Detective Kill

Detective Kill
Bab 7 Kesempatan Terakhir



"Oh Riri dan ibu And ada es krim, tadi pulang sekolah And beli" ucap And sambil memberikannya di atas tempat meja makan.


"Wah es krim, makasih kakak" ucap Riri dengan mengambil es krim itu.


"Ibu tidak usah And, padahal uangnya bisa kamu tabung saja" ucap ibu.


"Tidak apa-apa ibu sekali-kali beli" ucap And sambil tersenyum.


"Ya sudah, And mau ke kamar dulu mau baca buku" ucap And sambil meninggalkan mereka yang masih makan makanannya.


"Oke..saatnya baca buku, setelah itu baru menyelesaikan novel lagi untuk chapter terbaru" ucap And sambil duduk di meja belajarnya. "Ah.. akhirnya selesai juga baca bukunya" ucap And sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.


"Saatnya menyelesaikan chapter novel terbaru aku" ucap And yang berada di depan komputernya. "Harus semangat bikin novelnya tidak boleh malas-malasan, demi keluarga aku. Semoga saja novel ini bisa merubah kehidupan keluargaku. Aku ingin membahagiakan keluargaku dengan penghasilanku. Aku sebagai anak tertua, aku tidak mau menjadi beban mereka, terutama bagi ibu dan Riri" ucap And sambil membuat novel nya.


Satu minggu sudah berlalu..


"Hari ini pengumuman hasil ujian akhir" terlihat And yang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. "Bu!, And pergi sekolah dulu ya" ucap And membuka pintu rumah.


"Iya hati-hati dijalan" ucap ibu sambil membersihkan meja makan.


"Bu!, Riri pergi sekolah juga ya" ucap Riri.


"Iya nak! hati-hati juga ya" ucap ibu yang terlihat bahagia.


*****


"Pagi pak!, Satpam" ucap And didepan pintu gerbang sekolah.


"Pagi!, And. Sudah satu minggu, semoga hasil ujiannya bagus" ucap pak satpam.


"Makasih pak!" ucap And dengan tersenyum. "Oh! ini buat pak satpam" Terlihat And yang memberikan minuman dan kue.


"Wah! tumben pakai kue" ucap pak satpam dengan terlihat bahagia. "Makasih And cuma kamu yang baik sama bapak dalam satu minggu ini" ucap pak satpam.


"Ya mau bagaimana lagi pak!, And bentar lagi lulus, ini sebagai hadiah perpisahan kita" ucap And dengan terlihat sedih. "Banyak kenangan And disekolah ini pak, terutama bapak satpam yang baik" ucap And sambil tersenyum.


"Wah And bapak jadi terharu" ucap pak satpam terlihat sedih.


"Ya sudah pak!, And mau ke kelas dulu" ucap And yang meninggal pak satpam.


"Iya semoga dapat nilai yang bagus hari ini" ucap pak satpam.


"Baiklah anak-anak bagaimana rasanya ujian dalam satu minggu ini. Semoga kalian mendapatkan nilai yang bagus, pengumuman ini akan ditunda 3 hari lagi dan di gabungkan di acara perpisahan kalian. Jadi mulai besok kalian libur 3 hari. Sekian dulu pengumuman kali ini semoga kalian bisa menggunakan liburan ini, menjadi liburan yang bermanfaat. Baiklah bapak sebagai wali kelas kalian mohon pamit, jadi kalian bisa pulang" ucap guru meninggalkan kelas.


"Yeyy pulang" ucap semua murid di kelas dengan bahagia.


"Lah..baru juga sekolah sudah pulang. Ya mending aku tidur di rumah" ucap Fizi terlihat kecewa.


"Fizi kalau kamu tidak masuk sekolah tidak dapat uang jajan dari orang tua kamu" ucap Rian.


"Oh iya, benar sekali" ucap Fizi baru sadar.


"Aku ada urusan dulu disekolah jadi aku tinggal dulu ya" ucap Rendi.


"Maklum anak osis" ucap Fizi.


"Iya aku mau pulang juga bantu orang tua aku jaga toko" ucap Rian.


"Ettt..tinggal kamu saja And, aku mau ketemu cewek kelas 2" ucap Fizi sambil berbisik-bisik.


"Ah sial kamu Fizi, aku ditinggal sendirian" ucap And terlihat kesal.


"Sudah, aku buru-buru" ucap Fizi meninggalkan And sembilbtersenyum.


"Hadeh punya teman pada sibuk semua" And terlihat tidak senang. "Pulang saja kalau begitu" And sambil berdiri memakai tasnya.


"Oh iya, aku sampai lupa" pikir And. "Jam saku emaskan belum aku temukan" gumam And. "Bagaimana aku cari saja. Baiklah aku hari ini akan mencari jam saku emas itu" gumam And sambil berjalan keluar kelas. "Jam itu berada di bawah pohon besar dekat gunung. Aku pulang ganti baju dulu. Baru mencari jam itu" pikir And lagi sedikit senang.


*****


"Aku pulang!" ucap And sambil membuka pintu rumahnya.


"Wah cepat sekali kamu pulang And" ucap ibu terlihat kaget.


"Iya bu!, Pengumumannya ditunda di acara lulusan nanti" And menjelaskan pada ibunya.


"Oh begitu!, apa kamu mau makan dulu" tanya ibu yang duduk nonton televisi.


"Tidak bu!, And masing kenyang" And menaiki tangga


"Ya udah kalau gitu, ibu mau jemput adik kamu Riri dulu" ucap ibu bersiap-siap.


"Iya And mau keluar sebentar juga nanti, jadi rumah kunci saja" ucap And.


"Oh baiklah kalau begitu" ucap ibu.


*****


"Wah hutan ini masih terlihat sepi" memperlihatkan And yang berada di tengah-tengah hutan. "Disini nantinya akan ada terjadi pembunuhan" ucap And sambil berjalan menuju gunung. "Aku sebagai detektif ditugaskan mencari barang bukti di sini. Dan di hutan dekat gunung ini aku menemukan jam saku emas itu" ucap And sambil berjalan menuju pohon besar. "Jam itu aku temukan saat aku sudah lulus kuliah, jadi itu mungkin 5 tahun lagi. Mungkin jam itu sudah berada cukup lama. Jadi aku bisa memilikinya dengan cepat" ucap And.


"Wah pohonnya masih ada" memperlihatkan And yang sudah mencapai sisi gunung. "Pohonnya masih sama dengan 5 tahun dulu" ucap And dengan mendekati pohon itu. "Jamnya berada dekat akar pohon ini" And berjongkok untuk bersiap-siap menggali. "Lah kok tidak ada jamnya" ucap And sambil kebingungan. "Apa jangan-jangan aku salah gali. Disini juga tidak ada. Mungkin sisi lainnya. Ah sial!" memperlihatkan And yang kesal sambil memukul pohon itu dengan tangannya. "Aduh malah berdarah" memperlihatkan tangan And yang berdarah.


"Wusss"


Tiba-tiba cahaya putih keluar dari batang pohon yang radi terkena darah And.


"Ah menyilaukan sekali" And yang berusaha menutupi matanya dengan pergelangan tangannya. "Ah dimana aku" And sedang berada di sebuah tempat yang hanya terlihat putih. "Tempat ini hanya putih kosong" And yang terlihat kebingungan.


"Hello And, bagaimana kabar kamu?" terdengar suara perempuan yang sedang bertanya.


"Ah siapa kamu" tanya And dengan wajah terkejut.


"Aku adalah orang yang membuat mu kembali ke masa lalu" ucap suara perempuan itu.


"Bagaimana aku bisa kembali ke masa lalu?" tanya And dengan penasaran.


"Aku adalah pemilik jam saku emas itu, ketika kamu ditembak, darah kamu menetes ke jam saku emas. Itu adalah kemampuan terakhir jam itu, sekarang jam itu sudah berada di tubuhmu dan hadiah terakhirku buat kamu, semoga kamu bisa bahagia And dengan hadiah ku ini" ucap suara perempuan itu.


"Apa yang aku harus lakukan" tanya And yang masih belum percaya.


"Aku tidak tahu, aku tidak bisa membantumu. Bagaimanapun caranya kamu harus merubah masa depan menjadi lebih baik, semua tergantung dirimu sendiri And. Maaf And aku tidak bisa berlama-lama lagi, aku harap kamu bisa menggunakan ini dengan sebaik-baiknya" memperlihatkan And yang sudah kembali di dalam hutan.


"Ah tunggu" ucap And sambil berteriak. "Kemana pohon itu" ucap And yang terlihat kaget. "Pohon itu sudah menghilangkan" And yang masih melihat-lihat disekitarnya.