Detective Kill

Detective Kill
Bab 22 Wanita Kaya



Setelah itu And duluan makan makanannya di atas meja, ketika makanannya hampir sudah habis tapi wanita itu belum juga keluar dari kamar mandi, karena And sedikit khawatir kepada wanita itu yang belum juga keluar, And segera memeriksanya.


"Tok..tok..tok.."


Suara ketukan pintu, And yang mengetuk pintu kamar mandi, wajah And sedikit terlihat khawatir karena beberapa kali dia mengetuk tidak ada terdengar suara wanita itu didalam. And segera mendobrak pintu tersebut dengan menggunakan bahunya berkali-kali.


"Uh"


And yang berulang kali membenturkan bahunya ke pintu kamar mandi yang terkunci lumayan kuat.


"Apa kamu baik-baik saja" And yang masih berusaha mendobrak pintu kamar mandinya.


Setelah itu pintunya berhasil terbuka, namun benar wanita itu pingsan di lantai kamar mandi, And segera mengangkatnya untuk dibawa ke atas kasur. And yang masih terlihat khawatir mengoleskan minyak angin di hidungnya, agar wanita itu cepat sadar. Tidak berselang begitu lama, wanita itu akhirnya bangun, dan dia tiba-tiba memeluk And yang sedang berada didekatnya.


"Eh, kenapa ini?" wajah And terlihat kaget karena wanita itu sangat suka sekali memeluknya.


"Sayang aku takut" wanita itu menangis ketakutan dengan memeluk And sangat erat.


"Takut kenapa?" And berusaha menenangkannya dan membujuk wanita itu untuk menceritakannya.


"Ting..tong..ting.."


Suara bunyi telepon And yang berada di atas meja makannya.


"Telepon aku berbunyi, aku mau mengangkatnya dulu" ucap And memohon kepada wanita itu untuk melepaskan pelukannya.


"Aku takut sayang" wanita itu masih memeluk And dengan erat.


"Iya, tapi sebelum itu kamu pakai baju dulu" wajah And yang memerah hanya melihat wanita itu memakai baju handuknya.


Setelah itu dia akhirnya mau melepaskan pelukannya dan berjalan menuju lemari kamar, dan memilih beberapa pakaian yang sudah disiapkan And untuknya. Sedangkan And berjalan menuju meja makan untuk mengangkat teleponnya.


"Iya, apa sudah mendapatkan hasil" And menanyakan hasil pencarian yang dia tugaskan kepada bawahannya untuk mencari tahu tentang wanita yang telah dia selamatkan ini.


"Pemimpin, hanya beberapa rekaman yang kami dapatkan, sisanya rekamannya itu rusak dan bisa jadi itu disengaja dirusak oleh beberapa orang profesional" suara wanita yang menjelaskan tugasnya kepada And.


"Baiklah aku akan memeriksanya nanti, selidiki lagi, kalau ada yang mencurigakan segera laporkan" sahut And kepada bawahannya.


"Baik pemimpin" sahut suara wanita itu, dan And menutup telponnya.


"Sayang dengan siapa kamu teleponnya" wanita itu penasaran dan mendekati And yang sudah berada duduk di atas kasur.


"Itu dari anak buahku, soal masalah perusahaan" And yang menjelaskan kepada wanita itu agar tidak dicurigai.


"Oh begitu ya" wanita itu mulai mendekati ke sampingnya And yang sedikit gugup melihatnya.


"Ke..kenapa ini" wajah And yang memerah melihat wanita itu mulai merayunya untuk tidur.


"Hari ini aku masih lelah setelah meeting dan kamu juga hari ini kecelakaan, aku langsung segera membawa kamu ke rumah sakit, benar-benar lelah hari ini" And yang berusaha menghindar dari rayuan wanita itu.


"Sudahlah kalau begitu" wanita itu sedikit kecewa dan meninggalkan And tidur.


"Ah hampir saja, aku tidak boleh berhubungan dengan seorang wanita yang tidak aku cinta" gumam And sambil berdiri beralih menuju sofa didekat kasur.


Setelah wanita itu bangun dan melihat And yang sudah tidak ada disampingnya membuat dia sedikit khawatir, namun And meninggalkan beberapa surat dan menulis untuk wanita itu agar tidak mencarinya dulu, karena And beralasan dia sedang meeting dengan orang penting di perusahaan jadi berangkat pagi-pagi sekali. And juga meninggalkan ponsel baru di atas meja jika wanita itu memerlukan sesuatu bisa menghubunginya nanti. Setelah membaca surat itu wanita itu sedikit senang karena suaminya sangat baik dan perhatian kepadanya. Wanita itu bangun dari tempat tidurnya dan segera bergegas untuk mandi, setelah mandi wanita itu mengganti pakaiannya yang sudah di siapkan And lagi dengan gaun terlihat seperti anak dari orang kaya. Wajah cantik dengan rambut hitam panjang tersenyum di depan cermin untuk pergi ke rumah kakeknya sendiri, dan wanita itu keluar dari hotel untuk pergi.


*****


And yang sudah berada di sebuah gedung latihan, sedang melihat-lihat para bawahannya yang sedang berlatih seni beladiri untuk kemajuan organisasi yang diciptakan And saat ini. Beberapa orang saja yang sedang berada di gudang tersebut, sisanya menjalani berbagai bisnis di seluruh kota, bahkan ada juga bisnis yang sudah berkembang diluar negeri. Bawahannya adalah bawahan yang telah And latih sendiri dengan berbagai skill yang telah And pelajari di masa depan dulu, dan bisnis yang begitu pepuler yang sudah And kembangkan bersama bawahan setianya. Seperti membuka berbagai toko, cafe, hotel, penjualan alat elektronik, sebagai detektif, dan masih banyak lainnya. Yang paling terkenal dengan organisasi And ini adalah bisnis sebagai detektif untuk mencari seseorang atau memecahkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh orang profesional.


"Pemimpin ini rekaman sebelum wanita itu berada dijalan itu, namun kami tidak menemukan rekaman ketika dia pingsan di sekitar jalan itu" seseorang wanita memberikan tabletnya kepada And yang sedang berdiri melihat bawahannya sedang berlatih.


Dengan rekaman itu, And melihat bahwa wanita ini adalah seseorang yang baru tiba di Indonesia, dari rekaman cctv bandara, perempuan tersebut juga bersama dengan seorang laki-laki yang hampir mirip dengannya, namun And hanya menemukan wanita itu pingsan sendiri dipinggir jalan. Setelah And melihat rekaman lainnya wanita itu memesan kamar di sebuah hotel yang di miliki oleh organisasi berjas hitam yang akan And selidiki. Ternyata wanita itu ada kaitannya dengan organisasi ini, dan dari rekaman lainnya wanita itu pingsan di bawa jauh dari hotel menggunakan mobil hitam. Waktunya tidak berbeda jauh saat And pulang mengantarkan Linda pulang, yang membuat And bingung kenapa wanita itu sudah pingsan dipinggir jalan. Berhubung rekamannya sudah habis And tidak begitu banyak mendapat informasi yang lengkap, jadi sulit untuk menebak semua kejadian ini. Jadi And memutuskan untuk memantau wanita itu terlebih dulu.


"Terus selidiki sampai mendapatkan bukti yang sempurna" And yang memberikan kembali tabletnya.


"Baik pemimpin" wanita itu segera meninggalkan And.


"Semuanya semangat, mulai hari minggu nanti kalian bisa libur, dengan waktu satu minggu, untuk menikmati istirahat kalian, dan kasih tahu juga saudara kalian lainnya" And yang tersenyum dan meninggalkan mereka.


"Wah pemimpin selalu baik seperti biasanya " ucap bawahan senior.


"Wah ada liburnya juga" ucap salah satu wanita yang telah di bawa And di cafe organisasi berjas hitam.


"Pemimpin tidak pernah memaksa bawahannya untuk selalu latihan" zero yang tersenyum menjelaskan dengan tiga wanita baru.


"Kalau libur, kami bebas ngapain?" tanya wanita baru itu.


"Iya kalian bebas, tapi ingat jangan sampai membocorkan tentang organisasi" zero yang menjelaskan kepada wanita yang sudah di beri kode nama 508 nama asli Sinta rambut pendek coklat.


"Terima kasih kak zero" ucap wanita yang berkode nama 509 nama asli Lili rambut panjang berwarna merah.


"Wah kita mau libur kemana?" wanita yang begitu aktif berkode nama 510 nama asli Yaya rambut pendek berwarna hitam.


"Terserah kalian, aku sudah memberikan uang jajan kalian masing-masing di rekening atas perintah pemimpin, jadi kalian bebas satu minggu liburan" ucap zero dengan tersenyum dan membubarkan latihannya.


*****


"Kakek, Yuna pulang!" wanita yang diselamatkan And sudah pulang dirumahnya yang berada di Indonesia.


"Wah cucu cantik kakek sudah pulang!" Kakek Yuna terlihat senang dengan kedatangan cucunya dari luar negeri. "Suami kamu mana?" Kakek yang sedang menanyakan tentang suaminya.


"Oh dia katanya ada meeting disini" Yuna yang menjelaskan kepada kakeknya yang duduk di atas sofa.


"Sejak kapan suami kamu memiliki bisnisnya di sini" tanya kakeknya yang hanya tahu menantunya tinggal di luar negeri.


"Aku juga baru tahu kek" sahut Yuna yang begitu percaya dengan suaminya (And).


"Kapan kamu mengajak dia kesini" kakeknya yang ingin bertemu dengan suaminya Yuna.


"Nanti aku kabari dia" ucap Yuna menghampiri kakeknya di atas sofa.


"Baiklah, aku tunggu bagaimana suami kamu, apa dia layak atau tidak dengan keluarga kita ini" ucap kakek sedikit penasaran.


Kakek Yuna adalah pengusaha ternama, dan hampir bisnisnya juga ada di luar negeri, nama kakeknya banyak di ketahui oleh keluarga kaya lainnya, tidak banyak orang yang berani menyinggung keluarganya, bahkan ada orang yang berani menantangnya dan berakhir dengan kematian. Cucunya yang baru menikah diluar negeri dan kakeknya tidak sempat menghadiri karena ada kesibukan jadi kakeknya tidak sempat melihat wajah menantunya itu. Jadi kakeknya meminta Yuna untuk menemuinya di Indonesia dan tinggal beberapa waktu.