
"Ah akhirnya bisa pulang" rintihan kecil dari Sofia berjalan pulang bersama And yang menemaninya. Merentangkan kedua tangannya ke atas meregangkan otot-otot kaku karena terlalu lama di dalam mall.
"Apa harus sebanyak ini" rengekan And yang merasa lelah. Di jadikan pembantu pembawa barang belanjaannya. Tangan yang di penuhi tas-tas besar yang berisikan barang belanja.
Berhubung barang terlalu banyak, mereka memutuskan untuk menaiki sebuah taksi untuk mengantarkan mereka pulang. Di dalam mobil And selalu memandang keluar jendela untuk melihat pemandangan yang begitu indah. Padahal jalanan itu selalu dia lewati, disisi lain Sofia terlihat memandangi wajah And yang tertiup angin, rasa kagum dan sukanya selalu bertambah ketika ada momen seperti ini. Di karenakan Sofia terlalu fokus tanpa sadar wajah and sudah berada didekat wajahnya.
"Cupp"
Mobil taksi yang tiba-tiba berhenti, sontak membuat mereka secara tidak sengaja *Berciuman* di karenakan sang supir yang ingin menghindari seekor kucing yang ingin menyeberang jalan. Membuat wajah mereka memerah, mereka bergegas memalingkan badan satu sama lain untuk menghindari rasa malunya.
"Maaf" And yang tidak berani melirik kesamping badannya untuk menjelaskan ketidaksengajaan apa yang sudah terjadi itu. Wajah yang masih merah berusaha mendinginkan suasana.
"Iya, kamu tidak sengajakan" wajah Sofia terlintas sebentar melirik And yang berusaha meminta maaf kepadanya, namun wajah yang terlalu malu membuat suasana hatinya kacau dan langsung seketika membalikkan badannya untuk menghindari pandangannya untuk melihat And.
"Tadi itu... kamu bengong, jadi aku.. tidak sengaja ingin menyadarkannya" suara yang terbata-bata ingin menjelaskan ke salah pahaman ini, namun jantung yang masih berdetak kencang membuat And terlihat tidak karuan.
*****
"Maaf tuan dan nyonya, kita sudah sampai" supir taksi yang tiba-tiba memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu pagar rumah Sofia.
Mereka keluar dangan wajah yang masih memerah, tak ada sepatah katapun yang terucap dari kejadian itu, bahkan Sofia langsung sergap membawa semua barangnya tanpa menoleh, setelah membayar semua ongkos taksi. And yang merasa bersalah itu pergi dengan wajah tertunduk melihat jalan di bawah kakinya, And menuju jalan pulang kerumahnya dengan rasa bersalah.
*****
Setelah kejadian itu, And berdiam diri didalam kamar menunggu chat dari Sofia, karena And tidak berani menghubunginya duluan, dia memilih untuk diam dan menunggu saja. And selalu menghabiskan hari-harinya didalam kamar sambil menyelesaikan novelnya.
Beberapa bulan berlalu...
And mulai melupakan masalah tentang apa yang sudah terjadi diantara dia dan Sofia. Bahkan Sofia tidak pernah memberikan kabarnya setelah kejadian itu, membuat And menjadi yakin bahwa Sofia marah dengannya. Kini pendaftaran kuliah tinggal beberapa hari lagi, terlihat And sekarang lebih fokus ke masalah untuk mempersiapkan kuliah ke universitas ternama itu.
Tiga bulan berjalan dengan begitu sangat cepat, terlihat And yang sedang terburu-buru pergi dari rumahnya menaiki sepeda, beberapa hari yang lalu dia membelinya, untuk membantu dia pergi kuliah nanti, terlihat rombongan remaja memasuki gerbang universitas yang sama dengan And, dengan menaiki sepeda, And berusaha menghindari beberapa remaja yang berjalan kaki. Dia segera menuju tempat parkir, dan segera keruangan untuk mengantar surat pendaftarannya.
Seminggu kemudian...
And diterima menjadi mahasiswa di universitas ternama, membuat hatinya bahagia, namun disisi lain dia terlihat khawatir dengan keadaan Sofia yang tidak pernah ada kabar saat ini. Itu membuat hatinya sedikit merasa sedih, dikarenakan kesalahan nya dulu, kini And sedang berada dikelas memperhatikan pelajaran yang sedang dijelaskan oleh dosen. And memutuskan untuk mencari Sofia setelah pelajaran ini berakhir, karena dia ingin meminta maaf kepadanya sekali lagi.
"Dimana dia?" And yang berjalan-jalan disekitar kampus, melirik-lirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Sofia, dengan wajah yang terlihat sangat cemas mencari seseorang wanita remaja dari universitas ternama yang lumayan cukup besar.
"Kemana lagi aku harus mencari" And yang terdiam duduk di bangku taman kampus untuk beristirahat sejenak menghilangkan rasa lelahnya karena seharian mencarinya.
"Apa aku kerumahnya saja" gumam And diperjalanan pulangnya yang begitu lama berada di sekitar kampus. Sambil menambah kecepatan laju sepedanya menuju rumah Sofia. Dengan terlihat wajah yang berkeringat dia masih manambah kecepatannya.
"Ting Tong.."
Bunyi bell yang berulang kali terdengar didalam rumah Sofia yang terlihat sepi, bahkan And tanpa ada rasa takut dia selalu menekan bellnya.
"Oh nak Rehan" tiba-tiba wanita tua keluar dari pintu rumah dengan berpakaian seperti orang biasa pada umumnya. Terlebih sapu tangan yang terletak di bahu wanita tua itu.
"Kok Rehan" sontak And terlihat kesal melihat candaan yang dilakukan wanita itu. "Saya And bu!, bukan Rehan" And menjelaskan dengan sedikit menaikkan alisnya.
"Haha..Iya tahu, nona muda sudah bercerita" jelas wanita tua itu sambil bercanda menghibur And yang terlihat kaku. "Nona muda sedang berada diluar negeri bersama nyonya dan tuan" ucap wanita tua itu yang hanya sebagai pembantu rumah ini.
Dalam beberapa waktu And mendengarkan penjelasan dari bibi, dan memahami bahwa ayah Sofia memiliki bisnis yang begitu lama diluar negeri membuat Sofia harus terpaksa mengikutinya. And berpikir kenapa dia tidak memberikan kabarnya dalam 3 bulan ini, apakah dia berencana kuliah di sana juga.
Beberapa minggu sudah berlalu...
Akhirnya Sofia kembali pulang, mereka bertemu di universitas saat Sofia sedang berada di perpustakaan kampus. Kebetulan waktu itu And ingin membaca sebuah buku untuk di jadikan inspirasi bagi novelnya nanti. Beruntungnya And bertemu dengan Sofia yang juga berada di sana.
"Ah membuat novel juga lumayan sulit" keluh And memasuki pintu perpustakaan kampus. Tidak menyangka bisa bertemu dengan Sofia yang sudah duduk di bangku sambil membaca sebuah buku.
"Halo And, kenapa kamu bisa berada disini" ucapnya ketika melihat And mendekat perlahan dihadapannya.
"Aku sekedar ingin membaca novel saja, untuk menghabiskan waktu istirahatku" sahut And sambil menduduki kursi di depan Sofia.
"Begitu ya" ucapnya sambil melanjutkan kesibukannya yang sedang membaca buku.
"Kenapa kamu?" memperlihatkan wajah And sedikit khawatir dengan perubahan perilaku Sofia kepadanya.
"Maaf sekarang aku ada kelas" seketika dia berdiri dari tempat duduknya, mencoba menjauh dari And.
"Tunggu" sontak And berdiri sangat cepat memegang tangannya dengan begitu kuat.
"Wah"
Seketika ruangan perpustakaan dipenuhi gemuruh suara orang-orang yang memandangi mereka berdua.
"And lepaskan" suara yang terdengar kesal minta untuk tidak memegangi tangannya.
And hanya terdiam diri melihat Sofia marah kepadanya, And berusaha menahan sedihnya dengan kembali duduk dan menutupi wajahnya dengan buku, seperti dia sedang membaca bukunya lagi.
Setelah pulang dari kampus, And berencana untuk pergi ke rumah Sofia untuk meminta maaf padanya, And sangat menyesal apa yang telah dia lakukan kepadanya itu dulu sangat salah. Sesampainya di sana kedatangan And selalu ditolak oleh pembantu di sana, katanya nona muda sedang sibuk tidak bisa menemuinya. Hampir setiap harinya And mengejar dan mencari dia di kampus ataupun di rumah Sofia, dan dia selalu menjauh pergi dan serasa tidak ingin bertemu dengan dirinya lagi.
*****
"Sayang kenapa kamu tidak mengatakannya saja" ayah yang peduli kepada putrinya yang sedang bersedih, duduk di sofa ketika And sedang mencari putrinya, And yang terus setiap hari mendatanginya dan menunggu di depan pintu pagar rumahnya.
"Aku tidak mau membuat dia sedih ayah!" sahut Sofia menahan air matanya, ketika ayah memeluknya.
"Sofia!, aku akan datang lagi besok, sampai kamu memaafkan aku" teriakan And terdengar jelas dalam rumah, Sofia yang sedang berada di sofa sontak kaget mendengarnya, dan mencoba menahan tangisnya lagi.
*****
Ketika And yang hendak membersihkan tubuhnya di kamar mandi dimalam hari, sontak(tiba-tiba) kaget mengingat hari dan tanggal ini adalah dimana Sofia akan diculik, And langsung buru-buru membalikkan tubuhnya untuk mengambil handphone yang berada di atas kasurnya.
"Sofia kamu sedang berada dimana?" Memperlihatkan chat And di handphone Sofia yang saat ini berada di atas kasur.
Kini Sofia sedang berada dipinggir jalan menuju rumah And untuk meminta maaf, memakai jaket tebal untuk menahan angin malam. Namun Sofia baru sadar handphonenya tertinggal dikamar karena terburu-buru. Saat di perjalanan Sofia melihat beberapa lelaki berjas hitam sedang mencoba membunuh seorang laki-laki tua berbaju putih disebuah gang sepi. Namun sialnya Sofia menginjak sebuah botol kaleng mengakibatkan dirinya dalam bahaya. Sofia langsung berlari ketakutan ketika beberapa orang berjas itu mendengarnya.
"Hei!, siapa itu!" Lontaran kata yang begitu seram didalam gang melirik kearah luar. "Cepat kejar" ucap salah satu berjas hitam itu. "Dia lari bos" ucap seseorang melihat Sofia yang sedang berlari.