Detective Kill

Detective Kill
Bab 10 Acara Kelulusan



"Bu!, And berangkat duluan ya" ucap And dengan membuka pintu rumahnya. "Nanti ibu sekolahannya jam 09.00 pagi saja" ucap And didekat pintu keluar.


"Iya nanti ibu menyusul ke sana, ibu sama Riri juga" ucap ibu yang masih siap-siap ke acara kelulusan And.


"Oh iya, Riri hari ini ulangan jadi cepat pulangnya" ucap And karena baru ingat. "Iya nanti And tunggu disekolah" And yang bergegas pergi ke sekolah.


*****


"Selamat pagi pak satpam" ucap And di depan gerbang sekolah.


"Pagi And, semoga acaranya berjalan lancar" ucap pak satpam terlihat sibuk dengan kerjaannya di ruangan satpam.


"Sepertinya bapak sibuk, And tinggal dulu ya" ucap And sambil berjalan menjauh.


"Iya And" ucap pak satpam.


"Wah apa mereka belum datang. Kebiasaan mereka pasti nongkrong dulu" ucap And mendekati mejanya.


"Pagi And" ucap Fizi, Rian, dan Rendi.


"Eh kok kalian telat datang nya" tanya And sambil duduk di bangkunya.


"Acara kelulusan jam 09.00 buat apa pagi-pagi datang sekolah" ucap Fizi dengan santai.


"Iya And, acaranya akan baru dimulai jam 09.00" ucap Rian duduk didepan meja And.


"Iya tumben kamu pagi berangkatnya" ucap Rendi yang berdiri disampingnya Rian.


"Kapan orang tua kalian datang kesini" tanya And.


"Oh kalau aku sebentar lagi mereka datang" ucap Rendi.


"Kalau aku palingan ibuku saja yang datang" ucap Fizi.


"Kalau ayah kamu yang datang, kamu mungkin dipukul karena dapat rangking di akhir" ucap Rian dengan mengejek Fizi.


"Iya juga sih" ucap Fizi terlihat takut kepada ayahnya.


"Kalau kamu Rian" tanya And.


"Ibu aku yang datang, kalau ayah aku sibuk jaga toko" ucap Rian biasa.


"Kalau kamu bagaimana And, adik kamu yang imut datang juga tidak" ucap Fizi terlihat tertarik dengan adiknya And.


"Sepertinya ikut, eh tapi aku tidak mengijinkan kamu dekat-dekat dengan Riri" ucap And terlihat kesal dengan Fizi.


"Ah coba saja adik kamu juga SMA mungkin aku juga suka" ucap Rendi terlihat mengejek And.


"Iya soalnya adik kamu sepertinya tercantik yang pernah kutemui" ucap Rian mengejek And.


"Sial kalian mengapa pada suka dengan Riri, dia masih kecil, kalian kalau berani macam-macam langkahi dulu mayat aku" ucap And terlihat kesal kepada mereka.


"Okay semuanya kita langkahi mayat And" ucap mereka terlihat ingin menyerang And.


"Hello anak-anak harap semuanya duduk di bangku masing-masing" ucap bapak guru wali kelas yang tiba-tiba masuk.


"Yah belum juga mulai menyerang And" ucap Rendi dengan bercanda.


"Heh! kalian sukanya keroyokan" ucap And dengan mengejek.


"Ayo duduk semuanya" ucap guru wali kelas.


"Acaranya hampir dimulai, sebelum itu bapak harap kalian tidak ada yang kecewa dengan nilai kalian, dan untuk seseorang yang mendapatkan nilai bagus jangan menyombong diri, kepada teman-teman kalian lainnya" ucap guru.


"Baik pak!" ucap semua murid.


"Bapak harap kalian tidak melupakan guru-guru disekolah ini. Semoga kalian semua sukses dimasa depan dan dapat bahagia dengan keluarga kalian. Sebelum itu bapak sangat ingin meminta maaf kepada kalian semua jika bapak terdapat kesalahan baik itu disengaja maupun tidak disengaja kepada kalian semua, semoga kalian memaafkan bapak. Kalau begitu hanya ini yang bapak dapat sampaikan, bapak mohon pamit" ucap bapak guru wali kelas meninggalkan kelasnya.


"Wah aku jadi merasa terharu And" ucap Fizi kepada And.


"Kenapa tidak bersalaman atau peluk kalau merasa terharu tadi" And yang masih kesal terhadap Fizi.


"Eh kamu masih kesal ya" tanya Fizi sambil merayu And.


"Emmm, kakak sayang adik nih" ucap Fizi sambil mengejek And.


"Sudah-sudah Fizi jangan buat And kesal lagi" ucap Rendi memegangi pundak Fizi.


"Tapi kalau boleh aku mau minta foto Riri" ucap Rendi dengan bercanda.


"Ah kamu ini Ren sama saja" ucap Rian terlihat membela And.


"Nah gitu baru teman aku" ucap And kepada Rian.


"Tapi ngomong-ngomong aku nanti boleh mampir ke rumah kamu tidak And" ucap Rian dengan bercanda.


"Ah kalian ini, seperti mau aku hajar dulu biar kapok" terlihat And mulai marah.


"Haha kami bercanda And" terlihat mereka membujuk And.


"Iya..iya..kami tidak ganggu adik kamu yang cantik dan super-super imut itu" ucap mereka yang memohon kepada And sambil memijat tubuh And.


Beberapa jam kemudian...


"Acara selanjutnya pemberian raport kepada murid-murid meninggalkan" ucap pembawa acara kelulusan. "Wah akhirnya acara yang ditunggu-tunggu" ucap semua murid yang akan lulus. "Bagi namanya dipanggil harap maju ke depan" ucap pembawa acara kelulusan. "Kami akan menyebutkan dari kelas IPS terlebih dulu" ucap pembawa acara.


"Akhirnya giliran kelas kita And" ucap Fizi duduk di samping And.


"Semoga saja nilai aku bagus" gumam Rian.


"Haha aku tidak sabar dengan taruhanku" ucap Fizi melirik And.


"Iya...iya terserah kamu saja Fizi" memperlihatkan And yang masih kesal kepada Fizi.


"Juara ketiga dalam kelas IPA-1 adalah.." ucap pembawa acara.


"Siapa nih" ucap Fizi terlihat tegang.


"Rendi, harap maju naik ke atas panggung" ucap pembawa acara.


"Wah Rendi pintar seperti biasanya" ucap Rian.


"Aku duluan maju ya And" ucap Rendi.


"Baiklah" ucap And terlihat biasa saja.


"Juara kedua Aisyah tolong naik ke panggung" ucap pembawa acara.


"Heh! maklum anak guru harus pintar" ucap Fizi.


"Siapa juara satu kalau bukan Aisyah" ucap Rian sedikit kaget.


"Iya juga, siapa kira-kira?" ucap Fizi terlihat penasaran.


"Baiklah juara satu adalah..." ucap pembawa acara. "Adalah.." ucap pembawa acara.


"Nih pembawa acaranya mau ngajak ribut ya" ucap Fizi sudah terlihat kesal.


"Andres" ucap pembawa acara sedikit meninggikan suaranya.


"Hah!"


Memperlihatkan wajah semua murid kelas IPA-1 kaget termasuk Rian dan Fizi sambil melirik And.


"Tunggu-tunggu otak aku bentrok nih" ucap Fizi terlihat kaget.


"Hah!, sejak kapan And pintar" ucap Rian terlihat kaget.


"Ibu-ibu lihat kakak juara satu" memperlihatkan Riri yang menarik baju ibunya sambil menunjuk And di atas panggung.


"Emmm sejak kapan kamu pintar" pikir Sofia terlihat duduk di keramaian murid perempuan IPA-5.


"Ganteng juga dia ya" ucap beberapa perempuan disampingnya Sofia sambil berbisik-bisik.


"Heh!, dia jelek, itu di bilang ganteng" pikir Sofia dengan memperlihatkan wajah Sofia kesal kepada semua perempuan di sampingnya.


"Sebelum itu kami juga ingin mengumumkan juara ujian nasional" ucap pembawa acara.


"Wah ibu semoga kakak dapat juara lagi, agar bisa dapat beasiswa" ucap Riri kepada ibunya.


"Iya do'akan saja kakak kamu" ucap ibu dengan tersenyum.


"Juara ketiga dari nilai ujian nasional adalah Sofia dari kelas IPA-5 diharap naik ke atas panggung" ucap pembawa acara.


"Wah Sofia lagi, tadi sudah juara satu di kelas kita" ucap salah satu perempuan di sampingnya.


"Juara kedua adalah Khadijah dari kelas IPS-2" ucap pembawa acara.


"Terakhir juara pertama adalah...Andres dari kelas IPA-1, diharapkan salah satu orang tua naik keatas panggung untuk menerima hadiah" ucap pembawa acara.


"Hah!, bahkan juara nasional" ucap Fizi terlihat lemas duduk di bangku karena kaget.


"Makan apa And ini" ucap Rian terlihat tidak percaya yang sudah dilihatnya.


"Bu, kakak juara lagi" terlihat Riri senang. "Ayo bu naik ke panggung" ucap Riri dengan manarik tangan ibunya.


"Iya..iya Riri pelan-pelan" ucap ibu sambil menahan air matanya.


Beberapa jam telah berlalu...


"Wah akhirnya acaranya selesai juga" terlihat Fizi menjatuhkan pipinya ke mejanya.


"And kemana, tidak balik ke kelas" tanya Rian kepada Fizi.


"Dia masih bersama ibu dan adiknya tadi" ucap Fizi tidak semangat.


"Haha makanya belajar yang rajin agar tidak dimarahi ibumu lagi seperti tadi" ucap Rian dengan tertawa.


"Ibu sama Riri bisa pulang duluan, And masih ingin menyapa teman-teman" ucap And kepada ibunya.


"Ya sudah, pulangnya jangan sampai sore" ucap ibu.


"Kakak beliin aku coklat nanti ya" ucap Riri.


"Iya nanti kakak belikan yang banyak" ucap And sambil memegang kepala Riri.


"Makasih kakak" ucap Riri dengan tersenyum imut.