Detective Kill

Detective Kill
Bab 55 Sudah Ditakdirkan [SELESAI]



"Kamu siapa kenapa kamu tahu ini rumah Linda?".


Wanita itu langsung bertanya di balik pagar karena sedikit merasa takut, dia juga langsung memegangi ponsel, takut And adalah seorang penjahat yang ingin menculiknya. And seketika merasa tidak enakan melihat wanita itu takut dengannya, dia mencoba menenangkan wanita itu agar tidak perlu takut.


"Perkenalkan nama aku Andres, anak dari ibu Tania. Semua orang pasti tahu tentang perusahaan besar di kota ini yang namanya PT. Group Tania". And mencoba menjelaskan secara perlahan-lahan kepada wanita itu agar dia percaya bahwa dia tidak berniat jahat kepadanya. Wanita itu langsung membuka pagarnya dan berjalan mendekati And setelah mendengar penjelasan itu.


"Kenapa baru datang!!".


Wanita itu langsung memeluk erat tubuh And dengan sangat kencang, seperti melampiaskan semua rasa sedih dan rindunya yang begitu besar dia pendam selama ini. Dia juga langsung menangis di pelukan And, semua air matanya langsung membasahi baju And.


And merasa bingung karena tidak mengenali wanita itu, karena 7 tahun And berada di Jepang membuat dia melupakan hal-hal di Indonesia bahkan dia juga melupakan wajah seseorang yang selalu menunggunya selama ini.


"Kakak, apa kamu melupakan Linda?".


Wajah wanita itu menoleh ke atas memperlihatkan rasa kangennya kepada And selama ini. And yang melihatnya sedikit bingung karena dia tidak tahu siapa wanita ini.


"Maaf, kamu siapa?".


And berusaha melepaskan pelukannya dan bertanya siapa wanita itu, dia juga sedikit berusaha mengingat wajah wanita itu yang sedang memandangnya dengan penuh kesedihan.


"Kakak, ini aku Linda? Kenapa kamu tidak mengenaliku."


Linda mencoba mengingatkan And tentang dirinya, dia memegangi kedua tangan And agar membuat dia lebih cepat mengingatnya. And hanya terdiam mencoba untuk tenang karena dia takut kalau Linda sudah memiliki suami. Dia juga langsung melangkah mundur untuk menjaga jarak.


Linda melihatnya hanya bisa terdiam karena seseorang yang dia cintai, kini mencoba menjauh darinya, dia langsung tertunduk karena tidak seorangpun lagi yang mau bersamanya. Linda langsung meminta maaf kepada And dan dia juga langsung berbalik untuk berjalan masuk ke halaman rumahnya lagi.


"Maaf sebelumnya, aku tidak pernah kasih kabar ke kamu lagi."


And mencoba meminta maaf kepada Linda yang sudah ingin pergi meninggalkannya di balik pagar rumah. Linda hanya terdiam mencoba mendengarkan semua permintaan maaf dari And. Dia juga sama sekali tidak membalikkan badannya karena matanya kini sudah meneteskan air mata, akibat hati yang begitu merasa kesakitan.


"Aku tahu semuanya, salahku kepadamu begitu besar? Maafkan aku."


Dengan teriakan sedikit kencang And mencoba mengutarakan isi hatinya yang merasa bersalah kepada Linda dan kakek neneknya. Setelah itu And langsung berbalik untuk pergi dari sana meninggalkan Linda di balik pagar rumahnya.


"Kakak, berhenti!!."


Linda langsung menahan kepergian And. Dia sekali lagi memeluk And dari belakang begitu erat. And langsung terkejut di buatnya, dia juga berusaha melepaskan pelukannya agar suami Linda nanti tidak melihat mereka.


"Apa yang kamu lakukan, jika suamimu tahu bagaimana?."


And begitu terlihat khawatir dengan tingkah laku Linda kepadanya, dia juga takut nanti suami Linda bisa marah melihat kemesraan mereka ini, bisa-bisa nanti Linda di tinggalkan pergi atau lebih tepatnya bisa di ceraikan.


"Hah? Hahaha apa sih yang kamu bicarakan!!."


Linda langsung kaget setelah mendengar ucapan And, dia juga tidak bisa menahan ketawa karena sifat And yang masih sama dari dulu yang tidak enakan itu. Dia terus ketawa sampai-sampai air mata kebahagiaan menetes di matanya. Kini And tersenyum melihat Linda yang sudah terlihat bahagia di depannya.


"Kakak, aku belum punya suami. Aku masih menunggumu."


Linda langsung mengatakan perasaannya kepada And tanpa ada rasa malu sama sekali seperti dia masih muda, namun beda dengan sekarang dia sudah dewasa dan dia juga tidak memiliki keluarga lagi selain And yang dulu dia cintai sampai kini. Kesetiaan Linda tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata bahkan And yang tidak ada kabar dia selalu menunggu kedatangannya, dia hanya meyakini suatu saat And pasti akan datang.


"Tapi, ada yang harus aku katakan kepada Linda!."


And tiba-tiba berbicara serius setelah mendengar perasaan Linda yang masih belum berubah kepadanya. Dia tahu mungkin dengan ini Linda bisa memilih mana yang terbaik untuknya sendiri.


"Emmm!."


Linda langsung terdiam setelah melihat And yang begitu serius ingin berbicara dengannya, dia juga sedikit gugup karena mungkin ini sesuatu yang bisa membuatnya kecewa.


"Sebenarnya kakak sudah menikah!."


And langsung menyampaikannya tanpa ragu di depannya, dia tahu ini bisa saja menyakiti perasaannya, namun dia juga tidak mau Linda terus menunggunya. And hanya ingin Linda bahagia dengan seseorang yang terbaik menurutnya.


"Emmm..begitu ya?."


Jawaban singkat dari Linda setelah mendengarnya. Dia juga terlihat menundukkan kepalanya kebawah seperti menahan rasa sedihnya karena seseorang yang dia cintai selama ini sudah punya keluarga sendiri.


"Namun, dia sudah meninggal 3 tahun yang lalu!."


And langsung menjelaskan kepada Linda. And juga terlihat sedikit sedih karena dia mengingat kejadian itu lagi. And masih saja belum benar-benar melupakan Yuna di hatinya, dia tahu Yuna sudah pergi lama namun hatinya selalu mencintainya di manapun dia berada.


"Emmm, Linda turut sedih kakak!."


Linda merasa tidak enakan setelah melihat And sedih, dia juga berusaha untuk membuat And agar dia tetap semangat. Namun And juga tidak mau membuat dirinya terus sedih seperti ini, dia mencoba untuk lebih menerima kepergian Yuna.


"Kakak, apakah kamu sudah makan?."


Linda berusaha mengubah pembahasan itu, dia mencoba agar And untuk segera semangat lagi. Dengan senyuman manisnya dia mencoba membuat And tetap semangat menjalani kehidupan barunya lagi.


"Belum, aku dari tadi nungguin kamu selesai menangis dari pagi sampai saat ini."


And tersenyum kembali dan mencoba mengejek Linda yang tidak sadar bahwa dari pagi cuman menangis di balik pohon sampai sore bahkan dia sangat kuat tidak makan sama sekali.


"Kakak, kamu mengejek aku ya?."


"Aduh, maafin kakak! Tadi cuma bercanda!."


"Rasakan ini, kamu sudah berani ganggu aku!."


Semua seketika terlihat bahagia di depan pagar rumah saling bercanda satu sama lain, kebahagiaan baru datang di kehidupan masing-masing, senyuman yang selama ini terpendam kini kembali datang bersama mereka. Seperti dua cinta yang sudah lama terpisah kini telah menyatu kembali.


*****


"Kakak, terima kasih sudah mau mengajakku makan malam."


"Iya, sama-sama."


Di sebuah restoran mereka makan berdua menikmati hidangan mewah yang di pesan, sambil mendengarkan cerita dari Linda setelah kepergian kakek dan neneknya. And hanya mendengarkan apa yang sudah terjadi setelah kepergiannya itu.


5 tahun yang lalu. Kakek Linda meninggal karena akibat faktor usia, dia juga sempat di rawat di rumah sakit tapi tidak begitu lama. 1 tahun setelahnya, neneknya Linda menyusul, dia juga sempat meminta maaf kepada Linda karena tidak sempat lagi melihat cucu kesayangannya itu menikah. Semuanya langsung berubah setelah kejadian itu, semua kesedihan datang menghampiri Linda. Dia terus menangisi kepergian mereka, tidak ada seorangpun lagi yang menemaninya saat itu. Setelah itu kehidupan Linda berubah dia hanya pergi keluar rumah untuk menenangkan pikirannya dengan cara menangis di taman seharian.


"Sudah cukup, kamu tidak perlu lagi menceritakannya!."


And berusaha menghentikan ceritanya itu. Dia tidak tega melihat Linda menangis di depannya, dia juga langsung mengajak Linda pulang untuk beristirahat menangkan hati dan pikirannya. And berusaha mengerti banyak hal yang sudah di alami Linda ketika dia tidak ada di Indonesia. Mereka langsung memasuki mobil setelah melihat keadaan Linda yang masih sedikit sedih.


Di perjalanan And terpikirkan sebuah tempat yang mungkin bisa membuat Linda lebih baik, dia juga berusaha membuat suasana dalam mobil lebih tenang membicarakan tentang kejadian-kejadian lucunya di negara Jepang.


"Kita sudah sampai."


And langsung membukakan pintu mobilnya untuk Linda. Dia hanya terdiam karena kaget melihat tempat yang sudah lama dia tidak kunjungi setelah terakhir kalinya bersama And waktu itu.


"Apa kamu mengingatnya?."


And tersenyum membawa Linda di sebuah bukit tinggi dengan pemandangan kota di malam hari. Mengingatkan Linda tentang ciuman pertamanya bersama And setelah pulang dari tempat ini. Dia langsung merasa malu setelah mengingat kejadian itu.


"Mungkin ini sedikit terlambat, tapi aku harap kamu bahagia melihatnya?."


And bersama Linda memandangi pemandangan kota di malam hari itu, membuat suasananya sedikit lebih romantis. Linda juga memegang tangan And yang sudah berada di sampingnya. And langsung terkejut melihat Linda yang sudah memegang tangannya sambil melihat pemandangan itu. And hanya memandang wajah Linda yang begitu cantik ketika tersenyum sambil melihat pemandangannya.


And hanya memandangi wajah Linda yang masih fokus memandangi pemandangan kota. Linda juga sedikit malu dia juga menyadari bahwa And terus memandanginya.


"Kakak, kenapa kamu terus memandangiku?."


Dengan sedikit malu Linda bertanya kepada And yang masih fokus memandangi wajahnya. And langsung gugup setelah tahu bahwa Linda sudah menyadarinya. Dia juga langsung meminta maaf. Namun Linda hanya tersenyum dan masih melihat pemandangan kota itu.


"Terima kasih kakak sudah membawaku kesini!."


"Cuupss."


Dengan di awali ucapan terima kasih sambil memberikan kecupan bibirnya. And hanya bisa terdiam menikmatinya bersama dengan Linda di atas bukit. Tanpa penolakan apapun Linda merasa senang dengan bersama dengan seseorang yang dia cintai selama ini, pelukan yang begitu erat membuat And tidak bisa lepas lagi.


Tiba-tiba. And langsung berada di sebuah ruangan putih kosong. Dia juga sedikit bingung karena Linda yang berada di pelukannya kini menghilang, dia juga sedikit bingung dan melihat-lihat sekitarnya.


"Kamu tidak perlu takut And."


Suara wanita hadir di ruangan itu, membuat And sedikit bingung dan mengingat sesuatu yang lama sudah tidak pernah dia temui lagi.


"Apa kamu peri pemilik jam itu."


And langsung bertanya tanpa ragu karena dia mengingat suara yang lama tidak pernah dia dengar lagi. Dia juga sedikit senang bahwa peri itu belum pergi darinya.


"Maaf And aku tidak akan lama lagi disini. Tugasku menjagamu sudah selesai."


Suara itu sedikit sedih, menyampaikan bahwa dia akan pergi untuk selamanya. And yang mendengarnya tidak merasa senang namun dia juga tidak berhak membuat peri itu tetap tinggal.


"Selamat And kamu sudah menemukan takdir cintamu, kini kamu akan bahagia. Tidak akan ada lagi kesedihan dalam waktu yang sangat lama."


"Benarkah, siapa cintaku? Apa jangan-jangan itu Linda?"


"Iya, dia adalah takdir cintamu yang sebenarnya. Selamat Tinggal And semoga kamu selalu bahagia."


"Tunggu-."


"Kakak kamu kenapa? Kenapa kamu bengong?."


"Aku tidak apa-apa kok."


And langsung tersenyum karena ini adalah hadiah yang sangat besar karena masa depannya sudah selesai dia rubah, kini saatnya dia menjalani kehidupan yang dia inginkan. Dia tidak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan ini untuk kebahagiaannya dan dia memutuskan untuk melamar Linda secepatnya dan menjalani kehidupan keduanya ini, bersama seseorang yang sudah ditakdirkan bersamanya.


Kesimpulannya dari bab ini : Tidak perlu terlalu berharap kepada seseorang yang belum tentu ditakdirkan untuk kita. Semuanya pasti akan pergi, namun jika itu sudah ditakdirkan pasti akan datang di manapun kalian berada.


Jadi terima kasih sudah mau membaca novelku ini, meskipun banyak terdapat kesalahan aku harap kalian memaafkannya dan terus menikmati novel-novel lainnya.


See you again.