
"Nak, mengapa kamu terlihat kebingungan" ibu yang bertanya kepada And yang belum memakan makanannya.
"Iya, kakak terlihat berbeda hari ini" ucap adik perempuan And.
"Bu aku hanya bermimpi buruk" ucap And menahan tangis katena bisa ketemu dengan mereka kembali.
"Sudah itu hanya mimpi buruk" bujuk ibu kepada And.
"Ibu maafkan kesalahan And" And yang terlihat menundukkan wajahnya dengan penyesalan di masa depan dulu.
"Saat ayah tidak ada And selalu tidak peduli dengan kalian" ucap And sambil mengusap air matanya dengan pergelangan tangan. "And janji akan merubah sifat buruk dimasa lalu" And sambil menangis menggenggam kedua tangannya di atas meja makan menahan kesedihannya.
"Kakak, aku tau berat rasanya ketika kamu harus bekerja dan sekolah" ucap adik perempuan And. "Tapi kita masih ada tabungan pensiunan ayah dulu, jadi kamu jangan khawatir" bujuk adik perempuan And.
"Makasih Riri" ucap And pada adiknya. "Tapi aku akan bahagiakan keluarga ini" And mengusap air matanya, "Meski ayah sudah meninggal, aku akan menggantikan posisi ayah di keluarga ini" ucap And kepada mereka sedikit tersenyum kepada mereka.
"Nak, kamu harus fokus sekolah dulu, masalah uang nanti kita cari sama-sama" ucap ibu membujuk And.
"Sudah kak! Cepat habiskan makananmu" memperlihatkan wajah Riri yang kesal dengan kakaknya yang belum memakan makanannya yang ada di atas meja.
"Iya, Riri bawel" ucap And sambil mengejek adiknya.
"Awas kau ya" menunjukkan raut wajah Riri yang sedikit kesal.
"Dadah..adik dan ibu" And pergi ke sekolah untuk pertama kalinya, di kehidupan yang terulang ini.
"Hati-hati dijalan" ucap ibu sedikit khawatir dengan keadaannya And saat ini.
"Jangan nongkrong terus, fokus belajar saja" ucap Riri meninggikan suaranya melihat And yang sudah jauh darinya.
"Ya.. ya.. ya, dasar bawel" And yang membuka pintu dan mengejek Riri.
"Dasar kakak nakal!" ucap Riri pada ibunya sambil menahan kekesalannya.
"Sudah!, kakakmu kan masih muda, wajar saja dia ingin menikmati masa mudanya terlebih dulu" ucap ibu yang membujuk Riri disampingnya.
*****
"Wah berapa lama aku sudah tidak ke sekolah ini" gumam And di depan pintu gerbang sekolah.
"Hai bro ngapain bingung sendiri?" tanya seorang teman And sambil menepuk pundaknya.
"Hah! Sialan kau bikin kaget saja" menunjukkan betapa kagetnya wajah And yang tiba-tiba pundaknya di tepuk.
"Kita ke kantin yuk!" ucap salah satu temannya mengajak And.
"Hari ini tidak dulu, aku kangen kelas" menunjukkan antusias And untuk melihat kelasnya lagi.
"Hahaha, apa kepalanya terbentur" ucap salah satu teman And sambil menyentuh dahi And yang mungkin sedang demam tinggi.
"Wah badannya panas" ucap temannya And sambil mengejeknya.
"Sialan kau, mau aku hajar ya" ucap And dengan serius mengepalkan salah satu tangannya.
"Becanda bro" menunjukkan rasa takut temannya meminta ampun.
"Ayu kita ke kelas" memperlihatkan mereka yang sedang berjalan menuju kelas.
*****
"Bro pulang sekolah, kita mampir kemana?" teman yang berbisik-bisik kepada And.
"Diam!, fokus perhatian guru didepan" ucap And sambil memperhatikan penjelasan guru di depannya.
"Hei..hei lihat preman kita sudah rajin belajar nih" ucap temannya sambil berbisik-bisik di sebelah meja And.
"And jawab pertanyaan didepan" ucap guru setelah mendengar suara mereka.
"Hahaha And tertangkap" ucap teman And sambil berbisik-bisik di sebelahnya.
"Baik pak" And yang berjalan menuju papan tulis sambil melirik-lirik teman sekelasnya.
"Sudah pak!, menunjukkan hasil yang telah dikerjakannya" And yang serius sambil berdiri membalikkan tubuhnya menghadap guru.
"And kamu boleh duduk" ucap guru sedikit kaget melihat jawaban seorang murid yang selalu rangking terakhir.
"Semua jawabannya benar, bahkan kerjanya sangat detail" ucap guru memberikan pujian.
"Hei..hei sejak kapan kamu pintar And?" tanya salah seorang temannya di meja lain.
"wah..teman kita sudah pintar" memperlihatkan wajah teman-temannya yang bergosip tentang And.
"Sialan!" memperlihatkan wajah And yang sangat kesel memiliki teman yang selalu suka mengejeknya.
"Pelajaran kali ini selesai sampai disini dulu" ucap guru berjalan meninggalkan kelas.
"Semua soalnya sangat mudah" pikir And yang terlihat tersenyum dengan ingatannya dulu.
"Waduh, teman kita sudah kesurupan" ucap salah satu teman yang melirik senyum And.
"Iya, And mungkin demam" ucap salah satu teman lainnya.
"Hahaha bercanda And" ucap teman yang sedang berdiri disampingnya dan menyentuh pundak And.
*****
"And sampai jumpa besok pagi" ucap salah satu teman And.
"Iya jangan kangen sama aku" ucap salah satu temannya lagi pergi menjauh.
"Aku masih normal woi" memperlihatkan wajah And yang kesal melihat kelakuan temannya, "Bisa-bisanya aku punya teman seperti ini dulu" pikir And.
"Pulang sekolah aku biasa ngapain ya?" pikir And, "Aku jalan-jalan dulu ah" pikir And lagi menuju keluar gerbang sekolah.
"Emmm anu..." Ucap seorang perempuan dibelakang And.
"Hah! Sofia" And yang terkejut sambil memeluknya secara tiba-tiba.
"Ehhhh" memperlihatkan wajah Sofia yang malu-malu ketika And memeluknya.
"Maaf-maaf" memperlihatkan ketidaksengajaan And dan segera melepaskan pelukannya.
"Iya, tidak apa-apa kok" terlihat wajah Sofia memerah karena malu.
"Maaf Sofia aku tidak sengaja melakukannya" ucap And menahan malunya.
"Iya, aku mau bertanya? setelah ujian nanti apa kamu punya waktu luang" ucap Sofia yang terlihat malu-malu bertanya.
"Hah! kapan kita ujian?" And yang terlihat lupa bahwa dia masih seorang anak murid SMA.
"Tiga hari lagi kita ujian kelulusan" ucap Sofia dengan biasa.
"Apa! kenapa cepat banget" memperlihatkan wajah And yang masih ketakutan terhadap ujian.
"Hah! beritanya sudah 3 bulan yang lalu" memperlihatkan wajah Sofia yang kebingungan melihat And yang terlihat berbeda dari biasanya. "Biasanya kamu tidak memikirkannya?" tanya Sofia dengan penasaran.
"Ah itu dulu, sekarang aku ingin belajar dengan serius" ucap And menyombongkan diri mengangkat salah satu tangan yang menggenggam.
"Bagus deh nanti kita bisa kuliah sama-sama" ucap Sofia terlihat senang melihat semangat And.
*****
"Sampai jumpa besok lagi And" memperlihatkan senyum manis Sofia sambil menahan tawa di depan pagar rumahnya.
"Sama-sama" terlihat tersenyum ketika Sofia sudah memasuki rumahnya. "Hah! mengapa aku kesini" pikir And sedikit kebingungan, "Rumah kami berlawanan, sial malah ikut kesini" And yang terlihat bodoh. "Ya sudahlah, aku ingin jalan-jalan dulu sampai sore" ucap And sambil berjalan menuju ke rumah.
"Hai anak muda, apa kamu tau rumah polisi ini?" seseorang yang sambil memperlihatkan sebuah foto.
"Hah, ini kan wajah bos ku waktu muda" pikir And melihat foto itu.
"Kalau boleh tau anda siapa ya?" tanya And sedikit penasaran.
"Saya asisten beliau dari Jepang" ucap seseorang pria itu.
"Coba aku lihat lagi fotonya. Hah!, dibelakang ini kan gudang itu" pikir And penuh rasa takut. "Mengapa mereka berfoto di sana" pikir And lagi sedikit curiga dengan seorang pria ini..
"Apa? anak muda tahu rumah beliau?" tanya orang itu.
"Iya..iya tau pak!" And yang menjawab terlihat gugup. "Iya aku baru ingat, suara asisten ini mirip dengan seseorang di kegelapan itu" pikir And lagi sedikit mencurigai.
"Makasih anak muda, cepat pulang jangan keluyuran dijalan" ucap seseorang itu berjalan menuju mobilnya.
"Mengapa aku begitu cepat ketemu dengan dia. Apa gara-gara aku jalan-jalan kesini. Dulu aku tidak pernah mengantar Sofia ke rumah. Sudahlah pusing kepala aku jadinya" pikir And sambil menyentuh kepalanya dengan kedua tangannya.
"Anak muda siapa nama mu?" tanya seseorang itu dari kejauhan di dekat mobilnya.
"Hah! Andres pak" jawab And dengan terkejut.
"Sampai jumpa lagi Andres" ucap seseorang itu dari kejauhan menaiki mobil hitam.
"Iya kita akan bertemu lagi, tapi kali ini kau yang akan berakhir" pikir And sambil melambaikan tangan dengan senyuman palsu kepada orang itu.
*****
"Aku pulang" And yang membuka pintu rumah.
"Kakak mana coklat ku" tanya adik And mengulurkan tangannya.
"Hah! coklat" jawab And dengan wajah terkejut memegangi kepalanya dengan sebelah tangan.
"Apa kakak melupakannya" memperlihatkan wajah adik yang begitu kesal karena melupakan janjinya.
"Sial!, aku ini baru kembali ke masa lalu Riri" pikir And sedikit kesal dengan adiknya. "Maafkan kakak ya, nanti besok kakak belikan yang banyak" ucap And yang memegang kepala adiknya.
"Janji ya kak" ucap adik yang terlihat bahagia.
"Iya janji" And yang tersenyum mengelus-elus kepala adiknya.
"And cepat mandi, dan sarapan" ucap ibu yang berada di dapur.
"Ya ibu" jawab And menaiki tangga menuju kamar tidurnya.