
"Luzon dimana? Dari tadi tidak terlihat! Apa dia sudah pergi ke salah satu markas bisnis?" Bos besar yang bertanya kepada asistennya, dia terlihat berdiri di sampingnya memandangi kota lewat kaca besar di ruangan kamar hotel paling atas khusus untuk bos pemilik hotel.
"Iya pak!, Luzon berada di bar. Sedangkan Deck berada di bisnis cafe! Jika mereka berhasil mengalahkan mereka, maka aku akan turun tangan menghadapi organisasi Shadow End ini. Jika aku kalah, kamu harus pergi dari sini lewat helikopter yang sudah tersedia di atas hotel ini. Jangan sampai kamu tertangkap juga?" Asisten yang menjelaskan tentang situasi yang sudah disiapkan malam terakhir ini.
"Kamu memeng teman aku yang paling baik! Aku janji. Jika kamu masih hidup dan cuma di tangkap, aku akan berusaha membebaskan kamu, bagaimanapun caranya nanti. aku harap kita bisa selalu berteman baik!" Bos yang sedikit melirik asistennya sambil memandangi pemandangan kota dimalam hari.
"Baiklah! Aku akan turun kebawah untuk menjaga bagian bawah hotel ini, kalau aku tidak berhasil selamat. Aku akan segera menghubungi. Ingat pesan aku, segera pergi dari sini?" Asisten yang terlihat berjalan menuju lift hotel.
"Ada apa denganku ini! Apa aku berhenti saja dengan bisnis ilegal seperti ini. Dosaku sudah terlalu besar untuk melanjutkannya, bahkan putriku berada di rumah, pasti sedang memikirkan diriku yang belum pulang ini!" Bos yang sedikit memikirkan masalahnya yang akan dia hadapi malam ini.
*****
Sonia yang mondar-mandir di ruang tamu, menunggu kedatangan ayahnya yang dari tadi di hubungi tidak pernah bisa. Bahkan dia juga mencoba menelepon bawahan ayahnya, juga sama tidak ada yang bisa. Dia juga tidak bisa keluar dari rumah, karena di jaga sangat ketat, padahal jam sudah menunjukkan pukul 11.45 malam.
Di dalam kamar dia sedikit memikirkan cara untuk kabur dari rumah itu, untuk mencari ayahnya ke perusahaan yang dia tahu. Dia melihat baju-bajunya dan seprai kasur, seketika langsung mendapat sebuah ide. Dia keluar lewat jendela kamarnya menggunakan seprainya yang di sambung menggunakan baju-bajunya, agar bisa menuruni bangunannya yang berada di lantai dua.
Sonia akhirnya berhasil kabur lewat jendela dengan menggunakan seprai dan bajunya. Dia juga mengganti bajunya yang sedikit sederhana, menggunakan sebuah topi, baju panjang biasa dan menggunakan celana jeans panjang. Agar menyulitkan bawahan ayahnya untuk mengenalinya. Dia segera mengendap-endap pergi lewat halaman belakang dan memanjat pagar yang lumayan tinggi.
Sonia berhasil kabur sangat jauh dari rumahnya, dan menunggu taksi yang lewat di jalanan. Karena jam 12.00 malam, mobil dan kendaraan sudah jarang terlihat lagi. Dia sedikit kecewa dan memutuskan untuk berjalan kaki menuju perusahaan ayahnya.
"Tit...tit...!!"
Tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi sangat keras. Sonia yang mendengarnya langsung kaget dan terjatuh di samping jalan.
"Aaww!!"
Sonia yang sedikit merasa kesakitan karena tangannya tergores akibat jatuh untuk menahan beban tubuhnya. Terlihat Sonia yang masih duduk melihat tangan kiri yang sedikit lecet, dia juga belum berdiri karena masih meniup-niup lukanya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Tangan yang terlihat putih mengulurkan tangannya untuk membantu Sonia berdiri. Sonia langsung memegang tangannya yang sedikit terasa hangat, sentuhan itu sedikit membuat jantungnya berdetak kencang.
"Hah! And mengapa dia ada disini?"
Sonia yang terlihat kaget karena yang membantunya adalah And lagi, dia sedikit tersipu malu memikirkan And yang selalu menolongnya. Apakah ini yang dinamakan takdir cinta. Akibat Sonia terlalu lama jomblo, dia selalu mikir cinta-cintaan terus.
"Kenapa kamu diam saja melihatku! Apa kamu bisu?" And yang sedikit curiga melihat wanita yang berjalan di tengah malam menutup wajahnya menggunakan sebuah masker.
"M-makasih sudah menolongku!" Sonia yang terlihat gugup melepaskan tangan And. Dia juga terlihat tersipu malu berbicara dengan And di pinggir jalan.
"Apa kamu sendiri saja! Atau aku antar saja kamu ke hotel dulu?" And yang terlihat terburu-buru ingin membantu wanita itu, karena And sedikit khawatir melihat wanita sendirian berada di jalanan saat tengah malam begini.
"Hah!! Hotel?"
Sonia sontak kaget mendengar ucapannya, karena mau mengajaknya ke hotel malam-malam begini! Dia langsung gugup karena tahu, And sangat menyukai hubungan seperti itu.
"Iya hotel. Apa kamu tidak mau? Soalnya aku terburu-buru!" And sedikit terlihat gelisah karena bawahannya sudah menunggunya dari tadi.
"Ini terlalu cepat bagiku! Aku belum siap bagaimana kita..." Sonia yang belum sempat meneruskan ucapannya. Dia langsung di tarik And untuk masuk kedalam mobilnya.
"Sudah-sudah. Aku tidak bisa menunggu lama-lama lagi? Aku harus cepat, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi" And yang sedikit terburu-buru, dia langsung menarik Sonia untuk masuk kedalam mobilnya.
"Bagaimana mana ini? Aku belum pernah berhubungan sama laki-laki seperti ini? Apa yang harus aku bilang padanya?" Sonia yang terlihat gugup memikirkannya, sambil melihat And yang menyetir mobil sedikit cepat.
"Kenapa kamu terus memandangiku, kita cuman sebentar kok! Tidak akan lama, masalah bayarannya nanti, aku yang akan urus semuanya. Jadi kamu cuman tidur di sana saja?" And yang terlihat menjelaskan kepada Sonia yang masih memandanginya.
"Hah!! Tapi aku masih sedikit takut karena aku belum pernah!" Sonia yang sedikit gugup menjawab penjelasan And.
"Oh kamu belum pernah ke hotel! Tidak apa-apa? Nanti aku jelaskan di dalam sana bagaimana caranya?" And masih saja terlihat tenang menjelaskannya.
--
"Inikan hotel ayahku? Mengapa harus disini? Kalau ayah tahu aku sama laki-laki disini bagaimana?" Sonia yang terlihat takut karena And membawanya ke hotel ayahnya.
"Cepat!! kita tidak ada waktu lagi! Kamu jangan diam di situ saja?" And yang sedikit kesal membuka pintu mobil, melihat Sonia yang masih duduk didalam mobilnya.
--
"Tolong satu kamar mewah!" And yang memesan kamar di meja loby utama.
"Baik tuan! Tunggu sebentar?" Jawab petugas yang menjaga di sana.
"Iya! Makasih" jawab And dengan singkat.
"Ini tuan! Kamar untuk pasangan!" Petugas itu memberikan kunci kamar, yang sudah di beri nomor kamar hotelnya.
"Benar! Dia memesan kamar untuk pasangan!" Sonia yang sedikit gugup memikirkannya, apa yang akan terjadi dengannya.
Beberapa menit kemudian...
"Kita sudah sampai di kamar hotelnya!" Mereka sudah sampai di depan pintu kamarnya. And yang terlihat juga membuka pintunya.
"A-aku mandi dulu ya..?" Sonia yang terlihat masih gugup untuk berbicara kepada And.
"Iya silahkan! Aku pergi dulu? Kalau ada apa-apa bisa hubungi aku nanti?" And yang terlihat memberikan kunci kamarnya kepada Sonia, dan pergi dari sana?.
"Hah!! Tidak jadi?"
Sonia yang terlihat bingung dengan perilaku And, setelah memberikan kunci dia langsung pergi tanpa menoleh sama sekali.
"Ah..panas sekali?"
Sonia yang terlihat melepaskan topi dan maskernya di dalam kamar hotel. Dia juga masih sedikit bingung dengan And, kenapa dia membawanya kesini, apa itu hanya ke salah pahaman saja.
"Argh..kakiku masih gemetaran! Aku kira dia mau itu..? Ahhhh..ih malu sekali!! kenapa aku jadi begini!! Kenapa jadi seperti ini sih?" Sonia yang berbaring di atas kasur sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
--
"Maafkan aku! Tadi ada sedikit masalah di jalan? Apa kalian sudah berada di depan bar!" And yang terlihat berbicara dengan alat khusus yang menempel di telinganya, dan dia terlihat juga sedang terburu-buru menuju tujuan dimana bisnis bar organisasi berjas hitam itu berada.
"Kami sudah bersiap-siap menjaga lokasi! Pemimpin langsung saja menuju tempat tujuan yang telah di tentukan" suara bawahan And yang memberikan instruksinya.
"Baiklah. Aku akan segera ke sana? Kalian jangan ada yang menyerang terlebih dulu?" And berhenti kesebuah toko kecil dekat bar, untuk mengganti pakaian khususnya.
--
"Siapkan diri kalian!! Jangan sampai mereka ada yang kabur!" And sudah terlihat memimpin sebagian bawahannya untuk memasuki bar, menggunakan pakaian khusus berwarna hitam, dan wajah yang tertutup seperti ninja.
"Siapa kalian!! Berhenti di sana?" Seorang laki-laki yang menjaga di depan pintu bar dengan menggunakan jas hitam.
"Maju"
And yang yang terlihat menggerakkan jari tangannya untuk memerintah pasukannya segera maju. Tanpa basa-basi pasukan Inti langsung membantai orang-orang yang memakai jas. Mereka langsung masuk kedalam bar tanpa banyak bicara lagi. Musuh juga ada yang menyamar menggunakan pakaian biasa, pasukan And langsung di tikam dari belakang, meskipun tidak terlalu parah.
"Hiaaayyaa!!"
Ratusan musuh langsung keluar dari sebuah ruangan tengah menuju ruangan depan, untuk menyerang pasukan And. Pertarungan yang begitu panas langsung di mulai dalam ruangan depan bar.
"Wuss.."
Musuh juga berusaha menyerang And yang sedikit terlihat melirik-lirik sekitar bar. Dia sedikit merasakan hawa keberadaan yang begitu kuat di dalam bar, bahkan dia sedikit memprediksi kekuatan ini lebih kuat dari yang pernah dia hadapi.
"Ayo masuk!!"
And yang memimpin langsung untuk memasuki ruangan terdalam bar, setelah mereka mengalahkan beberapa bawahan di ruangan depan.
"Ah..sialan.. banyak sekali mereka!!"
And yang sedikit kaget melihat organisasi berjas hitam sudah menunggu mereka, menggunakan senjata tajam dan tumpul. Mereka berada di ruangan tengah, sedangkan ruangan rahasia berada di bawah ruangan ketiga.