakukan pemimpin jika kami mendapatkan masalah dalam melaksanakan tugas" tanya wanita itu lagi.
Setelah penjelasan dari zero mereka semua mau mengikuti pelatihan yang di ajarkan oleh zero, semua latihan keras dan ringan dikerjakan setiap harinya, untuk menjadi bawahan yang diakui And sebagai pemimpin markas mereka, markas ini bernama Shadow End (Ujung Bayangan).
*****
"Baiklah bisnis kedua mereka sudah terbongkar, saatnya menuju bisnis ketiga yaitu hotel" And yang sudah berada di kamarnya dalam ruang rahasia duduk di meja didepan beberapa komputernya, terlihat dia sedang menyusun rencana selanjutnya.
Keesokan harinya...
"Bagaimana kuliahmu And" terlihat Sofia sedang bertanya kepada And yang duduk di bangku taman kampus.
"Kuliah ku seperti biasa saja" ucap And terlihat dingin kepada Sofia.
"Mengapa kamu seperti ini And?" ucap Sofia sedikit kesal dengan tingkah lakunya.
"Sofia, kenapa kamu kesal terhadapku, sedangkan aku tidak boleh mengetahui mengapa kamu selalu menolak perasaanku dalam 2 tahun ini" ucap And dengan meninggikan suaranya.
"Aku ingin kuliah dulu, aku tidak mau berhubungan serius dulu kepada laki-laki yang aku tidak cintai" Sofia berdiri dan meninggalkan And. "Maafkan aku And" pikir Sofia dari kejauhan melirik And yang terlihat menundukkan kepalanya setelah mendengar penolakan dari Sofia lagi.
"Mengapa aku selalu berharap kepada wanita yang tidak mencintaiku" gumam And terlihat kecewa dalam kesendirian duduk di bangku taman. "Aku juga masih mencintai Linda, bahkan kami dulu memiliki seorang anak perempuan" gumam And sambil menggosok kepalanya dengan kencang. "Ah sebenarnya hubunganku ini serumit apa sih" gumam And terlihat marah dengan dirinya sendiri.
Beberapa minggu kemudian...
"Kakak terimakasih sudah mau temenin Linda jalan-jalan, ini adalah hadiah ulang tahun yang sangat membahagiakan" ucap Linda duduk di samping And disebuah bangku sebuah kincir raksasa di taman bermain.
"Iya ini kan janji kakak" ucap And dengan wajah sedikit memerah melihat wajah cantiknya Linda yang sudah berumur 17 tahun.
"Kakak, aku ingin bilang sesuatu apa boleh!" ucap Linda yang terus memandangi wajahnya And.
"Iya..iya boleh" And yang begitu gugup melihat wajah Linda yang tidak berhenti memandanginya.
"Kakak, Linda sangat mencintai kakak And" ucap Linda dengan wajah yang begitu memerah.
"Emmm..astaga apa yang harus aku jawab" pikir And terlihat kebingungan dengan perasaan Linda kepadanya.
"Linda tunggu kakak berpikir dulu ya" ucap And secara perlahan agar tidak menyinggung perasaannya.
"Linda tahu kok, And suka wanita lain kan?" Ucap Linda seperti biasa saja.
"Bukan begitu, And hanya ingin beberapa waktu dulu menjawab perasaannya Linda" And menjelaskan dengan hati-hati.
"Baiklah, Linda akan menunggu jawaban kakak" ucap Linda sambil keluar kincir raksasa yang sudah berhenti.