Detective Kill

Detective Kill
Bab 30 Malam Pertama



Akhirnya And pulang ke rumah Yuna. Dia sudah berada di depan rumah, ditemani beberapa bawahan untuk menjaga And tetap aman. Diruang tamu Yuna sudah menunggunya dengan raut wajah yang sedikit kesal, karena And yang baru pulang dari kerjaannya.


Tingkah laku And sedikit kacau. Menghela napasnya sedikit takut memandangi Yuna. "Ma..maafkan aku? baru bisa pulang sekarang? Aku banyak kesibukan akhir-akhir ini, tidak sempat untuk pulang ke rumah. Maaf sudah membuat kamu khawatir?".


"Baiklah, lain kali jangan di ulangi lagi? Kerja boleh, tapi kamu harus ingat? Bahwa kamu mempunyai istri yang harus di perhatikan?" wajah yang sedikit kesal dengan kedua tangan yang memegangi pinggulnya memandang And yang berdiri di dekat pintu.


"Iya, maafkan aku. Lain kali aku usahakan untuk pulang secepatnya!" And yang berusaha untuk membuat Yuna tenang.


Akhirnya mereka makan bersama-sama dengan orang tua Yuna. Menikmati makanan yang di buat sendiri oleh Yuna, dia terlihat sangat senang melihat And yang begitu menikmati masakannya. And juga berusaha tersenyum kepada Yuna yang selalu memandanginya. Sepertinya And sudah mulai menyukai Yuna sedikit demi sedikit, cinta kepada Sofia perlahan mulai menghilang. Namun And juga memiliki seseorang yang berarti di Indonesia yaitu Linda. And sedikit bingung dengan perasaannya, setelah memikirkan beberapa orang yang sudah perhatian disisinya selama ini.


"Sayang, kenapa kamu bengong?" Yuna yang menyentuh pundaknya karena penasaran melihat And terdiam memandangi makanannya di atas meja.


"Ah, itu..tidak apa-apa kok?. Aku cuma sedikit khawatir dengan keadaan ibuku?" And yang sedikit terkejut ketika Yuna menyentuh pundaknya. And mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Ya sudah. Nanti kita ke sana untuk menjenguknya lagi?" Yuna yang berusaha menenangkan And yang sedikit sedih karena mengkhawatirkan ibunya. Padahal And sedang mengkhawatirkan ibunya yang ada di Indonesia.


Setelah makan And dan Yuna beristirahat di kamarnya. Mereka tidur dikamar yang sama, karena And yang terlalu lelah. Dia langsung tidur di atas kasur, tanpa memperdulikan apapun. Dia hanya memakai celana pendeknya dan langsung tidur. Yuna yang melihatnya sedikit tergoda, baru pertama kalinya dia melihat badan suaminya setelah menikah. Godaan yang begitu berat membuatnya sedikit bergairah untuk menjadi istri yang sesungguhnya. And yang sudah mulai terlelap sedikit tidak sadarkan diri, ketika Yuna sudah mulai menaiki kasur dengan memakai pakaian lumayan seksi.


Yuna mulai mengelus-elus dada And yang sudah terlelap. "Sayang apakah kamu mau memakan ku? Aku masih segar dan sangat enak untuk disantap".


"(....)"


And masih terlihat tidak bergerak sama sekali setelah Yuna sudah aktif menggodanya.


"Sayang, cepat bangun dulu? kamu harus memakanku, kalau tidak aku yang akan memakanmu?" Yuna yang sudah terlihat tidak sabar untuk memakan suaminya.


"Sayang, aku sudah lelah sekali?" And yang mulai sedikit membuka matanya yang masih terlihat buram memandangi Yuna yang sudah berada di atas badannya.


"Linda, kamu sangat cantik seperti biasanya? Kamu selalu jadi istri aku yang terbaik?" Pikirannya memuji Linda dan wajah And sedikit memerah memandangi wajah Yuna yang di anggapnya Linda istri di masa depannya dulu.


And mulai membuka baju Yuna yang begitu tipis, wajahnya memerah melihat And yang sudah mulai menyukainya. Yuna yang mulai memeluknya sangat erat. Suara Yuna yang sudah terengah-engah membuat And kehilangan kendali tubuhnya.


"Sayang pelan-pelan ini pertamanya bagiku.." Yuna yang sudah terbaring di atas kasur memandangi And yang mulai mendekati wajahnya.


And mulai mengecup bibir Yuna. Dia juga membalas kecupan And yang begitu hangat, membuat suasananya semakin memanas.


"Ah..ah..sayang panas sekali...?" Yuna mulai bergairah dengan hubungan yang telah terjadi begitu panas di atas kasur.


"Ah..Sayang, aku sangat mencintaimu? Aku akan selalu menjagamu selamanya?" And yang begitu terengah-engah memandangi Yuna yang berada di bawahnya sedang mendesah sambil memeluknya.


"Ah..Makasih sayang...?" Yuna yang mulai menikmati rasa yang belum pernah dia rasakan, terus mengalir ke seluruh tubuhnya, air keringat menemani malam pertama Yuna dengan And.


Beberapa menit kemudian...


And sudah terbaring lemas di atas badan Yuna. And mulai lemas setelah mengeluarkan semuanya kedalam tubuh Yuna. Semua rasa lelahnya semakin bertambah, akhirnya dia tertidur. Yuna yang melihat And yang sudah tertidur di atasnya merasa sangat bahagia dengan yang telah mereka lakukan saat ini, dia memindahkan And untuk berbaring di sampingnya. Dan akhirnya mereka tertidur bersama.


Keesokan paginya...


And terbangun dengan wajah yang terlihat kelelahan, seperti melakukan hal yang begitu berat tadi malam. Dia merentangkan kedua tangannya ke atas untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Melihat keadaannya yang tidak memakai apapun di dalam selimutnya, membuat And sedikit panik. Dia mulai menoleh ke kanan dan ke kiri otaknya berusaha berpikir tenang. Melihat Yuna yang tidak ada di sampingnya membuat And semakin khawatir. Ketika And mulai panik membuka selimutnya untuk memastikan apa yang sudah terjadi dengannya malam itu.


"Apa yang sudah terjadi? Aku sudah kehilangan kendaliku?. Aku sudah mengambil milik Yuna?" And yang memegangi kepalanya mengingat kejadian tadi malam.


And segera berdiri dari kasurnya, menutupi tubuhnya dengan selimut. Ketika And berdiri tiba-tiba wajahnya terlihat begitu kaget, melihat noda darah yang sudah mulai kering di atas kasurnya. Membuat And sedikit panik, merasa bersalah karena tidak sanggup menahan dirinya malam itu. Dia memegangi kepalanya bahwa ingatan yang membuat dia mengikuti nafsunya karena dia melihat Yuna sebagai Linda yang dulu jadi istrinya di masa depan. And berusaha untuk segera menenangkan dirinya, dan meyakinkan dirinya untuk bertanggung jawab kepada Yuna sepenuhnya karena sudah mengambil hal berharga milik Yuna. Dan And memutuskan untuk menjadikan Yuna sebagai istrinya, supaya dia bisa bertanggungjawab apa yang sudah dia lakukan kepada Yuna.


Ketika Yuna keluar kamar mandi. And tiba-tiba merasa malu, dia berusaha menutupi dirinya dengan selimut berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Yuna yang melihatnya sedikit ketawa, bahwa suaminya juga mengingat kejadiannya semalam. Setelah And selesai mandi ternyata seprai yang di gunakan sudah berganti menjadi baru. And sedikit menghela napas lega, takut ketahuan oleh mertuanya. Dia segera menuju lemari pakaiannya, And yang sudah bersiap-siap memakai jasnya, untuk menjenguk ibunya di rumah sakit. Sebelum pergi dia sudah di tunggu Yuna dan orang tuanya untuk makan pagi bersama. And sedikit malu-malu menghadapi kedua orang tuanya Yuna, namun mereka hanya terlihat biasa saja dan tidak menyadari apapun.


*****


And yang sudah di rumah sakit bersama Yuna. Mereka sedang memandangi ibunya And yang masih terbaring koma belum ada tanda-tanda bahwa keadaannya membaik. Malahan keadaannya semakin memburuk akibat kehilangan darah dan mengalami benturan yang sangat keras. And yang belum sempat bertanya tentang rahasia keluarga Andreas Rew membuat dia sedikit kesal, karena informasi tentang keluarganya tidak dia temukan, di semua berkas yang ada di rumahnya. Dia sangat penasaran mengapa ayahnya juga ada di foto keluarga mereka, menurut And apa ayah dulu sudah punya istri pertama atau dia anak kedua dari ibu Andreas Rew, dan mungkin ibu tirinya yang sedang berada di Indonesia.


Yuna yang melihat And sedikit kurang baik setelah mendengar perkataan dokter tentang keadaan ibunya yang semakin memburuk, dia berusaha menyenangkan And dengan membawanya ke sesuatu tempat yang Yuna dan Andreas Rew dulu sukai. Ingatannya sudah mulai sedikit kembali tentang kebahagiaan bersama Andreas Rew.


Diperjalanan And sedikit bingung, kemana Yuna akan membawanya, Yuna hanya bilang ingin membawa ke suatu tempat kesukaan mereka. And sedikit terkejut bahwa Yuna mulai mengingat tentang kehidupannya dengan Andreas Rew. And mengira bagaimana jika dia mengetahui suaminya yang sekarang bukanlah Andreas Rew, apa dia akan marah kepada And atau tidak, dia sedikit khawatir tentang keadaannya, dia lebih memilih diam dan tidak bertanya ketika masih di perjalanan menuju tempat yang ingin di kunjungi Yuna bersamanya.