
Cerita dimulai seorang pria tampan yang di penuhi luka di seluruh badan, dan terikat di kursi didalam sebuah bangunan tua yang tidak digunakan lagi. Dia bernama Andres dan biasa dipanggil And, dia adalah seorang detektif terhebat di dunia. Saat ini dia tinggal di Indonesia, namun dia telah ditipu oleh bos nya sendiri, di karenakan dia terlalu hebat dan berbahaya, akibat itulah bos memutuskan untuk membunuhnya, agar And tidak membunuh bos nya sendiri suatu saat nanti.
"Cepat katakan dimana kamu menyimpan jam itu?" tanya seseorang yang sambil memukul And.
"Bunuh saja aku!" jawab And dengan senyuman.
"Emmm.. benarkah begitu?" suara seseorang dari kegelapan.
"Apakah kau bosnya?" tanya And dengan berteriak.
Saat ini And dipukuli dan di interogasi untuk ditanyakan dimana dia meletakkan sebuah jam saku emas. Jam saku emas ini memiliki kekuatan ajaib yang dapat memberikan pemiliknya sebuah kekuatan yang dapat menambah kecepatan dalam berpikir, bahkan bisa membuat pemilik jam ini dapat mengingat semua yang telah dilakukan dalam satu hari.
"Apakah kamu tidak mau memberi tahukan dimana jam itu?" tanya kembali seseorang dari kegelapan.
"Siapa dia, sepertinya suaranya familiar sekali" pikir And.
"Wus"
Lampu yang menyala di samping And.
*****
Bos yang mengetahui kekuatan And yang berasal dari jam emas itu, dan memutuskan untuk mengambilnya bahkan harus membunuh And itu sendiri. And diancam oleh bosnya akan membunuh seluruh keluarganya terutama istri dan anaknya. And memiliki seorang istri yang bernama Linda, mereka menikah saat Linda berumur 27 tahun dan And 31 tahun. Dia memiliki anak perempuan berusia 4 tahun, saat pernikahan mereka sudah 5 tahun lamanya. Kehidupan mereka mulai tidak bahagia saat And ditugaskan keluar negeri untuk memecahkan sebuah kasus pembunuhan yang dilakukan seorang pembunuh profesional yang tidak bisa dipecahkan oleh detektif biasa.
*****
Beberapa hari sebelumnya...
"Ting..tong..ting.."
Telepon berbunyi disaku celana And.
"Hello Bos" jawab And.
"And kamu memiliki tugas baru di Jepang" suara bos dengan serius memberikan tugas.
"Baik bos aku akan segera kekantor untuk menemui mu" dengan menutup telepon And segera pergi untuk menemui bosnya di kantor.
"Sayang kamu mau kemana?" tanya Linda dengan penasaran melihat suaminya yang sedang terburu-buru pergi.
"Sayang aku ada kerjaan dulu, nanti aku hubungi kamu lagi" jawab And pada istrinya sambil berjalan memakai sebuah jas hitam.
"Emmm.." memperlihatkan wajah istri yang sedikit khawatir pada suaminya.
*****
Disebuah ruangan khusus And yang berhadapan dengan bos yang terlihat menyeramkan, duduk di sebuah kursi membuat jantung And berdetak dengan kencang.
"And aku ada tugas untukmu" ucap bos dengan senyuman manis.
"Tugas seperti apa yang harus ku lakukan bos?" tanya And dengan posisi berdiri dihadapan bos didepan sebuah meja.
"Tugas kali ini merupakan tugas terakhirmu" menunjukkan senyum palsu bos kepada bawahan setianya.
"Hah! mengapa menjadi tugas terakhir?" tanya And dengan wajah terkejut.
"Karena kamu sudah punya istri dan anak, aku ingin melihat kamu menikmati masa-masa bersama keluargamu" menunjukkan rayuan bos ingin membuat And bahagia.
"Benarkah begitu bos!" And yang terlihat bahagia karena bisa menghabiskan waktunya bersama keluarganya nanti.
"Tentu saja" jawab bos dengan meyakinkan And.
"Baiklah bos, aku akan selesaikan tugas ini dengan sangat cepat" And yang terlihat bahagia. "Akhirnya aku bisa bersama istri dan anakku" pikir And dalam hati.
"Ini tugasmu And" bos yang menyerahkan berkas-berkasnya kepada And.
"Baik bos terima kasih dengan hadiahnya" And yang bahagia dan meninggalkan ruangan.
*****
"Emmm.. tugas ku seperti ini" gumam And sambil memegang kertas duduk di bangku penumpang pesawat. "Tempatnya disebuah gudang di Jepang. Tapi mengapa gudang ini terlihat familiar" And melihat foto di berkasnya. "Biarlah yang penting aku bisa pensiun" And yang terlihat tanpa curiga dengan tugas ini.
"Wah baru kali ini aku ke Jepang" gumam And. "Aku harus cari tempat tinggal dulu" pikir And sambil menunggu taksi lewat di pinggir jalan.
"Where do you want to go, sir?"(Kemana ingin pergi, tuan?)" tanya supir taksi.
"Find hotels near the beach"(Cari hotel di dekat pantai)" jawab And sambil masuk dalam mobil.
"Yes, sir"(Baik tuan)" jawab supir taksi.
*****
"Have a nice day sir"(Semoga harimu menyenangkan, tuan)" ucap supir taksi.
"Thanks"(terimakasih)" jawab And yang keluar dalam mobil.
"Ah saatnya untuk beristirahat dulu" gumam And didepan pintu hotel.
"Uh enaknya" sambil menjatuhkan badan ke kasur hotel. "Andai istri dan anakku juga disini" ucap And memikirkan istri dan anaknya. "Tapi aku takut mereka dalam bahaya" pikir And menghawatirkan mereka. "Baiklah aku ingin beristirahat dulu" And yang sambil memejamkan matanya.
Beberapa hari sudah berlalu..
And yang duduk didepan meja makan sambil membaca berkas kerjanya lagi.
"Tugasku kali ini, mencari barang berharga yang telah dicuri" And yang membaca berkas dengan serius. "Pembunuhnya telah membunuh pemilik barang ini" baca And kembali sedikit termenung dengan tugasnya. "Barang seperti apa itu, apakah barang itu berharga?" pikir And sedikit penasaran dengan barang itu.
"Ah akhirnya aku selesai membacanya" menunjukkan keluhan terhadap tugas barunya. "Demi keluargaku aku harus secepatnya menyelesaikan tugas ini" menunjukkan semangat And yang sudah 5 hari berada di Jepang dan baru saja selesai memahami tugasnya.
Dimalam hari, And segera menuju tempat gudang tersebut, di depan gudang itu And terlihat kebingungan.
"Sepertinya aku pernah melihat gudang ini, tapi dimana ya?" pikir And sedikit mencurigainya. "Ya udahlah masuk saja dulu nanti juga ingat" pikir And dengan acuhnya.
"Ciit-ciit"
"Astaga mengapa aku memutuskan malam hari datang kesini" menunjukkan sedikit rasa takut dan penyesalan. "Hantu atau mbak hantu jangan ganggu aku ya" And yang berbicara sendiri.
"Hahaha" suara ketawa seseorang dari kejauhan.
"Hah! siapa itu" teriak And yang terkejut.
"Aku hantu" suara yang menjawab pertanyaan And. "Mana ada hantu ngaku" suara yang berbisik-bisik dari kejauhan "Tadi dia bertanya?" suara berbisik-bisik kembali.
"Emmm.. " memperlihatkan wajah And yang kebingungan dangan tingkah laku hantu ini. "Sejak kapan hantu suka bercanda" pikir And sedikit curiga.
"Duarr"
Tiba-tiba pintu gudang tertutup sendiri.
"Astaga, ampun" teriak And karena kaget.
"Hahaha" suara banyak orang yang ketawa melihat And ketakutan.
"Om-om ampuni saya" teriak And menunjukkan permohonan.
"Wus"
Tiba-tiba asap memenuhi gudang, asap itu mengandung obat bius yang bisa membuat pencium akan tertidur.
"Asap apa ini" pikir And sambil menutupi hidungnya dengan salah satu tangannya. "Mengapa aku merasa pusing" pikir And lagi sedikit lemas.
"Bukk"
And terjatuh karena pingsan akibat tercium asap tersebut, beberapa orang memakai setelan jas hitam pakai penutup hidung mendekati And yang terbaring dan tidak berdaya dilantai.
"Hei bangun pecundang" seseorang menampar wajah And sangat keras. "Wow enak banget tidur" memukul kembali wajah And.
"Siapa kalian?" tanya And sambil memberontak di atas kursi dengan kedua tangan dan kaki yang terikat.
"Tidak perlu kamu mengetahui kami" omong salah satu pria besar mendekati wajahnya. "Kamu cukup jawab pertanyaan kami" ucap seseorang yang sambil menggenggam rambut And dengan keras.
"Ah sakit" And yang teriak karena rambutnya yang ditarik oleh pria itu.
"Cepat serahkan jam emasmu itu?" tanya pria berjas hitam sambil menusuk tangan And dengan sebuah pisaunya.
"Ahhhh" teriak And menahan sakit dari tusukan pisau tajam ditangannya "Jam?, apa yang kalian bicarakan?" teriak And berpura-pura tidak mengerti apa yang mereka tanyakan sambil menahan sakit.
*****
"Sudah satu jam disiksa tapi belum mau memberi tahukan" keluh seorang berjas hitam. "Apakah kamu tidak mau memberi tahukan dimana jam itu?" tanya kembali seseorang dari kegelapan dengan sedikit marah.
"Siapa dia, sepertinya suaranya familiar sekali?" pikir And yang terlihat masih menahan sakit.
"Wus"
Lampu yang menyala di samping And, memperlihatkan istri dan anaknya yang juga di ikat di sebuah kursi disampingnya, mulut mereka ditutup dengan kain, dan mereka menangis memandangi And yang sudah berdarah-darah karena di siksa oleh mereka.
"Sialan kalian!" teriak And dengan penuh emosi memandangi mereka yang telah menyiksa keluarganya.
"Haha.. apa sekarang kamu bisa memberitahukan tentang jam itu?" tanya seseorang dalam kegelapan sambil tertawa keras, melihat And begitu menyayangi keluarganya.
"Mengapa dia tahu dengan jam itu, tidak-tidak ini bukan saatnya untuk berpikir, aku harus menyelamatkan mereka berdua" pikir And untuk menyelamatkan istri dan anaknya lebih dulu.
"Mengapa kamu hanya diam?" tanya seseorang dari kegelapan itu. "Apa aku harus membunuh salah satu dari mereka terlebih dulu" kata seseorang dalam kegelapan sedikit mengancamnya.
"Jangan!, apa kau sudah gila?" teriak And dengan emosi sambil memberontak di kursi.
"Bos boleh kah aku menikmati istrinya terlebih dulu?" tanya seseorang berjas hitam sambil tersenyum jahat memandangi And.
"Akan ku bunuh kau, kalau berani menyentuh mereka" menunjukkan rasa marah And yang tidak bisa di bendung lagi. "Baiklah, tapi lepaskan dulu istri dan anakku, buka penutup mulut mereka juga" jelas And yang berusaha tetap tenang untuk keselamatan mereka.
"Aku tidak sebodoh itu, katakan dimana jam itu?" tanya seseorang dalam kegelapan dengan sedikit marah melihat tingkah lakunya And.
"Sial mengapa dia ingin jam ini?" pikir And sedikit ketakutan.
"Apa kamu tidak menyayangi keluargamu atau putrimu yang masih berusia 4 tahun ini?" ucap seseorang dalam kegelapan mengancam kelemahan And.
"Baiklah, jam itu ada di sepatuku" jawab And dengan pasrah sambil melihat istri dan anaknya yang masih terikat.
"Cepat buka sepatunya" ucap seseorang dalam kegelapan.
"Baik bos" jawab salah satu pria berjas hitam sambil berjongkok untuk memeriksanya.
"Ketemu bos, ini jamnya" ucap pria jas hitam berjalan menuju bosnya untuk memberikan jam itu.
"Terima kasih And" ucap seseorang di kegelapan sedikit senang.
"Cepat lepaskan keluargaku" teriak And sambil menangis melirik ke suara dari kegelapan itu.
"Duarr"
Bunyi tembakan, peluru itu tepat mengenai kepala And, dan tanpa disadari darah And mengenai jam saku itu, yang masih di pegang pria berjas hitam, seketika cahaya putih keluar dari jam, menyinari seluruh gudang.
*****
"Sialan akan ku bunuh kalian semua" teriak And bangun dari tempat tidur. "Hah! apa aku sudah mati" pikir And melirik-lirik di sekitarnya. "Mengapa aku berada disini?" And terlihat kebingungan melihatnya "Inikan tempat tidur lamaku" pikir And dengan menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kakak, apa kamu sudah bangun?" bunyi suara perempuan di luar pintu kamar. "Tuk..tuk..apa kamu sudah bangun?" suara di luar yang mengetuk pintu kamar.
"Hah! apa aku bermimpi!" And yang sambil bercermin di kamarnya. "Ah..inikan wajahku saat berusia 18 tahun" gumam And sambil mencubit pipinya sendiri.
"Kakak sarapan sudah siap, cepat nanti kamu telat sekolah" suara perempuan yang marah diluar pintu kamar.
"Iya, kakak akan segera ke sana" jawab And yang masih terlihat tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.